Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Semburat Merah Jambu


__ADS_3

Lexi melanjutkan loncat-loncat di kamar miliknya. Hatinya masih berbunga-bunga.


"Ya ampun. Gus Kahfi ternyata sosok pria yang hangat, semoga saja salah satu doaku di dengar Allah, aku ingin memiliki seorang imam yang paham agama."


Lexi menciumi foto profil Kahfi yang menunjukan wajah tampan berahan tegas, dagunya di hiasi sedikit bulu halus. "Ya Allah, tampannya jodoh orang." Lexi tak berani menyebut Kahfi sebagai calon suaminya, meskipun itu mempinya tapi setidaknya ia harus tahu diri. Pria sesempurna Kahfi pasti menginginkan wanita yang shaliha bukan seperti dirinya yang jauh dari kata itu. Bahkan Kahfa juga menginginkan wanita seperti itu.


Lexi masih larut dalam kesenangannya sampai pintu kamarnya di ketuk dari luar berhasil membuat gadis itu berdecak kasar. "Ck."


"Lexi."


Terdengar suara Kayla dari arah luar pintu. Sehingga Lexi menyangka jika yang datang adalah Kayla saja. Lexi yang sudah membuka kerudungnya tidak memakai kerudung kembali hanya Kayla saja yang datang pikirnya.


Tapi saat membuka pintu bukan hanya Kayla yang berada di sana melainkan Kahfi juga. Pria tampan itu berdiri mematung di depan pintu. "Subhanallah." Kahfi tidak dapat mengalihkan tatapan dari mahluk indah itu. Bagai mana tidak Lexi terlihat sangat cantik dengan rambut hitam bergelombangnya.


"Gus Kahfi." Lexi memekik dan kembali menutup pintu. Malu dan salah tingkah itulah yang di rasa Lexi. Gadis itu berdiri membatu di balik pintu kamarnya sembari memegangi dadanya yang entah sejak kapan menggila seperti ini.


"Tadi yang manghil kan Kayla tapi kenapa yang muncul malah Gus Kahfi." Lexi masih belum bisa menetralkan detak jantungnya. Kahfi sendiri merasakan hal yang sama.


"Jantungku memiliki kelainan." Gunam Kahfi pelan. Usut-punya usut tadi memang Kayla yang mengetuk pintu dan memanggil Lexi, tapi Kayla keburu pergi karna di panggil suaminya menyisakan Kahfi saja di sana.


"Lexi kau masih ada." Kahfi memanggil fi balik pintu.


Hening tidak ada sautan membuat Kahfi heran sampai menelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Lexi." panggilnya kembali.


"I-iya Gus. Sebentar Lexi lagi pakai kerudung." Jawab Lexi terbata, ia berbohong bukan memakai kerudung ia justru sedang sibuk menekan-nekan debaran jantungnya yang berdisko sejak tadi.


"Martabaknya sidah ada. Mari makan bersama selagi masih hangat ujar Kahfi."


"Iya Gus, Kahfi duluan saja. Lexi masih memakai kerudung."


"Baiklah." Kahfi meninggalkan kamar Lexi.


.


"Kahfi, dimana Lexi?" Kimmy bertanya pada putranya di tengah kesibukannya memakan martabak telur.


"Lexi sedang memakai kerudung Bu." ujar Kahfi pelan, lagi-lagi ia bersemu saat membahas Lexi, entah wanita itu memiliki ajian apa sampai membuatnya selalu terpikirkan apapun tingkahnya. Tadi melihat Lexi tanpa kerudung bukan hanya hatinya yang bergetar, bahkan bagian tubuh lain dari Kahfi ikut bereaksi karnanya.


"Kau sedang apa?" Kahfi melihat Ghaza yang terlihat tengah kesulitan memisahkan daun bawang dari martabak telur di piring miliknya.


"Biasa. Adik cantikmu sedang berulah." Ceplos Ghaza sembari melirik Kayla yang tersenyum tanpa dosa.


"Bohong Bang, yang berulah sebenarnya calon keponakanmu Bang." Bantah Kayla.


"Makan saja Ghaza. Jangan perdulikan permintaan konyol putri cantiku." Ridwan mengambilkan beberapa potong martabak dan meletakannya di piring Ghaza.

__ADS_1


"Ayah ..." Kayla mengerucutkan bibirnya yang justru tampak mrnggemaskan di hadapan Ghaza.


Kahfi hanya tertawa atas tindakan kedua pasang pengantin itu. Hanya Kahfa yang diam tanpa ekspresi.


"Wah makan besar nih." Lexi ikut bergabung di antara keluarga tantenya.


Kahfi mengambulkan Lexi martabak baru dalam dusnya yang baru serta membukanya.


"Ahh. Gus Kahfi, seperti calon suami idaman. Aku tidak menolak jika Gus Kahfi melamarku malam ini." ucap Lexi malu-malu. Tidak tau diri Lexi malah berkata demikian.


Uhuk ... Uhuk ...


Kahfa terbatuk beberapa kali mendengar pernyataan sepupunya. Tuhkan apa Kahfa bilang Lexi memang gadis aneh.


Kahfi sendiri salah tingkah, ia memalingkan wajahnya yang merona, serta mengulum senyumannya di antara matanya yang merapat. "Ya Allah gadis itu membuatnya tersanjung. Sebenarnya ini ujian atau cobaan." rutuk Kahfi dalam hati.


"Hati-hati Lexi. Aku sering bergurau seperti itu pada Bang Ghaza dulu. Eh malah jodoh beneran." ucap Kayla kencang.


"Siapa yang bergurau? Aku sungguh-sungguh. Jika Gus Kahfi melamarku dengan senang hati aku menerimanya Kay." Tidak tau malu Lexi ini. Kahfa sampai sulit menghentikan batuknya ternyata ada yang lebih aneh dari adiknya.


Kahfi masih memalingkan wajah dengan rona merah jambu di wajahnya.


"Duh ya Lexi, to ya jangan terlalu jujut." Kimmy menegur keponakannya yan menatap Kahfi dengan pandangan kagum.

__ADS_1


"Gus Kahfi. Semburat merah jambu di wajahmu, Aku artikan dengan kau juga tertarik padaku." Lexi semakin intens menggoda Kahfi.


Tidak taukah Lexi? Jika Pria yang di godanya tengah menahan diri agar tidak keceplosan berbicara.


__ADS_2