Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Benar-benar sial


__ADS_3

"Kayla bukan hanya kau yang bisa memiliki Ghaza. Akupun bisa. Semalam kami melakukan malam yang sangat indah di bawah keremangan malam." Wanita itu tertawa mengejek.


Ghaza tersenyum lebar, tanpa suara.


"Darimana kau yakin itu aku? Aku bahkan menghabiskan malam yang indah dengan wanitaku."


Deghh


Berlian langsung mematung di tempatnya. Ghaza barusan bicara padanya. Di sebrang sana melalui ponsel Kayla itu artinya Ghaza benar-benar bisa lolos semalam, lalu yang semalam mencumbu dan menidurinya siapa jika bukan Ghaza?


Tiba-tiba Berlian terkena serangan panik secara luar biasa. Ia sangat takut dan benar-benar takut untuk memastikan siapa yang menidurinya. Bahkan Berlian semalam menahan pinggul pria yang ia kira Ghaza untuk mengeluarkan benih pria itu di dalam rahimnya.


Berlian memang tidak menyalakan lampu semalam tujuaannya jelas agar Ghaza menhanggapnya Kayla sehingga pria itu menidurinya tanpa canggung. Pikirannya tak apa Ghaza menganggap tubuhnya menjadi Kayla yang jelas ia sangat menikmati percintaannya semalam.


Berlian sangat menikmati keliaran pria yang ia pikir Ghaza.


Secara terburu-buru Berlian menutup panggilannya.


"Aaaaaa ..."


Berlian berteriak membuat seisi rumah di buat tercengang tidak dengan Ayudia dia madih berada di kamarnya.


"Apa yang kau lakukan terhadapku?"


Buk-buk ...


Berlian memukuli pria di sampingnya dengan membabi buta.


Flash back ...


Semalam.


Ujang sudah berendam di kamar mandi dapur tapi panas di tubuhnya tidak juga menghilang.

__ADS_1


Di luar kamar terdengar ribut-ribut tapi Ujang tidak terpengaruh sama sekali. Ia tengah mencoba menenangkan bagian tubuhnya yang lain.


Pyar ...


Saat terdengar suara pecahan Ujang di buat menyudahi dirinya dari mandi air dingin untuk mengecek keadaan di luar.


Minim cahaya keadaan rumah remang-remang tapi pintu kamar nona mudanya terbuka sangat lebar, sedikit terang dari sorotan bulan di luar yang menembus jendela berteralis besi di kamar Berlian.


Saat Ujang mendekat untuk mengeceknya dengan masih menahan hasratnya.


Tiba-tiba seseorang membelitkan tangannya diantarra perutnya. Ujang tersentak kaget bukan kepalang. Dengan lancang tangan itu menelusup di antara pakaiannya dan membelai lembut nan mesra permukaan perut serta dadanya. Membuat ujang seketika menutup matanya. Ujang juga dalam pengaruh obat yang Berlian masukan ke dalam air mineral dalam kemasan melalui jarum suntik. Tujuannya tentu saja agar Ghaza tidak curuga jika minuman itu sudah ia campurkan dengan obat. Berlian cukup pintar dengan tidak merusak segel kemasan.


"Aku tau kau tidak bisa mengabaikan ini." Bisik betsian di antara leher Ujang menghantarkan gelayar aneh pada pria itu.


"Ghaza mari menghabiskan malam denganku."


Ujang menduga Berlian mengira dirinya adalah Ghaza? Maka jadilah seperti itu. Ujang akan diam sekalipun Berlian menyangka dirinya adalah Ghaza, yang terpenting ia bisa menuntaskan hasratnya.


Berlian sempat curiga saat menciumi punggung dan ketiak pria itu dari belakang, di bawah kegelapan malam itu. Mengapapa Ghaza bau ketek? Batin berlian.


Mungkin karna Ghaza tadi bermandi keringat makanya bau ketek tukang panggul pasar, Berlian masih berpikir positif.


Berlian membawa pria itu dengan cara menuntunnya ke tempat tidur. Dan segera melompat ke pangkuan pria itu. Wanita itu langsung ******* rakus bibir Ujang. Ujang yang sedang dalam pengaruh obat tak memikirkan apapun. Masalah apapun urusan belakangan.


Ada yang aneh lagi. Pria seapik Ghaza mulutnya beraroma tembakau juga entah lah bau apa lagi Berlian tak mengerti. Tapi ia sudah di butakan oleh dugaannya bahwa pria itu adalah Ghaza.


Saat Ujang membanting dan mengambil alih permainan Berlian merasa senang dalam hati ia bersorak.


"Kau tak akan mampu menolak pesonaku."


Ujang sangat liar malam ini.


"Ghaza, aku iri saat membayangkan kau menyentuh Kayla seliar ini."

__ADS_1


"Ghaza."


Berlian terus berteriak menerima hujaman yang ia pikir Ghaza.


Saat Ujang hendak menarik diri, di saat permainannya sudah di ujung. Kaki Berlian mengapit kuat pinggang Ujang sehingga mau tak mau pria itu melepaskan benihnya di dalam rahim Berlian.


Mereka bahkan mengulang kegiatannya hingga beberapa kali.


Flash back off.


Ibu Ayudia terheran-heran saat membuka mata ia di kejutkan dengan jendela kaca di kamarnya telah hancur berantakan. Apa yang terjadi?


"Mengapa berantakan? Apa yang terjadi?" Ayudia bahkan bangun kesiangan.


"Astaghfirullah aku bahkan ke siangan." Ayudia beranjak dari tidurnya.


Terdapat dua botol air minuman yang telah tandas. Seketika pikirannya mengarah ke arah Ghaza, apa mungkin putranya mengunjunginya?


Ayudia segera meraih ponselnya bermaksud menghubungi Ghaza, tapi ponselnya lebih dulu berbunyi. Ghaza menelponnya.


"Assalamualaikum Bu ..." Sapa Ghaza.


"Waalaikumsalam .."


"Bu semalam Ghaza ketempat ibu. Maaf aku membuat kekacawan. Aku akan mengirim orang untuk memperbaikinya."


"Sebenarnya ada apa?"


"Nanti Ghaza ceritakan jika bertemu."


.


Berlian masih mengamuk menghancurkan setiap benda di kamarnya. Setelah berhasil mengusir tukang kebunnya Berlian menangis meraung menangisi nasibnyanya yang malang.

__ADS_1


Niat hati Berlian menjerat Arjuna tapi yang ia dapan hanya Hanoman benar-benar sial.


__ADS_2