
Kayla membawa kedua teman barunya yang sama-sama Army, istilah Fans sebuah group boy band Bts memasuki kamarnya, disana ada beberapa pernak pernik, ligth stik, serta album boy band kesukaannya, rencananya mereka akan bersenang-senang berjoget.
Entahlah Kayla sangat menyukai group yang personilnya tujuh pria tampan asal korea selatan, terserah jika ada yang menganggapnya haram atau apapun, bagi Kayla selama ia tidak merugikan orang lain ia masih anak baik begitulah kira-kira anak baik versinya.
Kamar Kayla di cat dengan warna ungu, warna yang melambangkan warna cinta.
"Gus Ghaza borahae." lagi-lagi Kayla mengatakan bahasa asing sampai Ghaza mencari artinya di aplikasi google.
Sepenasaran itu Ghaza pada kata-kata yang langka terdengar di pesantren.
"Ibu, ada konser, aku akan melihatnya di tv depan ya? Televisi di kamarku kecil."
"Ya, boleh tapi jangan kencang-kencang ya!" Kimmy mewanti-wanti karna tau putrinya sering menyalakan volume suara yang kencang.
"Iya Bu."
Di rumah itu memang yang tinggal sekarang hanya keluarga Ridwan dan Ghaza, baik Riza dan Risma sudah pindah dari rumah utama meskipun masih di sekitaran pondok.
__ADS_1
Akhirnya Kayla berserta kedua temannya menonton konser band kesukaannya melalui tv ruang tengah. Jika kedua temannya hanya duduk dan menikmati, berbeda dengan Kayla, Kayla bernyanyi dan mengikuti gerakan personil yang berada di tv, dari kejauhan Ghaza memperhatikan benar-benar remaja sesungguhnya, Ghaza menggelengkan kepalanya, Ya Allah kelakuannya seperti anak tk udah minta di lamar Gus pesantren. Manda dan Jihan saling tatap keduanya kemudian tertawa geli tanpa suara.
"Cil, Bocil. Matiin Tvnya, sebentar lagi adzan maghrib. Manda, Jihan kalian kembalilah ke asrama." Ghaza sudah berdiri di depan Kayla mengambil alih remote dari tangan gadis itu.
"Ih, masih lama juga. Masih empat puluh menit lagi." Kayla protes saat tvnya di matikan oleh anak tiri dari kakeknya. Padahal waktu adzan magrib masih lama. Belum juga setengah enam.
"Kau perlu membersihkan diri Kay. Kau lihat! Aku sudah rapih dan wangi sedangkan kau masih bau asem." Cibir Ghaza meledek.
Setidaknya ada kemajuan dari bau kencur sekarang bau asem mudah-mudahan besok Ghaza menyebutnya wangi wanita dewasa, batin Kayla penuh harap.
"Benarkah Gus Ghaza udah wangi? Mendekatlah biar kucium!" Ghaza repleks mendekatkan lengan bajunya. Dengang senang hati Kayla menghirup aroma memabukan kekasih bayangannya. Eh ralate kekasih impian, karna tahta tertinggi kekasih bayangan Kayla adalah Kim Tae Hyung.
Tukk
Ghaza mengetuk kencang kening gadis remaja di hadapannya menggunakan jari telunjuknya.
"Ah, sakit dasar Om-Om nyebelin." Kayla merajuk dan menghentak-hentak kakinya saat memasuki kamarnya.
__ADS_1
"Astaghfirullah, aku lupa jika memiliki wudhu, berarti aku harus wudhu kembali. Ya Allah bisa-bisanya aku menyentuh keningnya." Ghaza hendak berlalu tapi Ibu Kimmy menghentikan langkah kakinya.
"Gha. Kau apakan keponakanmu sampai merajuk seperti itu. Dia sampai membanting pintu kamarnya." Kimmy menghampiri anak anak tiri mertuanya.
"Keponakan? Aku lebih suka menyebut Kay adikku Bu." protes Ghaza. Canggung sekali ia pada istri dari kakak tirinya hubungannya benar-benar rumit. Ghaza memanggil ayah pada kakak tirinya. Ah takdir macam apa ini jika di filmkan akan sangat panjang mengambil judul Filmnya.
"Terserah, tapi kau tak tau saja jika Kay merajuk, berhari-haripun dia kuat tak mengeluarkan suara padamu. Bahkan suamiku saja sangat hati-hati saat berbicara padanya." ungkap Kimmy.
"Benarkah?" Ghaza sedikit tak percaya dengan ungkapan wanita di depannya.
"Ya, memangnya kau apakan Kay?"
"Tidak ada, aku hanya menyuruhnya mandi Bu, sudah sore." Ghaza sedikit mengkilah.
"Tidak mungkin. Ibu tau sifatnya, hanya karna omongan sepele ia tak mungkin marah." sela Kimmy cepat.
"Sebenarnya aku tadi repleks mengetuk keningnya, Bu, maaf."
__ADS_1
"Ya Allah, Bocah itu sangat tidak menyuka ada yang menyentuh kepalanya selain aku dan ayahnya, abang kembarnya selalu Kay tepis saat mengusap kepalanya. Kau siap-siap saja Kay, akan mendiamkanmu selama satu minggu. Dia akan menderita pentakit buta, tuli, dan bisu saat merajuk." Kimmy tertawa melihat ekspresi Ghaza yang mengelan ludahnya sampai berbunyi.
"Kita lihat saja, apa Kayla kita akan kuat mendiamkanku." Ghaza mengulum senyumnya.