
Sekitar jam sebelah malam Ridwan kembali kerumah bersama kedua orang tuanya, lelah tentu saja menghampiri dirinya, tapi saat menengok ke arah ranjang saat ia mendapati tubuh istrinya terlelap, seakan lelahnya begitu saja menguar entah kemana.
Dengan perlahan Ridwan membangunkan istrinya, sebenarnya ada rasa tak tega, tapi jika istrinya tidak di bangunkan justru dia yang tidak akan bisa tidur, kadang Ridwan bertanya-tanya apa separah ini dampaknya saat ia ketagihan hubungan intim atau hanya dirinya saja.
"Dek bangun, Dek," Ridwan membangunkan dengan pelan istrinya, tapi Kimmy tidak juga membuka mata, ia juga mengguncang tubuh istrinya tapi istrinya hanya menggeliat kemudian kembali terlelap.
Ridwan membaca basmallah dan berdoa kemudian memulai pemanasannya.
Ridwan melancarkan aksinya dengan sangat lembut, ia menjamah tubuh seksih itu, Kimmy membalas dan menikmati setiap sentuhan yang ia dapatkan tapi matanya enggan untuk terbuka.
"Seperti kau sangat kelelahan, Dek, kalau gitu aku ambil sendiri saja ya!"
Ridwan melucuti tubuhnya sendiri kemudian ia lanjutkan juga melucuti tubuh istrinya, penyatuan yang di lakukannya ia nikmati, dengan nafsuh yang menggebu-gebu Ridwan mengguncang tubub istrinya.
"Astaghfirullah!" Kimmy membuka matanya, ia terpekik saat menyadari tubuhnya sedang di gagahi, hampir saja ia berteriak jika mulutnya tak segera di bungkam dengan bibir suaminya.
"Ini aku Dek, nikmatilah, Mas tidak tahan saat melihatmu." Ridwan melanjutkankan aksinya sampai ia mencapai titik puasnya.
Ridwan sampai membersihkan sendiri cairan sisa percintaannya, karna Kimmy yang kembali terlelap, mungkin saja Kimmy mrnganggap ia tengah bermimpi.
.
Saat pukul setengah empat pagi seperti biasa Ridwan bangun lebih awal.
"Dek, bangun sebentar lagi subuh." Ridwan membangunkan istrinya dan kali ini Kimmy langsung bangun.
"Kau kapan pulang Gus?"
"Ya Allah, kau tak ingat saat aku pulang?" Kimmy hanya menggeleng lemah.
Kimmy kemudian terduduk dan mengucek matanya, saat dirasa udara sejuk menerpa tubuh bagian atasnya Kimmy menjatuhkan pandang, ternyata benar dirinya dalam keadaan polos.
"Mau menggodaku? Nanti saja ya, waktunya tidak cukup atau yang semalam masih kurang."
"Dasar mesum."
"Ayo, kita mandi bersama."
.
"Gus, aku berangkat kuliah lebih dulu ya?" Kimmy pamit mencium tangan suaminya dan berlalu mengendarai mobilnya.
Sebenarnya kali ini Kimmy akan bolos kuliah ia akan menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi, dan yang di lakukan Ustadz Jaelani mencurigakan.
__ADS_1
Kimmy memarkirkan mobilnya di depan mini marker tak jauh dari mini market deket pondok, kemudian ia menukarkan mobilnya dengan seorang teman di kampusnya.
.
Ridwan yang tadinya hanya akan berangkat ke pabrik untuk mengecek beberapa pekerjaan, tapi niatnya ia urungkan saat melihat laptop istrinya tergeletak di atas meja makan, Ridwanpun berinisiatif untuk mengantarkan Laptop itu kekampus istrinya sebelum pergi ke pabrik.
Ridwan berangkat bersama adiknya Riza, membelah jalanan dan sesekali mengedarkan pandang barangkali saja istrinya belum sampai dan masih di jalan.
"Nyari apa Mas?"
"Nyari Kimmy barangkali saja ia masih di jalan."
"Dia sudah berangkat dari setengah jam yang lalu, paling udah sampai, gak mungkin Kimmy masih di jalan mengingat caranya menyetir bagaikan di area sirkuit balap." Riza yang keceplosan berbicara segera membekap mulutnya sendiri.
"Memangnya kamu tau Kimmy mengendarai mobilnya secepat apa?"
"Itu, itu, anu Mas. Kimmykan orangnya gesit itu hanya tebakanku saja." Riza mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
"Mas bagai mana sama permintaan Bang Sami?"
"Aku sudah menyetujuinya aku sudah dapat bandar yang mengepul kencur segar langsung dari petani." Ridwan masih memikirkan maksud ucapan Riza tentang cara Kimmy berkendara.
Keduanya tiba di tempat parkir Kampus.
"Iya ayo keluar, sepertinya dia juga baru sampai, bahkan mesin mobilnya belum di matikan."
Tok.. Tok.. (Ridwan mengetuk kaca mobil)
Tapi saat pintu mobil terbuka Ridwan dan Riza kompak terkejud karna yang ada di mobil itu bukan Kimmy melainkan gadis lain.
"Ada apa Pak?" Sapa gadis itu sopan.
"Dimana Kimmy?" Tatapan Ridwan menajam menuntut penjelasan.
"Saya tidak tau Pak." Gadis itu segera keluar dari mobil.
"Bagai mana kau tidak tau? Jika mobil Kimmy di bawa olehmu!" Kali ini Riza yang bertanya.
"Sungguh aku tidak tau Kimmy berada di mana."
"Lalu mengapa bisa mobilnya bersamamu?."
"Semalam Kimmy menghubungi saya, meminta saya untuk bertukaran mobil hari ini, katanya ada hal penting yang harus ia selesaikan, saya tidak punya alasan untuk menolak lagi pula Kimmy itu teman saya pak."
__ADS_1
"Dimana kalian bertukar mobil?"
"Di depan mini market dekan pondok pesantren Almukarrim." Jawab gadis itu yakin
"Ya Allah Mas ayo kita cari Kimmy sekarang, ternyata dia benar-benar nekad menyelidikinya sendiri."
"Menyelidiki apa Riza." Ridwan bertanya dengan tidak sabar.
"Ayo kita pergi sekarang, aku akan cerita sambil kita mencari keberadaannya." mereka meninggalkan gadis itu dengan perasaan bingung.
.
"Sebenarnya ada apa Riza?, katakan sekarang."
"Kimmy sedang mencurigai seseorang Mas, dan dia sedang mencari bukti untuk keadilan seseorang juga, tapi dia melakukan ini diam-diam Kimmy tidak ingin menuduh seseorang tanpa bukti, itu sebabnya ia menyuruhku dan Mba Risma untuk tetap menutup mulut, tapi aku kira Kimmy tidak senekad ini."
"Mencurigai siapa Riza? Jangan membuatku semakin berpikir."
"Ustadz Jaelani, Mas dia mencurigai ustad setengah baya itu, katanya ada hal janggal dari yang Ustadz itu lakukan, dan semalam Aku, Kimmy dan Mba Risma membawa santriwati ke sebuah rumah sakit karna pendarahan hebat, dan dari hasil pemeriksaan dokter gadis itu ternyata melakukan tindak aborsi drngan obat-obatan."
"Apa?"
"Dan Kimmy menduga bahwa Ustadz Jaelanilah dalangnya."
"Astaghfirullah mengapa Kimmy begitu gegabah?, menangani masalah ini." Ridwan tidak habis pikir dengan istrinya.
"Mas Ridwan lupa siapa istrimu? Kimmy itu tangguh dan kuat dia selalu mempunyai cara untuk mengatasi masalah."
"Tapi mau bagai manapun dia seorang gadis Za, memang tujuannya baik tapi Mas khawatir dengannya."
"Itu wajar Mas, lebih baik Mas doakan yang terbaik untuk Kimmy."
Keduanya menyusuri jalanan untuk mencari keberadaan Kimmy, beberapa kali Ridwan menelpon nomor Kimmy tapi tidak mendapat jawaban.
.
Kimmy sekarang berada di salah satu hotel, setelah sebelumnya ia mengikuti minibus yang di kendarai oleh Ustadz Jaelani.
Kimmy sedang menunggu kedatangan polisi, karna ia sudah dari tadi melaporkan hal ini kepihak yang berwajib, buktinya semakin kuat dengan di lengkapi rekaman CCTV yang akan memberatkan Ustadz Jaelani, beberapa kali pria paruh baya itu mendatanhi hotel ini dengan gadis yang berbeda-beda.
Kimmy semakin gelisah takut-takut polisi terlambat untuk datang, dan untuk menghentikan perbuatan pria itu, dengan uang yang ia miliki Kimmy membayar petugas hotel untuk membuka pintu kamar yang di yakini didalamnya ada Ustadz Jaelani dan seorang gadis. Awalnya petugas hotel itu menolak tapi denganbeberapa ancaman petugas itu mau membantunya.
Disaat pintu hotel terbuka...
__ADS_1