
"Abang, tolong Kay!" Kayla tiba-tiba memekik dari arah kamar mendi dengan wajah pucat dan tangan gemetar luar biasa, ia takut terjadi sesuatu pada bayinya.
Wanita hamil itu mendapati flek di sekitar pakaian dalamnya saat hendak buang air kecil. Kay takut, sangat takut bayangan ia akan kehilangan bayinya memutar begitu saja di benaknya.
"Ada apa Sayang?" Ghaza segera menerobos kamar mandi untuk mengetahui ke adaan istrinya.
"Abang, lihat! Kay mengalami flek." Kayla sudah menangis. Menunjukan pakaian dalamnya pada Ghaza ya terdapat bercak darah kecolkatan di sana.
"Tenang Sayang jangan panik kita akan kedokter saat ini juga!" ucap Ghaza menenangkan.
"Kau jatuh Kay?" Ghaza menanyai istrinya dan menuntun Kayla untuk membersihkan area intinya dari gumpalan coklat yang tersisa di antara pangkal paha istrinya.
Ghaza heran mengapa istrinya mengalami flek? Padahal sejak kecelakan kedua iparnya Ghaza sama sekali tidak mendatangi istrinya. Apa Kayla terlalu memikirkan keberadaan Kahfi? pikir Ghaza.
"Sayang hati-hati!" Ghaza menuntun istrinya keluar kamar setelah sebelumnya memakaikan istrinya kerudung serta pakaian dalam.
"Ibu ... Ayah ..." Ghaza memanggil nyaring kedua mertuanya.
"Ada apa Ghaza?" Ridwan sedikit kesal pasalnya ia tengah bercakap-cakap dengan orang yang Ridwan suruh untuk mencari Kahfi.
Begitu juga dengan Kimmy yang langsung menghampiri putrinya yang tengah di papah oleh Ghaza.
"Ayah, Ibu, Kay mengalami flek, ayo kita bawa kerumah sakit." tergambar jelas kepanikan di raut calon ayah itu.
__ADS_1
"Astaghfirullah. Astaghfirullah." Ridwan beberapa kali beristighfar, belum mendapat penyelesaiaan dari musibah lain, keliarga Ustadz Ridwan kembali di guncang cobaan.
"Aku ikut!" Lexi sudah berada di antara tante serta sepupunya.
"Jangan Lexi, kau jaga rumah dan Kahfa saja barang kali ia membutuhkan sesuatu. Kahfa juga belum minum obat." ujar Kimmy ia menahan keponakannya untuk ikut ke rumah sakit, khawatir putranya membutuhkan bantuan.
"Tapi Lexi takut ada Fitnah tante." Lexi menolak halus permintaan tantenya.
"Tidak akan, ada Bibi juga di rumah." Akhirnya Lexi mengangguk pasrah mengiyakan.
.
Ridwan menyetir mobil, sedangkan Ghaza masih terlihat panik di bangku penumpang, yang lebih ia takutkan adalah Kaylany, ia takut jika istrinya tertekan jika sesuatu hal buruk terjadi pada bayi mereka.
Kayla menggeleng samar, sebenarnya ia merasa sedit kram di perut bagian bawahnya, tapi ia tak ingin membuat suasana hati Ghaza semakin panik.
Keringat sudah mengembun di kening Kayla.
"Ayah, tolong cepat sedikit." Ghaza mulai tak sabar.
"Tenang Ghaza, pasti Kay akan baik-baik saja." Kimmy mencoba menenangkan menantunya.
"Iya Bu."
__ADS_1
Setelah sampai Kayla langsung di larikan ke unit gawat darurat. Ghaza ngotot ingin menemani istrinya di periksa oleh dokter spesialis kandungan.
Bak tersambar petir, dokter wanita itu mengatakan jika istrinya mengalami lemah kandungan, di usia Kayla yang belum genap memasuki umur dua puluh tahun, memang rentan mengalami keguguran atau kelahiran prematur.
Dan saran dokter adalah Kayla harus istirahat total serta mengkonsumsi penguat kandungan.
"Abang, apa kata dokter? Bayi kita baik-baik saja kan?" Kayla terlihat cemas menelisik manik suaminya dengan seksama.
"Iya, anak kita baik-baik saja asal Mamanya jangan terlali banyak pikiran serta terlalu lelah ya?" Ghaza menjawil hidung istrinya.
"Lalu apa penyebab Kay mengalami flek Bang?"
"Entahlah dokter masih belum bisa menyimpulkan." ucap Ghaza.
"Jangan terlalu memikirkan Kahfi ya, doakan saja yang terbaik untuk Abangmu." Kayla mengangguk setuju.
.
Ges maaf ya, upnya sedikit lagi🙏
Aku lagi kurang fit, mungkin karna terlalu banyak ngerondain dedrk bayi yang tengah demam.😁
Selamat menunaikan ibadah puasa untuk yang menjalankan🤗🤗🤗
__ADS_1
Jaga kesehat serta tidur yang cukup ya. Ba bay. Salam sayang untuk kalian semua😚😚😚