
"Bagai mana kencanmu? Apa sangat menyenangkan membuatku cemburu." Jason mendekati wanita yang baru melewati pintu kamarnya.
"Ah.."
Hampir saja Sari berteriak karna terkejut, untung saja Jason segera membungkam mulut wanita di hadapannya menggunakan telapak tangannya, Jason memojokan tubuh ramping itu ke daun pintu, dan menghimpitnya. Sarah melotot bola matanya nyaris keluar mendapati tindakan tak derduga itu.
"Emm ... " Sari masih berusaha memberontak.
"Diam!"
Sari mengangguk patuh, sebenarnya Sari tidak terima di perlakukan seperti ini, ia wanita beragama sangat paham dengan atuemran dan syariat batasan bergaul dalam islam, tindakan Jason yang menyusup ke kamarnya adalah tindakan yang salah.
Selama ini Sari masih menolak untuk menikah dengan Jason, karna hatinya masih terluka atas kegagalannya dalam berumah tangga, tapi jika ia tidak segera menikah bisa-bisa ia akan mendapat Fitnah atau sesuatu yang lebih buruk dari ini.
__ADS_1
"Aku akan melepaskanmu, tapi kau jangan berteriak. Atau aku akan membungkam bibir mungilmu dengan sesuatu yang lain selain tanganku, yang pastinya akan lebih menguntungkanku. jika kau mengerti anggukan kepalamu." perintah Jason mutlak.
Ragu-ragu Sari mengangguk. Dan di saat Jason melepaskan tangannya.
Sari bukanlah seorang wanita yang patuh, cukup sekali Sari mematuhi ucapan pria yaitu mantan suaminya yang menyuruhnya menyetir mobil sendiri, sampai mengharuskannya kehilangan calon anaknya. Setelah itu Sari menjadi wanita pembangkang.
"Ahhh ... " Sari berteriak.
Jason bukan tipikal pria yang sabar atau hanya main-main dengan ucapannya, karna bagi Jason seorang pria yang di pegang adalah ucapannya. Tanpa menunggu lagi Jasom segera membungkam mulut wanita berhijab itu dengan mulutnya. Pria itu mencicipi bibir yang selama beberapa bulan ini menjadi Fantasinya.
"Kenapa kau menciumku sialan? Kenapa juga kau berada di kamarku?"
"Aku menciummu karna aku ingin, aku berada di sini juga karna aku menginginkanmu. Menikahlah denganku" tanpa malu Jason berterus terang.
__ADS_1
"Kau itu mengerti bahasa orang tidak? Aku tidak ingin menikah denganmu."
"Jika kau senang menabung dosa ya sudah. Tapi aku tidak akan berhenti sebelum kau kunikahi. Aku tidak perduli sekalipun kita harus memiliki anak di luar nikah. Bagai mana mau kunikahi esok pagi? Atau kita peraktek membuat bayi malam ini?" Jason kembali mendekati Sari.
Tidak ada pilihan selain menerima pernikahan yang di tawarkan Jason dari pada ia harus di rudapaksa oleh pria itu.
"Ya sudah besok kita menikah. Sekarang pergilah." sari mengusir Jason dari kamarnya.
"Jangan mencoba melarikan diri dariku, karna kemanapun kau pergi aku akan mendapatkanmu. Aku sudah menyiapkan pernikahan kita besok. Terimakasih sudah menerima lamaranku." Jason tersenyum menawan karna rasa bahagianya.
"Ha ha ha, romantis sekali caramu melamar." Sari mencibir pria yang bertingkah semaunya itu.
"Aku tersanjung atas pujianmu Nona. Aku jamin aku akan memberikan kebahagian untukmu, kasih sayang juga perhatian, akan aku pastikan orang yang sudah membuangmu menyesali tindakan bodohnya. Kau akan ku jadikan wanitaku satu-satunya baik di rumah maupun di hatiku." Jason kembali berlutut ia mengecup punggung tangan Sari, yang entah mengapa ada sepercik perasaan hangat yang menyelimuti hatinya.
__ADS_1
Sari tidak tau tindakannya menerima lamaran Jason benar atau salah tapi yang pasti ia hanya tak ingin lebih lama berbuat dosa dengan kenekadan duda tampan itu.