
Benar kata sang penyair cinta, jika kehadiran seseorang akan terasa berharga saat orang itu telah tiada, sudah dua hari Ridwan mencari istrinya tapi juga belum menemukan hasil, Ridwan juga sudah melapor ke polisi tapi juga belum ada kabar baik, bahkan Ridwan sudah menghubungi kedua kakaknya tapi Kimmy masih di cari keberadaannya.
Ridwan mendatangi ibunya di kamar sang ibu, dia mencurahkan semua keluh kesahnya di pangkuan sang ibu. "Umi, aku bersalah aku telah lalai pada istriku sendiri, aku menyakitinya tanpa sengaja. Mengenai Ayudia maaf, Umi aku tidak bisa menikahinya, aku tak bisa mempertaruhkan rumsh tanggaku dalam hal ini, aku mohon pengertiannya Umi."
"Umi mengerti, kau tidak perlu melakukan apapun Nak, jika nanti istrimu kembali, pergilah dari pondok ini, pindahlah ke tempat lain yang dimana hanya ada keluarga kecil kalian saja, umi sudah mengijinkanmu, jangan menghawatirkan Umi, kau hanya perlu mendoakan Umi."
"Terimakasih Umi, tolong doakan agar aku segera menemukan istriku. Sesungguhnya jika doa salah satuseorang muslim belum terkabulkan maka mintalah ibu dari kalian sekalian untuk mendoakannya. Dan Ridwan ingin Umi mendoakanku." Ridwan kembali bersimpuh di pangkuan sang ibu, tangan keriputnya mengelus kepala pria itu.
"Umi selalu mendoakanmu Nak, bahkan Umi juga berdoa semoga Allah menenangkan pikiranmu saat kau pindah dari sini, dan yang membuatmu berat untuk pindah dari tempat ini semoga Allah mencabut beban itu." Setiap ibu yang menyayangi putranya akan selalu mendoakan kebaikan untuk seluruh anajnya begitupun dengan ibunya Ridwan.
__ADS_1
Ternyata Tuhan langsung menjawab doanya, saat itu juga ada nomor yang tidak di kenal menghubunginya.
Tiba-tiba ada sebuah video yang dimana pemerannya adalah istrinya sendiri, tapi yang membuatnya nyaris terbunuh saat itu juga adalah keadaan Kimmy yang tanpa busana dan bahkan sedang di gauli seorang pria yang merupakan sepupuhnya sendiri, bahkan orang yang telah mengirim Video itu menyertakan alamatnya juga.
Tanpa pikir panjang Ridwan pergi ketempat yang di maksud di temani adik serta polisi yang kini tengah menangani kasus istrinya.
Tempat itu jauh dari keramaian dan hanya ada satu rumah di sana, Ridwan menyuruh polisi menunggu di luar sedangkan dirinya memasuki Rumah bersama Riza, keduanya berpencar mencari keberadan Kimmy. Ridwan memasuki satu kamar yang di curigai ada Kimmy di dalamnya dan meminta Riza untuk diam di ruang tengah.
"Biadabb!!" Ridwan menerjang tubuh yang masih di atas badan istrinya.
__ADS_1
Kimmy yang mendengar teriakan suaminya perlahan lahan membuka mata, ya sejak ia di culik ia sama sekali tidak sadarkan diri. Dengan masih linglung serta keadaan tubuh yang lemah ia mencoba mengumpulkan sedikit kesadarannya.
Ridwan menyeret tubuh telanjang El Malik keluar kamar tanpa memerdulikan keadaan istrinya. Kali ini Ridwan berubah menjadi tukang pukul yang membabi buta, amarah menyelimuti seluruh dirinya, Malik babak belur di tangan kekar Gus tampan itu.
"Hentikan mas. Dia bisa mati." Riza berusaha melerai kakaknya.
"Bahkan kematianpun tidak cukup untuknya Riza!" Amarahnya meledak-ledak, polisi juga sedah berada di sana dan mengamankan Malik.
Malik sudah di amankan oleh polisi, tapi secepat cahaya kilat Malik meraih pistol yang tergantung di pinggang salah seorang polisi.
__ADS_1
"Aku mencintai Kimmy, dan aku tidak mengingkari janjiku, setidaknya aku pernah memilikinya walau sebentar. Kau tidak perlu mengotori tanganmu untuk membunuhku. Karna!..."
DORR...