
Di sinilah Jason berada, di depan ruang oprasi, selesai membawa wanita hamil itu ke unit gawat darurat, wanita hamil itu segera di pindahkan ke ruang oprasi untuk menjalani tindakan.
Tadinya Jason pergi ke kota itu setelah mendapatkan kabar dari Ridwan adik iparnya, jika Kimmy telah di temukan. Tapi di perjalanan ia di hentikan banyak orang untuk membawa wanita hamil yang mebgalami kecalakan lalu lintas, bukan hanya dirinya saja yang mengantar Sari kerumah sakit ada pula dua orang lain bersamanya, satu wanita yang sudah berumur sekitar 50 tahunan dan satu pria yang mungkin umurnya sama dengan Jason.
"Ridwan, maaf aku tak bisa menemui kalian sekarang, aku sedang di rumah sakit." Jason mengirimkan pesan dan langsung mendapatkan telepon dari nomor adik iparnya.
Drttt..
"Hallo... Kakak sakit apa?" terdengar suara wanita dengan nada bergetar Jason yakin jika ini suara adiknya.
"Kakak, tidak papa. Hanya saja kakak sedang menolong wanita hamil yang mengalami kecelakaan lalu lintas." Jason menjelaskan, tapi anehnya pria itu masih merasa cemas.
"Kimmy sayang kau baik-baik saja kan, jangan berbuat seperti itu lagi yah, jija kau ingin kabur bilang-bilang dulu sama kakak. Biar aku dan Sami tidak terlalu menghawatirkanmu." Jason memberi perintah.
"Ish, kalo bilang dulu bukan kabur namanya. Aku baik-baik saja ketiga keponakanmu dalam keadaan baik kak. Aku janji tidak akan lari lagi kak ternyata kami hanya salah paham." Kimmy menjelaskan dan berjanji di balik teleponnya.
__ADS_1
"Syukurlah. Kakak tutup ya, sepertinya kakak ada urusan." Jason tidak bilang jika yang di tolongnya adalah istri dari adik ipar Kimmy, karna ia tidak mengingat Sari mungkin karna baru bertemu beberapa kali. Anehnya meskipun sudah mendapatkan kabar baik dari adik dan keponakannya Jason masih merasa Khawatir dan cemas entah karna apa.
Riza sudah sampai di depan ruang oprasi setelah bertanya ke petugas yang berjaga di rumah sakit itu.
"Bang bagai mana keadaannya?" Riza bertanya panik jeringat di pelupisnya bercucuran dari setiap arah.
"Dokter bilang bayi dalam kandungannya tidak dapat di selamatkan. Mungkin karna benturan keras yang menghantamnya. Dia sedang menjalani oprasi pengangkatan bayinya." jelas Jason.
Bak seperti jelly, lemas sudah lutut dan persendian Riza saat itu juga ia meluruh ke lantai dengan perasaan yang tak berbentuk, ia masih mengingat saat bagai mana ia menyuruh istri pertamanya mengendarai mobil sendiri yang kini menjadi penyesalan terbesarnya dalam hidup.
"Maafkan aku, maafkan aku." berkali-kali Riza mengulang kata itu.
Sudah enam jam dari oprasi di lakukan, bayi yang malangpun sudah di kuburkan. Pihak keluarga menunggu di luar ruangan, hanya Citra dan Ayu dia yang tidak terlihat kedua wanita itu berada di rumah pondok.
"Dek kenapa bisa Sari mengalami kecelakaan seorang diri, memangnya kau sangat sibuk sehingga Sari menyetir sendiri." Risma bertanya, Riza masih bungkam tanpa menjawab. Sedangkan Ridwan tidak ingin ikut campur karna terus terang saja Ridwan masih kesal dengan Riza yang sudah menjadi dalang dari pertengkaran antara ia dan Kimmy.
__ADS_1
"Kau lihat, meskipun ini bagian dari takdirnya Allah, tapi tetap saja kau penyebab utamanya, jika kau mengantarkan istrimu periksa dan tidak menyuruhnya menyetir sendiri ini tidak akan terjadi." Abi tampak marah dan menyalahkan Riza.
"Apa? Kau menyuruh istrimu menyetir sendiri dalam keadaan hamil. Laki-laki macam apa kau?" Jason ikut emosi mendengarnya. Risma menatap Jason yang pernah meminangnya namun ia tolak, dengan tatapan tak terbaca Risma masih mencuri pandang ke arah Jason.
"Kak, tenangkan dirimu." Kimmy mengelus pundak kakak kandungnya itu untuk menenangkan.
"Kimmy, kau tak melihat bagaimana wanita di dalam di penuhi darah di sekujur tubuhnya, bahkan aku masih membayangkan bagai mana reaksi wanita itu saat mengetahui bayinya tidak selamat, di saat aku menggendongnya menuju ke rumah sakit dia meracau memanggil bayinya.Sampai aku ikut bersalah saat mendengarnya." Jason marah, ingin sekali Jason melayangkan tinjunya di wajah pria tampan itu.
"Seharusnya jika kau tidak bisa membahagiakannya kau tidak perlu melukainya sedalam ini, kau bisa menceraikannya baik-baik Riza, Mbak sudah memperingatkanmu." Risma sudah terisak, ia merasa malu memiliki adik sekejam Riza.
"Aku tidak pernah memaksa Sari untuk tetap menjadi istriku Mbak, dia sendiri yang keras kepala untuk tetap menjadi istriku." Riza membela diri.
"Itu karna Sari terlalu mencintaimu Bodoh." Risma sampai berkata kasar saking kesalnya pada Riza.
"Bukan karna itu Mbak, sebenarnya Sari sudah akan menggugat cerai Riza karna Riza memadu dirinya, tapi karna Sari tidak egois ia ingin agar anaknya dapat merasakan kasih sayang ayahnya yang tidak tau diri, bahkan Sari pernah bilang padaku jika ia sudah tak kuat atau setidaknya setelah anaknya lahir Sari sendiri yang akan melepaskanmu Riza." Imbuh Ridwan, dia yang sedari tadi diam akhirnya buka suara.
__ADS_1
Riza membeku di tempatnya kini sanggupkah ia berpisah dengan istri pertamanya yang selalu ia banding-bandingkan?.