
Kimmy, Ridwan serya santri pria yang bernama Dodi sekarang tengah berada di kantor polisi, tidak banyak yang petugas itu tanyakan pada Kimmy hanya beberapa pertanyaan yang di jawab tenang oleh Kimmy.
"Nyonya Kimmy dari mana kau mendapatkan senjata api"
"Aku membawanya." Kimmy kemudian menunjukan sebuah kartu. "Senjata itu legal ku miliki, dan aku mempunya alasan jelas melakukan itu, aku rasa anda tidak bodoh untuk memikirkan ini."
Ridwan melihat sepintas kartu yang di tunjukan istrinya, berbagai pertanyaan bersarang di benaknya tapi ia menyimpannya sendiri dalam hati.
"Berapa lama anda mengintai pria yang bernama Jaelani?"
"Tidak lama, tidak sampai dua hari aku mendapatkan semua bukti, hanya saja aku baru mencurigai dan menyadari beberapa kejanggalan pada dirinya sekitar satu minggu." Kimmy hanya memperlihatkan ketenangannya, padahal dalam jiwanya ia terguncang dengan sangat hebat kejadian ini seakan mengingatkan dan memerangkapnya pada kejadian sepuluh tahun yang lalu. Pandai sekali Kimmy menutupi kejadian itu.
Bertahun-tahun sudah berlalu, tapi Kimmy masih mengingat dengan jelas bagai mana tiga orang dalam hidupnya dirampas satu persatu, selain dirinya hanya Sami dan Jasson saja yang berada di luar negri yang selamat dari kejadian mengerikan di masa lalu. Kimmy bahkan pernah menjelma menjadi monster beberapa waktu lalu.
Ridwan selalu memperhatikan tatapan Kimmy yang sekarang nampak datar serta penuh dengan dendam.
"Pak, saya ingin semua di usut sampai tuntas, beberapa santri kami menjadi korban Jaelani, bahkan beberapa di antara mereka menggugurkan kandungan." Ia masih bingung bagai mana caranya memberi tau Abinya, yang kini sedang menuju ke kantor polisi setelah sebelumnya ia menghubungi Abi.
Dodi juga di mintai keterangan untuk di jadikan saksi. Sungguh Dodi sangat menyesal karna selama ini ia memilih bungkam karna takut akan ancaman jaelani. Mental pemuda itu juga terguncang.
Saat Abi, tiba diantar oleh Ustadz Zaki Ridwan dan Dodi langsung mendatangi keduanya kemudian meneritakan kejadian sebenarnya versi masing-masing. Kyai Sulaiman nyaris tak percaya dengan apa yang ia dengar begitupun dengan Ustadz Zaki.
"Lalu bagai mana keadaan Istrimu, Nak?" Abinya mulai cemas pada kejadian yang melibatkan menantu satu-satunya.
Setelah semua urusan di kantor polisi selesai semuanya mereka pulang ke pondok, Kimmy masih diam sadari tadi, meskipun sudah di ajak Ridwan berbicara.
Sami dan Jason langsung menyambangi pondok pesantren untuk menemui adiknya mereka hawatir jika adiknya akan kembali pada dunianya di masa lalu, Kimmy yang selalu haus akan darah para pelaku kejahatan. Bahkan saat Kimmy menyangka Malik menghianatinya hampir saja Kimmy melenyapkan pria itu jika tidak langsung Jason ungsikan pria itu keluar negri.
__ADS_1
Pukul delapan malam Sami dan Jason sampai, ia di sambut hangat keluarga Kyai Sulaiman. Sami dan Jason tidak memerdulikan sambutan semua orang, yang mereka cari adalah adiknya.
Ridwan membawa Kedua kakak iparnya menemui Kimmy. Wanita itu langsung berlari, meghambur ke pelukan kedua kakaknya.
"Kak, hampir saja aku mengkari janjiku pada kalian, hampir saja aku melenyapkan seseorang dengan kedua tangan kotorku." Kimmy terisak menunjukan kedua tangannya. "Maafkan aku kak, maaf, tolong maafkan aku." Kimmy tampak menyedihkan isakan tangisnya sangat pilu, dan menyesakan.
Ridwan bertanya-tanya seberapa banyak yang tidak ia ketahui tentang istrinya.
"Shett tenanglah, semua baik-baik saja." Jason dan Sami mengecupi kedua tangan adiknya.
"Tidurlah, kau pasti lelah." Jason mengecupi kepala adiknya dengan sayang.
"Kak, apa kalian membawa obatku, aku butuh obat ini sekarang." Kimmy mendongak menatap wajah kedua kakaknya penuh harap.
"Maaf, Cantik kami tidak membawanya, kau tidak sakit, kau tidak perlu meminum obatmu." Sami mengelus lembut pipi adiknya.
Ridwan menatap ketiganya secara bergantian, ia berjanji akan menanyakan semuanya pada kedua kakak iparnya.
"Keluarlah!". Ridwan menyeret kedua kakak iparnya, "tunggu aku di luar, aku butuh penjelasan dari kalian" ia berbisik di akhir kalimat.
"Ayo tidur, biar Mas temani." Kimmy patuh pada ajakan suaminya ia segera mengganti baju dan menaiki ranjang, setelah lalu mulai memejamkan kedua matanya, dan kemudian membukanya kembali.
"Gus jika kesalahanku sangat banyak, apa Tuhan akan mengampuni aku?"
"Tentu saja, Allah sangat baik, maha penyayang serta maha pengampun."
"Meskipun kesalahanku banyak sekalii?"
__ADS_1
"Ya meskipun kesalahanmu banyak sekali atau sebesar gunung sekalipun Allah akan mengampunimu, Asal kau mau bertaubat."
"Baiklah, aku akan tidur. Selamat malam."
"Terimakasih, sayang kau sudah berani melakukan hal besar di pondok ini." Ridwan mencium kening istrinya. "Tidurlah."
Setelah yakin istrinya sudah terlelap, Ridwan kembali keluar untuk menemui kedua kakak iparnya.
Ridwan menuntun kedua kakak iparnya, menuju ruang kerjanya untuk memastikan tidak ada yang mencuri dengar obrolan mereka sekalipun keluarganya sendiri.
"Katakan apa yang terjadi di masa lalu Kimmy, kalian tau? Saat tadi aku melihat Kimmy memainkan kenjata api dengan sangat piauai dan liar, aku seakan melihat sosok lain di hatapanku, bukan aku saja bahkan semua orang juga sama terkejutnya denganku."
Jason hanya menengadahkan kepalanya dengan mata terpejam nafasnya memburu dengan rasa yang nenyesakan dada.
Jason ingat juga saat tiga taun lalu Kimmy berubah menjadi malaikat pencabut nyawa untuk mantan istri serta selingkuhan mantan istrinya, meskipun ia tidak melihatnya dengan langsung tapi ia yakin bahwa Kimmy yang sudah melenyapkan keduanya, meskipun Kimmy melesatkan tembakan dari jarak yang sangat jauh.
Dulu mantan istri Jasson menduakannya dengan cara berhianat, akhirnya Jason dan istrinya bercerai, Jason yang merasa sakit hati enggan memberikan harta gonogini sebagai kompensasi sehingga membuat Mantang istri beserta selingkuhannya gelap mata, dan membayar beberapa pesuruh untuk menculik dan melenyapkan Jason, untungnya Jason masih di berikan kesempatan hidup, untuk melarikan diri dan selamat. Tapi Kimmy tidak menerima akan hal itu, di saat usianya tujuh belas tahun bahkan tepat pada hari ulang tahun Jason, Kimmy seakan menghadiahi kakaknya dengan kabar kematian kedua penghianat yang hampir mengirim Jason ke alam baka. Kimmy menembak mantan kakak iparnya tepat di dadanya dan tembus hingga ke jantung, tapi ia merekayasa seakan itu peluru yang nyasar dan tanpa sengaja hinggap di wanita licik itu. sedangkan untuk selingkuhan mantan kakak iparnya Kimmy membuat seolah-olah terjadi akibat kecelakaan lalu lintas, di malam yang sama dua sejoli itu meregang nyawa.
Jason terhenyak dari lamunannya saat Sami memanggilnya, ia larut dengan kejadian-kejadian yang menimpa keluarganya di masa lalu.
"Bagai mana Jas? Mau kau atau aku yang bercerita?"
"Kau saja, Sam, aku tak sanggup berkata jika itu mengenai Kimmyku ia sudah terlalu banyak bercerita."
Sami mulai menghembuskan nafas untuk meredam sesak didadanya.
"Semua ini berawal dari dua belas tahun yang lalu saat Kimmy, masih berusia delapan tahun, ia menyaksikan ketidak adilan terjadi pada keluarga kami, adik perempuanku yang umurnya dua tahun di atas Kimmy harus tiada di hadapan mata Kimmy sendiri dengan cara yang amat mengerikan." Sami malah meraung saat mengingat sebagian masa lalu keluarganya.
__ADS_1
"Zui tiada karena...