Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Memaafkan


__ADS_3

Belum masalah yang mereka hadapi, tiba-tiba Sari dan Riza membawa adiknya untuk tinggal di sana gadis muda yangkin umurnya baru menginjak angka dua puluh tahun, Kimmy tidak bisa membiarkan ini terjadi ia punya hak untuk memilih dan pilihannya kali ini adalah pergi, kemanapun asalkan jangan di tempat ini.


Kimmy sudah mengemasi semua barang yang akan di bawanya dan saatnya ia mendatangi suaminya di ruang kerjanya.


"Ridwan, aku hanya ingin menhatakan ingin pergi dari rumah ini, aku tidak sedang meminta ijin, mau kau mengijinkan aku pergi atau tidak aku akan tatap pergi."


"Ada apa kenapa mendadak?" Terdengar dingin tapi ia menghentikan pekerjaannya.


"Aku hanya ingin melindungi diriku dari rasa sakit yang bisa kapan saja melukaiku. Karna aku tau hanya diriku sendiri yang mampu menyelamatkan aku dari semua rasa sakit."


Ridwan terdiam unruk seperkian detik. "Kau sudah membereskan semua barang-barangmu yang akan kau bawa?"


"Ya, aku sudah mengemasnya."


"Kemas juga sekalian barang-barangku dan anak-anak kita akan pergi dari sini besok pagi."


"Ki-kita?"


"Kita akan pindah dari sini."


"Kau, kau akan ikut."


"Tentu saja, kau istriku di saat aku memutuskan untuk terus bersamamu maka aku harus siap untuk semua konsekuensinya."

__ADS_1


"Lalu bagai mana dengan orang tuamu dan Ayudia?"


"Mereka sudah lebih dari sekedar dewasa untuk memutuskan sesuatu."


Kimmy hanya membisu dalam kebungkamannya, apa ini mimpi? Suaminya bersedia ikut pergi dari tempat ini.


"Ayo, kita tidur! Ini sudah malam"


Ridwan membawa istrinya memasuki kamar.


Kimmy tidur dengan membelakangi suaminya, sejak kejadian itu seakan ada dinding pembatas antara mereka, Kimmy tidak berani memeluk suami meskipun ia sangat ingin.


"Kau tak ingin tidur memelukku?" Ridwan sudah tidak tahan dengan hubungan hambar ini. Dia yang memulai dia juga yang tersiksa meskipun malu Ridwan harus mengakhiri sikaf jual mahalnya.


"Ya sudah jika begitu biadkan aku yang memelukmu." Ridwan membelitkan kedua tangannya di pinggang istrinya. "Maaf." Bisiknya lirih, Ridwan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher istrinya.


Kimmy merasa matanya perih dan mulai mengembun, ia memejamkan mata berbarengan dengan cairan bening yang lolos dari matanya.


"Aku juga minta maaf padamu."


Akhirnya mereka larut dalam kubangan penyesalan keduanya menangis dalam kesunyian malam.


Ridwan melabuhkan ciuman lembut di bibir istrinya, "Rumah tangga kita masih bisa di perbaiki. Aku tak menginginkan siapapun untuk menjadi istriku, cukup kau yang akan menjadi istriku."

__ADS_1


Ciuman yang awalnya lembut kini mulai memanas seiring gairah yang semakin berkobar di diri Ridwan. Kimmy menahan gerakan tangan suaminya yang hendak melucutinya, bukan ia menolak suaminya hanya saja ia ingin mengingatkan.


"Aku sedang hamil, dan aku tidak tau siapa ayah dari bayiku, aku hanya tidak ingin hanya karna nafsumu malam ini kau akan menyesali keputusanmu." Kimmy mengatakan itu tanpa betani menatap suaminya.


"Siapapun ayah dari bayi itu tak akan merubah apapun, kau masih istriku dan bayi yang kau kandung adalah bayiku juga, aku bisa menyayangi anak seorang penjahat sekalipun, apa lagi bayi ini adalah anak istriku aku akan tetap menyayanginya." Keduanya larut dalam malam panjang yang akan memperbaiki hubungannya.


Ridwan memang sudah membayar seseorang untuk menyelidiki semuanya, tapi sebelum semuanya terbongkarpun ia tidak ingin kehilangan istrinya, meskipun hubungan mereka tak akan sama seperti dulu.


Ridwan sudah memutuskan untuk menyelamatkan keluarga kecilnya ia harus pindah dari sekitaran pondok, bukan hal gampang untuk memutuskan ini, tapi ia perlu waktu beberapa hari untuk menyelesaikan urusannya.


Tok.. Tok..


"Mas, buka Mas!" Riza menggedor pintu kamarnya dengan kasar.


Ceklek.


"Ada apa Za?"


"Umi mas, Umi." Riza panik bukan kepalang.


"Ada apa dengan Umi?" Semua orang sudah berlari mendatangi kamar Umi, Ridwan menduga ada hal tidak baik yang terjadi.


Benar saja Uminya sedang berada di ambang kematian, nafasnya sudah tersenggal dengan tubuh bagian bawahnya yang mulai dingin.

__ADS_1


__ADS_2