
Aku mencintai Kimmy, dan aku tidak mengingkari janjiku, setidaknya aku pernah memilikinya walau sebentar. Kau tidak perlu mengotori tanganmu untuk membunuhku. Karna!..."
DORR...
Malik Melepas sembarang tembakan untuk mengetahui senjata itu memiliki peluru atau tidak.
"Aku akan melenyapkan diriku sendiri, sampaikan maafku pada Kimmy, dan tolong katakan padanya jika aku sangat mencintainya, dia juga wanita pertama dan terakhirku." Malik meletakan moncong senjata di bawah dagunya dan dengan sekali tarikan. Dorr.. Kali ini peluru berhasil mengirim nyawa Malik ke alam lain.
Ridwan, Riza serta kedua polisi yang berada di terperangahmenyaksikan Pria itu yang nekad menghabisi dirinya sendiri. Polisi segera menghubungi ambulance, sedangkan Riza hanya diam i tempatnya.
Ridwan kemudian menarik langkah kakinya menuju tempat istrinya.
__ADS_1
Kimmy masih setengah sadar dengan apa yang terjadi, Ridwan mendekatkan diri dan menyingkap selimut yang masih menutupi tubuh polos istrinya, ia mengulurkan tangan menyentuh **** ***** sang istri untuk memastikan sesuatu, Kimmy merasa terhina dengan tindakan pria itu, tapi semuanya terlihat jelas saat suaminya mendekat dan bersimpuh di pinggir ranjang, Gus tampan itu menangis terisak untuk pertama kalinya di hadapan istrinya.
"Tidak adakah cara lain untuk menyakitiku, Dek? Apa dengan ini kau puas melihatku terluka seperti ini?" Marah, kecewa dan yang pasti ia merasa di hianati bagai mana bisa istri yang sangat ia cintai tidur dengan pria lain. Sungguh Ridwan tidak tau apa yang terjadi sebelum ini, layakkah jika pria itu marah dan merasa jijik pada istrinya.
"Demi Allah aku terluka karna ini. Kau kabur dariku dan menghabiskan waktu dengan pria lain, sungguhbmenjijikan. Kenakan pakaianmu!" Ridwan memungut pakaian istrinya dan ia lemparkankan pada wajah istrinya.
Kimmy sangat terluka dengan perlakuan pria itu, sungguh ini bukan keinginannya, Ridwan seakan memojokan dan menyalahkan Kimmy, tidak tahukan pria itu jika dia lebih hancur dari siapapun di sini, ia sudah menjungjung tinggi kesetiaan dan batasan-batasan sesuai syariat agama, tapi jika tuhan mengharuskan dirinya terhina lalu ia bisa apa selan menyangkal dan membela diri.
Kimmy menjelaskan apa yang terjadi padanya, tentang apa yang ia lalui saat ia tak sadarkan diri sungguh ia tak mengetahuinya, dan seberapa lama ia berada di sini ia juga tidak mengetahinya. "Kita bisa ke rumah sakit untuk membuktikan ucapanku."
Riza melihat kakaknya bersimpuh lemah tak berdaya, tak ada raut penuh wibawa itu seakan lenyap dari pandangan matanya. Semua gara-gara Kimmy wanita penghianat itu.
__ADS_1
"Kerumah sakit untuk apa? Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau tindak pemaksaan padamu, kau ingin dokter menertawaan kejadian ini?"
"Untuk melakukan tindakan lab atau apapun itu. Pasti ada zat kimia dalam tubuhku yang membuat aku kehilangan kesadaran."
"Kau tidak sadar karna di buai nafsu Kimmy."
"Kau sungguh pengarang cerita yang ulung." Riza sudah berada di sana dengan tatapan menghakimi kakak iparnya. "Kau melarang kakakku menikah lagi sedangkan kau malah bermain gila dengan mantan kekasihmu."
"Aku tidak akan melarang kakakmu menikahi wanita manapun, aku bersedia di ceraikan saat ini juga aku tidak akan menuntut apapun darinya."
"Diam!!" Ridwan membentak.
__ADS_1