Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Ingin Menikah Muda


__ADS_3

Setelah Shalat isya Kahfa dan Kahfi menemui ayahnya di ruang kerja ayahnya.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam."


"Ada apa kalian menemui ayah?" Ridwan menghentikan sejenak aktifitasnya yang tengah menghadapi layar laptopnya.


"Kami ingin meminta nasihat tentang pernikahan dari ayah." Kahfa memulai pembicaraannya.


"Ayah tau kalian sudah dewasa, dan mengenai pernikahan Ayah yakin kalian sudah paham serta tau batasan apapun dari pendidikan yang kalian tempuh selama ini." Ridwan menjeda ucapannya juga menutup laptop miliknya.


"Tapi jika kalian ingin Ayah ingin memberi pendapat mengenai pernikahan maka dengarkan ini." Ketiganya berjalan menuju kursi sofa di ruang kerja ayahnya.


"Jangan pernah menghadirkan orang ketiga dalam pernikahan kalian nanti. Identiknya seorang wanita adalah seorang pecemburu. Siti Hawa saja sering cemburu pada Nabi Adam padahal dia adalah wanita satu-satunya saat itu. Siti Aisyah juga mencemburui Nabi Muhammad, pada Siti Khadijah padahal Siti Khadijah sudah wafat kala itu, sadarilah Nak, wanita begitu sangat pecemburu. Jadi perlakukan mereka layaknya seorang Ratu, maka pasanganmu akan memperlalukanmu layak Raja. Limpahi istri kalian dengan cinta dan kasih sayang. Kita seorang pria halal menikahi beberapa orang wanita, tapi ingat ini, tidak akan bertahan lama sebuah hubungan jika kau mendatangkan dua ratu dalam hatimu maupun hidupmu. Menurut Ayah tidak ada yang benar-benar berhasil dalam rumah tangga bahkan Ayah saja setiap hari belajar dalam ibadah terlama ini. Tidak ada rumah tangga yang mulus, tapi jika kalian tidak membagi hati dan hidup kalian maka kedepannya akan baik-baik saja." Ridwan mengatakan yang ia ketahui tentang pernikahan.


"Apa itu alasan Ayah menikahkan Kayla dengan Ghaza?" Kahfi bertanya antusias.


"Ya. Ayah mempercayai Ghaza, untuk menjaga putri Ayah yang cantik. Kalian melihatkan perlakuan Ghaza pada adik kalian. Ghaza meratukan Kayla, Ayah mengenal Ghaza dengan sangah lama, hampir seumur hidupnya."


"Ayah, carikan Kahfa calon istri yang baik dan shaleha menurut Ayah. Aku akan menurut, barangkali ayah memiliki kenalan dan mempunyai putri yang sedang memiliki calon suami." Kahfa membuka niat pada ayahnya untuk memiliki seorang pasangan.


"Baiklah, insyaallah Ayah akan mencarikan akan mencarikan seorang wanita anak teman ayah untuk Kau dan Kahfi." Ujar Ayahnya.


"Kahfi tidak usah yah. Kahfi sudah memiliki calon."


"Realy, kau tidak bercanda." Ridwan mengalihkan tatapan pada Kahfi.

__ADS_1


"Putra Ayah sudah dewasa rupanya. Katakan pada Ayah gadis beruntuk mana yang berhasil memerangkap hatimu."Ridwan sangat ingin tau siapa gadis itu. Dan dari keluarga mana.


"Ayah tanyakan saja pada Ibu." Ucap Kahfi malu-malu.


"Wah, kau menyimpan rahasia rupanya. Baiklah Ayah akan tanyakan pada istri kesayangan Ayah" ujar Ridwan.


"Kahfa katakan wanita seperti apa yang akan kau jadikan istri?"


Kahfa menjelaskan kriteria wanita idamannya dan Ridwan hanya menganguk-anggukan kepalanya.


"Jika Cinta bagai mana?"


"Tidak. Ayah aku tidak seperti Kahfi yang tertarik pada saudara sepupunya." Kahfa selalu berkata datar.


"Saudara sepupu? Siapa maksudmu Cinta?" Ridwan memincingkan matanya penuh selidik.


"Kau benar-benar menyukai sepupumu Kahfi?"


Kahfi mengangguk, niat hati ingin mehasiakan hubungannya pada Ayahnya, mau tak mau Kahfi mengangguk ragu-ragu.


"Awas jangan sampe Ayah menikahkan Kahfi sebelum aku." Kahfa mencebik kesal.


"Nanti kita akan melamar seorang gadis, Ayah akan pilihkan seorang gadis. Putri dari teman Ayah sepertinya cocok untukmu."


.


Kayla tengah memakan camilannya di depan tv, ia tengah menonton boy band favoritenya.

__ADS_1


"Kay kau sedang menonton konser mereka?" Kayla hanya mengangguk, ia tidak menyaut karna mulutnya sibuk mengunyah makanan


Lexi menghampiri sepupunya dan duduk di sebelah Kayla. Lexi juga menyambar cemilan yang ada di tangan Kayla.


"Kay, sayang tidak baik memakan cemilan seperti ini untuk keponakan kecilku. Kau lebih baik memakan buah potong ini." Lexi mengganti cemilan Kayla dengan buah potong yang tersedia di atas meja.


"Lexi." renggut Kayla.


"Kemana suamimu? Tumben sekali kau di sini ini sudah malam." Lexi menyantap cemilan wanita hamil itu, kepemilikan cemilan Kayla kini berpindah tangan pada Lexi.


"Suamiku sedang melihat orang kerja Lexi. Tukang bangunan yang merenofasi rumah sebelah tengah lembur." ujar Kayla kembali.


"Rumah untuk apa?"


"Untukku dan Suamiku, kami berencana pindah dari sini."


"Sepertinya Gus Ghaza sangat mencintaimu Kay."


"Kata dia sih begitu." Kayla terkekeh.


"Aku juga ingin memiliki suami yang bisa membimbingku di jalan Allah." ujar Lexi pelan.


"Bagai mana dengan kedua kakak kembarku."


"Kay, jika salah satu Kakakmu melamarku aku akan senang hati menerimanya." Lexi berbinar saat mengatakan itu, di samping ia yang ingin menikah muda ia juga menginginkan seorang calon suami yang paham agama agar mampu membimbingnya ke jalan Allah.


"Heem." salah seorang yang sedang Kayla dan Lexi bahas ada di sana dan berdehem keras mengejutkan Kayla dan Lexi.

__ADS_1


__ADS_2