Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Bertanggung jawab penuh


__ADS_3

"Kahfi, hentikan. Jangan terlalu banyak berbuat dosa, Lexi belum sah menjadi mahramu." Kahfa membuyarkan momen memalukan menurutnya, adiknya begitu bucin pada gadis aneh versinya.


"Kau juga sangat kotor dan bau." cibir Kahfa kembali.


"Wajar saja bau Bang, aku menumpang mobil bak yang penumpangnya kambing semua." Ujar Kahfi.


"Astaghfirullah. Berarti dari tadi Mas Kahfi bau kambing?" Lexi sedikit memberi jarak antara ia dan Kahfi. Benar kata orang jika cinta memang buta, Lexi sampai tidak menyadari jika aroma tubuh Kahfi sangat buruk.


"Ya sudah aku mau mandi dulu." Kahfi menarik tangan Lexi, ia kembali lupa jika Lexi bukan mahramnya.


"Kahfi kondisikan perilakumu." tegur Kahfa. Lexi sendiri hanya mengulum senyum simpul. Tidak sia-sia ia menunggu Kahfi kembali, pria itu terlihat sangat merindukannya.


Keduanya tak memerdulikan Kahfa dengan kursi rodanya ya begitulah nasih seorang pria yang gagal nikah.


Sampai di rumah Kahfi mencari keberadaan Ayah ibunya. Tapi sayang ia harus bernafas dengan sedikit sesak saat menyadari jika ayah ibunya tidak ada. Dan ternyata ayah ibunya berada di rumah sakit menemani adiknya yang tengah sakit.


Kahfi sangat syok saat mendengar adiknya di rawat karna mengalami flek.


"Mas Kahfi mandi saja. Lexi akan menghubungi Om dan Tante, nanti setelah subuh kita ke rumah sakit." Lexi mencoba memahami raut murung serta khawatir di raut wajah calon suaminya.


"Terimakasih."


Lexi hanya tersenyum untuk menanggapinya.


.

__ADS_1


Di rumah sakit.


"Abang. Sakit sekali!" Kay merintih bahkan sesekali berdesis.


Sekujur tubuhnya sudah di banjiri keringat, rasa sakit menghujam seluruh sendi dan urat di tubuhnya.


Darah segar terus menerus keluar dari are bawahnya, "Ini sakit sekali ini benar-benar sakit, sungguh Kay tidak berbohong Abang." Kayla tak bisa menahan kesakitannya.


"Dokter lakukan sesuatu agar istriku tidak kesakitan lagi.!" Ghaza membentak seorang dokter yang tengah memeriksa istrinya.


"Maaf Pak, kami harus mengatakan ini." Dokter itu menghela nafas untuk memberi jarak agar hal ini tidak membuat kecewa pasangan suami istri muda itu."


"Katakan dengan jelas." sentak Ridwan yang sejak berada di ruangan itu bersama istri dan menantunya.


"Kehamilan Nyonya Kayla bermasalah. Jika tidak di angkat hal semacam ini akan kerap kali terjadi, kami juga tak menjamin jika janinnya dalam ke adaan baik. Maka secara medis kami memutuskan untuk melakukan oprasi kuretisasi." ujar dokter itu penuh sesal, ia juga tidak mengharapkan ini terjadi tapi harus bagai mana lagi, ini di luar kuasanya sebagai dokter.


Kay berteriak.


"Aku tak ingin, bayiku di ambil, aku ingin tetap membiarkannya tumbuh. Abang ayo kita pulang kita tidak perlu berada di sini, kita harus menyelamatkan anak kita." Kay memberontak di sela kesakitan yang merenggut sebagian kewarasannya.


"Nyonya, tapi ini sangat berbahaya. Nyawa nyonya taruhannya."


"Tidak dokter. Aku tidak mau, aku tetap ingin mempertahankan anak ini, aku tak perduli sekalipun nyawaku yang menjadi jaminannya sekalipin aku harus mati. Anakku tidak akan berhutang apapun padaku. Aku sendiri yang menginginkan anak ini ada di dunia ini, aku ingin ia lahir dokter." Kay menggila di sana suaranya sangat tegas meskipun tubuhnya semakin melemah.


"Sayang, jangan memaksa. Itu sama saja dengan kau melukai dan mendzolimi dirimu sendiri, kita masih punya kesempatan untuk memiliki bayi. Ini bukan akhir Sayang." Ghaza mencoba membujuk istrinya agar mau mrnjalankan oprasi.

__ADS_1


"Kay. Dengarkan ibu Nak, untuk apa kau mempertahankan bayi itu jika kau terdzalimi dan menderita seperti ini sayang kau harus sembuh dan sehat. Selanjutnya kau akan hamil kembali." Kimmy ikut membujuk putrinya.


"Aku mencintai Abang. Aku ingin membuktikan jika aku sangat mencintai Abang dan bayi ini akan tetap lahir. Aku tak ingin jika suatu masa hubungan kami bermasalah karna seorang bayi Bu."


"Abang tidak memerlukan pembuktian darimu Kay, dengan atau tanpa anak Abang tidak akan berubah Abang akan tetap mencintaimu sampai kapanpun."


"Aku tidak percaya bisa saja Abang akan berubah pikiran suatu saat nanti."


"Tidak Sayang. Tidak akan ada yang bisa menghentikan cinta Abang padamu Kay selain kematian. Jika suatu saat nanti aku berubah Tuhan sendiri yang akan menghakimi aku sebelum kau terluka." Ghaza tak main main-main dengan ucapannya, jika saja ia bisa menciptakan sebuah sumpah, maka ia akan bersumpah, jika ia mempunyai niat untuk mendua maka saat itu juga Tuhan harus mencabut nyawanya.


"Ahh ..." sesaat Kayla berteriak dan kemudian tak sadarkan diri.


"Kayla. Sayang bangun." Ghaza sangat panik saat istrinya tak sadarkan diri.


Dengan berat hati akhinya Ghaza memutuskan.


"Kay."


"Sayang."


"Lakukan oprasi sekarang juga, aku bertanggung jawab penuh." ucap Ghaza datar tanpa ekspresi.


.


Ges maaf banget up nya kadang tipis-tipis. Bocil-bocilku sakitnya bergilir๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž yang kecil sembuh yang gedenya dapat giliran.

__ADS_1


Dan lagi jika ada yang bertanya kok lapak sebelah up mulu? Itu ketikan kemarin-kemarin ya ges๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Semangat puasanya ya Gess๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2