Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Aku Rasa Kewarasannya Ikut Patah


__ADS_3

Di sinilah Lexi berada di bawah pohon di sudut selatan sebuah pondok pesantren tepatnya de dekat kolam yang tanami ikan, tapi para santri di sana sering menyebutnya danau buatan.


Lexi melempar batu-batu kerikil ke arah kolam, meski tersedia kursi di sana Lexi memilih duduk di antara rumput-rumput di tepi kolam. Gadis cantik itu menyaksikan teman-teman santri dan santri wati lainnya yang tengah bergotong royong membersihkan pondok. Lexi tidak terusik sama sekali, pikirannya tengah singgah di suatu tempat, tempat tanpa alamat tadi di gemari otaknya untuk tetap memikirkan Kahfinya.


"Ya Allah, jagalah dan lindungi di mana Kahfiku berada." Lexi menatap langit pagi yang menuju siang.


"Lexi ..." panggil Kahfa pelan, di belakan kursi roda ada Kayla yang mendorong pria itu.


"Assalamualaikum." ucap Lexi, sial Kahfa lupa membaca salam pada gadis itu, gadis yang sedari tadi menghadap ke arah kolam dan sesekali menengadah menatap langit, entah objek mana yang sebenarnya pencuri fokusnya.


"Wa'alaikumsalam." ucap Kahfa dan Kayla serenyak.


"Kau sedang apa?" Kayla ikut duduk di atas rumput dengan sandalnya sebagai alas.


"Sedang mancing." ucap Lexi asal, ia kembali melempar kericil ke atas danau.


"Ish, aku bertanya sungguhan, kau menjawabnya main-main." Kayla mengerucutkan bibirnya kesal.

__ADS_1


"Berhenti bersikap menggemaskan Kay, di sini tidak ada Gus Ghaza percuma saja kau terlihat cantik seperti itu." Bertubi-tubi Lexi memuji saudari sepupunya secara tidak langsung.


"Kau iri pada kecantikanku kan? Hayo ngaku?" tunjuk Kahla main-main.


"Diih, ngapain aku iri aku juga tak kalah cantik. Setidaknya itulah kata Mas Kahfi." ada kegetiran dalam suara Lexi.


"Kahfi benar Lexi, kau memang cantik." ucap Kahfa tulus ia ingin menghibur sepupunya yang menjadi sedikit murung jika membahas tentang Kahfi.


"Gus Kahfa, bagai mana keadaan kakimu? Apa sudah mulai membaik?" tanya Lexi.


"Alhamdulillah, sudah lebih baik dari kemarin, luka-lukaku juga sudah tidak sakit lagi meski baru kemarin keluar dari rumah sakit."


"Aku tak sabar, bagai mana penampakan antara kau dan Gus Ghaza pasti sangat apik."


"Wah besar sekali." Lexi menyentuh perut Lexi dan membandingkannya pada perutnya sendiri. "Hihihi, jika aku hamil aku pasti lucu sama sepertimu." ujar Lexi.


"Weyy, hamil, hamil. Nikah dulu nikah." Kayla menoyor kepala Lexi dengan sayang, jika dua orang itu bersatu pasti semakin rame.

__ADS_1


"Sabarlah, pangeranku tengah berjuang." Lexi terkekeh dengan banyolannya sendiri.


"Lexi maaf karna aku tidak mengembalikan Kahfi padamu tepat waktu." Kahfa terlihat menyesal dan menunduk. Seandainya saja ia tak memaksa Kahfi di malam itu semua tidak akan serumit ini.


"Jika kau ingin pengganti karna aku yang telah menghilangkan Kahfi, aku siap Lexi." cicit pelan Kahfa.


Lexi sampai terbatuk-batuk ia tersedak liurnya sendiri.


"Kau berusaha melucu di hadapanku?"Lexi menggelengkan kepalanya tak habis pikir oleh candaan Kahfa yang terdengar serius.


"Aku tidak bercanda Lexi, aku serius. Aku bersedia menjadi pengantin pengganti untuk menikahimu." seketika tawa Lexi menyurut berganti dengan tatapan tak percaya.


"Astaghfirullah, calon kakak iparku sepertinya selain patah tulang dan patah hati, aku rasa kewarasannyapun ikut patah." gunam Lexi.


.


Maaf Ges. Bayiku lagi demam sehingga aku baru sempat up dikit aja, nanti up panjangnya akan menyusul okay...😁😁

__ADS_1


Sehat-sehat untuk kalian semua😘😘😘


__ADS_2