
Saat semua orang larut dalam kebahagiaan.
Hingga rak menyadari seseorang yang turut bergabung di sana, dengan binar yang sulit untuk di jeladkan.
"Lexi ..." Panggilnya lemah.
"Kau kembali?"
Lexi menoleh juga dengan senyuman yang sejak tadi ia sunggingkan di bibir manisnya.
"Tentu saja." Lexi menyaut pelan.
Kahfa mendekat tapi ia Lexi menghindar Lexi lebih tertarik untuk mengambil Bayi Alena dari gendongan Ghaza.
"Bayi Gus Ghaza sangat cantik, Masya Allah matanya bulat sekali, rambutnya juga sangat lebat." 7Lexi menimang bayi cantik dalam gendingannya, Lexi sama sekali tak tertarik untuk melanjutkan pembicaraannya dengan Kahfa.
Kahfa tak menyerah ia semakin mendekat dan mencoba mencarikan suasana yang menurutnya sangat kaku. Tapi terlebih dulu Kahfa menghampiri bocah tampan yang mengenakan kemeja berwarna hijau sage, wajahnya benar-benar mirip dengan Kahfi, bahkan bulu mata dan bentuk bibir Zayn adalah milik Kahfi semua.
"Sayang salim dulu." Lexi memerintahkan putranya, dan Zayn langsung menghampiri Kahfa.
"Zayn sangat tampan. Bagaimana kabar Zayn?" Kahfa berlutut dan langsung memeluk tubuh anak itu, menyembunyikannya dalam pelukan tubuhnya, ia sangat merindukan Zayn. Tubuh mungil itu kini sudah tumbuh dengan baik, Zayn terlihat sehat juga sangat sopan.
__ADS_1
"Kabar Zayn baik. Kabar Om Kahfa bagaimana? Zayn harap semuanya baik." Bocah itu tersenyum manis ia polis dan tak mengerti jika tindakannya menyinggung orang di hadapannya.
"Ini, Papa Nak, Papa Kahfa, kau melupakan Papa? atau Mamamu yang tak memperkenal Papa sebagai Papamu?" Kahfa memincingkan mata tak suka, tatapannya menajam saat menemui manik Lexi.
"Mama hanya menunjukan satu Papa padaku, yaitu Papa Kahfi. Sekarang beliau sudah di surga bersama Kakek Sami dan Nenek Eve. Bukankah setiap anak hanya mempunyai satu Mama dan satu Papa?" Zayn terlihat kebingungan.
"Ba-baiklah." umtuk kali ini Kahfa mengalah tapi tidak dengan lain waktu.
"Zayn mari ikut Nenek sebentar, Nenek memiliki vanyak mainan di sana." Kimmy mengajak cucu pertamanya begitu juga dengan Ridwan, ia memberikan punggungnya agar Zayn mau menaikinya.
Tak langsung menerima tawaran Kakek dan Neneknya Zayn melihat ke arah Mamanya untuk meminta persetujuan, dan di saat Lexi mengangguk barulah Zayn pergi bersama Kakek dan Neneknya.
Melihat suasana mencekam Ghaza mengambil bayinya dari gendongan Lexi dan mengajak Kayla untuk kembali ke rumahnya, menyisakan Lexi dan Kahfa dalam kebisuan.
"Apa yang perlu kita bicarakan? kita bicara di sini saja." Lexi mencoba melepaskan cekalan tangan Kahfa di pergelangan tangannya.
Namun sayang cekalan Kahfa terlalu kuat, sehingga tak berpindah sama sekali.
"Apa Greendia tinggal di sini?" Entah mengapa Lexi malah mencoba membahas Greendia di saat ada topik lain yang masih layak untuk di bahas.
Kahfa membuka kamar dan menguncincinys dari dalam.
__ADS_1
"Ya."
"Kau menikahinya?" Lexi tak mampu menahan laju mulutnya yanh terus bertanya.
"Tidak. Aku sudah memimiliki istri yang melarikan diri selama lima tahun." ada perasaan lega di hati Lexi, tapi tetap saja ingin terus bertanya.
"Kau tinggal serumah dengan Greendia?"
"Tidak, aku tinggal di apartemen."
"Aku minta maaf atas sikafku tempo hari." Kahfa membawa Lexi untuk duduk diatas ranjang yang berada di kamar itu.
"Aku menyesal sudah mengabaikanmu. Aku hasmpir gila karna kehilangan kaliasn." Kahfa berlutut di hadapan Lexi. Matasnyas memandang manik Lexi dengan seksama.
"Tidak usah di bahas. Aku sudah melupakannya."
Kahfa berdiri, ia segera membuka kancing kemejanya, dengan sangat santai di hadapan Lexi.
"Kau mau apa?" Lexi beringsut dari duduknya.
"Mendatangimu. Kita masih suami istri. Tidak mungkin kau lupa." ucapnya datar.
__ADS_1
.
Gess, aku lagi galau. Novelku yang ini benar-benar anjlok, entah karna apa,, aku tak mengerti system ntoon, padahal kan kalian tau sendiri aku up rutin juga dengan banyak jumlah kata, kadang juga crazy up, tapi levelnya turun dari level 10 jadi level 7 sedih banget,,, mau merajuk juga bingung gess.