Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Kau kembali


__ADS_3

Dor ...


Sebuah letusan tembakan memecahkan kepala seseorang ...


Kimmy ternyata benar dalam mengambil tindakan.


Dengan membawa Greendia ke tempat itu, setidaknya Greendia mengetahui jika ibunya tidak benar-benar menyayanginya.


Saat suara tembakan mengejutkannya juga tubuh Ratih yang tumbang dengan kondiri kepala tak terselamatkan.


"Zahra ..." Kimmy bergunam pelan.


"Ya, Tante ini aku Zahra, aku tak keberatan jika sekali lagi aku harus masuk penjara. Atau mungkin aku akan tiada karna penembakan ini telah kurencanakan. Aku melakukan ini karna aku masih belum menerima karna Kahfi tiada karna ulah wanita itu." Zahra menunjuk Ratih yang sudah tergeletak tak bernyawa dengan mata sedikit terbuka.


"Aku berharap Lexi mau memaafkan aku karna melakukan ini demi kecintaanku pada Kahfi. Meskipun cintanya di bumi ini tak dapat ku gapai tapi setidaknya aku bahagia sampai di sisa akhir hidupnya Kahfi tidak membenciku, bahkan sebelum kematiannya, dia mengunjungiku untuk meminta maaf karna sudah berlaku kasar padaku tempo hari. Dia meminta aku mendoakan Lexi dan calon anak mereka, di sana aku sadar Tante Kahfi memang pria yang sangat baik, sehingga Allahpun lebih menyayanginya dan segera memanggilnya untuk kembali ke syurganya. Lexi sangat beruntung di cintai oleh Kahfi meskipun dengan kurun waktu yang sebentar." Zahra tersenyum di sela isak tangisnya.


Kimmy membiarkan Greendia yang menfekati ibunya.


Zahra mendekat kearah Kimmy, "Tante, dia berbohong mengetahui tempat di mana Lexi dan bayinya berada. Aku bisa menjamin hal itu."


"Zahra kau sadar apa yang kau lakukan?" Kimmy panik teman Kahfa, Kahfi dan Ghaza itu telah melenyapkan seseorang.


"Aku sadar tante. Aku siap jika aku harus mendapat hukuman. Tante pergi saja aku bisa mengatasi semuanya sendiri." Zahra memeluk erat Kimmy.


"Tolong sampaikan maafku pada Lexi jika dia sudah di temukan. Juga salamku pada Zayn putra Kahfi. Kudengar bayinya laki-laki dan Kahfi pernah bilang padaku jika putranya seorang lelaki dia akan menamainya Zayn." Zahra mengurai pelukan.


Inilah bentuk kecintaannya terhadap pria yang pernah melamarnya dulu. Semoga tuhan dapat memaklumi kesalahannya kali ini. Zahra tak membenci Lexi, justru ia merasa prihatin akan nasib wanita itu yang menurutnya selalu tragis.


Kimmy dan seluruh anak buahnya pergi dari sana setelah memastikan tak ada jejak keterlibatan mereka. Menyangkut Greendia, Kimmy akan membiarkan gadis itu berduka, dan akan membiarkannya memilih jika ingin tinggal di pesantren bersamanya. Bagaimanapun Green adalah keponakannya.


.


Kahfa tak henti-hentinya mencari Lexi, ia sedikit kesal pada ibunya yang melarangnya memuat berita tentang kehilangan Lexi di media sosial dan media cetak.


Ibunya beralasan khawatir jika ada oknum yang memanfaatkan hal itu demi hadiah yang di janjikan dan justru akan menganvmcam keselamatan Lexi dan cucunya.


Benar juga sih, jaman sekarang susah mencari orang jujur. Selogan jujur berarti tak makan itu seakan di terapkan di masa kini.

__ADS_1


Kahfa juga sangat merindukan bayi mungil yang selalu ingin di gendong olehnya, bahkan Zayn akan lebih menurut padanya di bandingkan pada Lexi Mamanya sendiri.


"Lexi kumohon pulang lah!" Kahfa menatap foto pernikahan mereka yang ia letakan di kamarnya. Kahfa juga menatap box bayi yang kosong di sebrangnya, ia amat merindukan Lexi dan putranya.


.


Lima tahun sudah berlalu ...


Lexi benar-benar mewujudkan keinginannya untuk membuat panti di tempatnya tinggal, beruntung Allah mempermudah urusannya.


Kahfa masih selalu mencari informasi keberadaan istri dan putranya, namun hasilnya selalu nihil, padahal jarak kota yang di tempati Lexi dan mertuanya tidak terlalu jauh masih satu profinsi tapi karna takdhir belum mempertemukan Lexi dengan keluarganya maka semua terasa sangat jauh, hingga-


Rasanya sudah cukup bagi Lexi menyembuhkan lukanya, ia tak bisa terus-terusan menjauhkan Zayn dari kerabatnya yang lain sehingga ia memutuskan untuk mempertemukan putranya kepada keluarga dari ayahnya.


Lexi kini dalam perjalan untuk menemui keluarga Ayah Ridwan.


"Mama kita mau pergi kemana?" Di umurnya yang kelima tahun lebih empat bulan, Zayn sudah pandai berbicara dan berkomunikasi dengan baik. Zayn juga tergolong menjadi anak yang peduli dan peka terhadap sekitar meskipun ia di besarkan oleh tangan ibunya sendiri tanpa ada campur tangan orang luar.


"Kita mau menginap kerumah Kakek dan Nenek, apa Zayn senang?" Lexi melirik putranya sekilas dan mengusap rambut anak itu.


"Iya, Ma Zayn sangat senang."


Karna Lexi berangkat dari rumahnya setelah shalat subuh, maka saat pagi-pagi pukul enam lebih mereka sudah sampai di tempat Ayah Ridwan dan Ibu Kimmy.


Kimmy mengedarkan pandangan di tengah ia menyetir, saat memasuki wilayah pondok Lexi merasa kagum dengan hal-hal baru di pondok itu, sudah banyak berubah dan di renopasi. Di tengah-tengah pondok juga terdapat air mancur yang sangat besar.


Saat Lexi turun dari mobil, pandangannya tersita akan Kayla yang tengah menggendong seorang bayi perempuan sepertinya baru berumur satu tahun. Di depan pintu masuk rumah Ayah Ridwan.


Lexi turun dari mobilnya dan mengitari pintu satunya untuk membantu putranya turun.


"Assalamualaikum ..." Lexi menyapa Kayla lebih dulu.


"Wa'alaikum sallam ..."


"Lexi ..."


"Ibu, Ayah, Lexi pulang!" Kayla membuka pintu rumah orang tuanya sedikit dan berteriak dari luar. Sampai membuat bayi di gendongannya tersentak kaget dan menangis kencang. Dan seketika langsung di raih oleh Ghaza dalam gendongannya.

__ADS_1


Orang-orang yang tengah sarapan di dalampun turut keluar dari dalam rumah.


Ibu Kimmy dan Ayah Ridwan larut dalam kebahagiaan saat menyambut cucu dan putri meteka yang pulang.


Ada juga Greendia yang turut keluar dari dalam rumah, tapi entahlah Lexi tidak ingin mencari tahu apa alasannya Greendia berada di rumah itu. Lebih baik Lexi menikmat pertemuan Zayn dengan nenek dan Kakeknya.


"Kakek, Nenek." Zayn menyalami keduanya bergantian.


"Oh cucu Nenek sangat tampan." Kimmy hendak membawa Zayn dalam gendongannya namun Ridwan menghentikannya.


"Jangan menggendongnya, sayang atau pinggangmu bisa patah." Goda kakek Ridwan.


"Itu benar Nenek, tubuhku sangat besar aku tak ingin Nenek keberatan saat menggendongku." semua orang tertawa. Oleh celotehan Zayn yang menggemaskan.


Kimmy membawa cucunya dan semua orang ke dalam rumah, sedangkan Greendia pergi entah kemana.


"Bibi cantik ini pasti Bibi Kayla." Zayn menyalami Kayla juga.


"Masya Allah anak pintar." Kayla gemas sehingga ia menggasak rambut Zayn yang tersisir rapi.


"Ini, Paman Ghaza kan?" Zayn juga menyalami Ghaza bergantian.


"Kau benar Boy," Ghaza berlutut mensejajarkan tingginya dengan tubuh Zayn juga dengan bayi lucu bermata bulat yang menatap kearah Zayn dengan semua jemarinya berada di dalam mulutnya.


"Sayang sekali, aku tak mengenali bayi lucu ini. Mama tidak menunjukan potonya padaku." Zayn menunduk sedih.


"Namanya Alena, dia adik Zayn. Putri Bibi dan paman Ghaza." Ucap Kayla lembut, ia tersenyum dengan penuh kebahagiaan.


Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Allah mempercayainya kembali menjadi seorang ibu.


Lexi menceritakan dimana ia tinggal selama ini dan mengapa ia pergi, karna ingin mencoba memulai hidup baru juga seseatu yang baru yang belum ia jalankan selama ini.


Saat semua orang larut dalam kebahagiaan.


Hingga rak menyadari seseorang yang turut bergabung di sana, dengan binar yang sulit untuk di jeladkan.


"Lexi ..." Panggilnya lemah.

__ADS_1


"Kau kembali?"


__ADS_2