Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Ciuman pertama Ghaza


__ADS_3

Ghaza selalu bangun sebelum subuh. Ia tersenyum saat di di pelukannya ada gadis yang ia sukai sedari dulu.


"Subhanallah, maha suci Allah yang telah menciptakan mahluk seindahmu." Ghaza mencium kening gadis itu.


Saat Ghaza tengah mengerjakan shalat malamnya, alrm yang berasal dari ponsel Kayla nyaring terdengar. Dan Kay segera terduduk untuk meregangkan otot-ototnya.


"Astaghfirullah, Gus Ghaza ngapain Shalat di kamarku?" Kayla terkejut ia segera mencari ikat rambut dan hijabnya.


"Kau sudah bangun?"


"Tentu saja aku ingin pahala malam." Fana tidak melanjutkan mencari hijabnya saat menyadari jika Ghaza sudah menjadi suaminya.


Fana segera mandi meskipun tidak keramas karna masih dingin, tadinya ia tak ingin mandi, tapi jika tidak mandi ia pasti mengantuk saat mengaji nanti.


Kayla, keluar dengan selembar handuk pendek berwarna putih yang membalut tubuhnya dari dada hingga sebatas pahanya. Rambutnya ia ikat bund di atas memamerkan leher mulus yang jenjang serta belahan dadanya. Jangan lupakan juga kaki jenjang hingga ke pertengahan pahanya terpangpang nyata di hadapan Ghaza.


Glek.


Serat terasa di tenggorokan Ghaza, padahal saat pangun tidur tadi Ghaza sudah meminung segelas air.


Panas, wajah dan suhu tubuhnya di buat memanas saat Kay membalurkan body lotion di tangan dan lengannya juga di belakang lehernya. Ingin sekali Ghaza merampas lition itu dan ia sendiri yang membalurkannya ke tubuh seksih di hadapannya.


Berkali kali Ghaza kesulitan menelan gumpalan ludahnya yang terasa seperti butiran biji salak.


Ghaza tak kuat pria itu mendekat saat Kay membalurkan lotion sebelah kakinya bergantian. Ghaza memposisikan tubuhnya di belakang Kayla.

__ADS_1


Cup.


Ghaza mengecup salah satu bahu polos istri kecilnya.


"Apaan sih, Bang." Kayla terjengkit, tidak ia pungkiri bulu kuduknya ikut meremang.


"Kau sengaja ingin menggoda Abang?" Ghaza sengaja menpelkan miliknya yang sudah menegang.


Kayla melotot saat ia merasakan benda keras menekan belahan bokongnya.


"Abang kenapa peluk-peluk Kay terus sih? Kay risih tau. Kay juga udah punya Wudhu jadi batalkan." Kayla mengerucutkan bibirnya. "Dingin tau wudhu mulu." Kayla mencoba melepaskan belitan tangan Ghaza di perutnya.


"Nanti tinggal Wudhu lagi. Jika dingin nanti Abang hangatkan."


"Awas, Bang, Kay mau ibadah." Kayla beralasan.


"Abang lagi balas dendam, kemarin-kemarin dilarang melakukan ini, kau juga mendiamkan abang berminggu-minggu. Ingin rasanya bibirmu Abang cipokk sampai habis." Ghaza malah mengemutt cuping telinga Kayla. Gadis itu menggigit bibir bawahnya.


"Memangnya Abang bisa?"


"Kay, nantangin Abang?" Ghaza melonggarkan pelukannya dan membalik tubuh istrinya.


Ghaza mendekap tubuh mungil itu. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Kayla, Ghaza merekam dengan jelas wajah cantiknya.


Cup hanya sekilas karna Kayla buru-buru mendorong dada bidang miliknya sampai pelukan mereka terlepas.

__ADS_1


"Abang mencuri ciuman pertamaku." Kayla kesal dan membelakangi Ghaza.


"Itu kecupan pertama Abang. Abang kasih untuk Kayla." Bela Ghaza.


"Tadinya aku ingin memberikan ciuman pertamaku untuk orang yang ku cintai bukan Abang." Ghaza dapat melihat wajah kesal Kay dari cermin di hadapannya.


"Nanti Kay juga bakalan cinta sama Abang."


Ghaza malah semakin memeluk tubuh Kayla dan menyangkutkan wajahnya di pudak istri kecilnya. Membuat Ghaza leluasa menghirup aroma tubuh istri perawannya.


"Barusan itu hanya kecupan, bukan ciuman kau memfitnah Abang." Terang Ghaza lagi.


"Sama saja." Ujar Kayla acuh.


"Beda."


"Apa bedanya?"


Bak seperti mendapan angin segar Ghaza menahan rahang Kayla dan menciumnya dengan menuntut, bukan kecupan seperti tadi, ini benar-benar ciuman sesungguhnya Ghaza, melumatt, dan mengulumm, bibir istrinya bergantian hingga beberapa waktu. Ghaza segera melepaskan ciumannya saat di rasa ia sulit bernafas.


"Itu, baru ciuman pertama yang sesungguhnya." Ghaza mengusap pelan bibir istrinya dari saliva yang ia tinggalkan.


Meskipun Kayla tidak membalas Ghaza cukup puas dengan ciuman pertamanya.


Kayla menyentuh bibirnya yang terasa membengkak atas perlakuan Ghaza, ia masih mematung karna terkejut akan tindakan suaminya.

__ADS_1


.


__ADS_2