Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Rantai cinta.


__ADS_3

Kimmy ingin menyampaikan sesuatu tapi takut malah membebani pikiran Lexi tentang ini. Kahfi sebenarnya sempat sadar saat Ghaza dan Kayla menungguinya di rumah sakit waktu itu. Kahfi bahkan meminta Ghaza untuk merekam dan mengabadikan wasiatnya. Ya nampaknya Kahfi benar-benar mengkhawatirkan Lexi setelah kepergiannya.


"Ibu ingin menunjukan sesuatu padamu. Tapi berjanjilah kau tak akan memikirkan ini secara berlebihan." Kimmy berujar serius.


"Apa Bu? Katakan saja. Aku janji tak akan berpikir berat." Lexi meyakinkan.


Kimmy menarik pelan tangan menantunya ke ruang kerja suaminya. Ibu Kimmy memutar sebuah vidio di laptopnya.


Di sana terlihat Kahfi yang masih terbaring dengan selang oksigen di hidungnya. Belum apa-apa Lexi sudah terisak hal ini mengingatkannya kembali akan hari terburuk seumur hidupnya.


"Lexi Ayangnya Mas, Mas merasa hari ini Mas sangat lemah." ucap pelan Kahfi terlihat Kahfi memejamkan matanya sejenak.


"Mas memaksa Ghaza agar mau memberikan ponselnya. Mas ingin memberi wasiat padamu." Kahfi sedikit terbatuk, hingga terlihat Kayla menggenggam tangannya dan menyodorkan segelas air. Tapi Kahfi menggeleng menolak air pemberian Kayla.


"Mas, sudah mininggalkan banyak warisan, aset dan saham untuk Ayang dan anak kita." Kahfi tersenyum.


"Tidak ada yang tau akan takdir seseorang. Tapi jika Mas harus pergi lebih dulu menuju keabadian berjanjilah untuk tetap hidup dengan baik dan bahagia." Lexi semakin menangis meraung-raung bahkan di saat terakhir pria itu masih memikirkan keadaannya.


"Rawatlah anak kita dengan baik. Mas sudah berbicara dengan Abang Kahfa dan menitipkanmu dan anak kita padanya. Menikahlah dengannya setelah anak kita lahir, sungguh Mas tidak mempercayai siapapun selain Bang Kahfa." Mata Kahfi terpejam dirinya terlihat mengatur nafasnya beberapa kali.


"Selain meminta anak darimu, Masmu ini meminta kau menikahi Bang Kahfa dengan sangat sadar dan tanpa paksaan dari siapapun. Mas mohon ini menikahlah dengannya. Mas sudah memikirkan ini sejak lama, menurutlah. Mas mencintaimu." Kahfi tersenyum dengan bibir pucatnya.


"Sudah Ghaza, terimakasih. Awas saja jika kau tak melihatkan ini pada Lexi ku kutuk Kau-." Terdengar samar-samar Kahfa berucap lemah. Padahal kamera tidak lagi mengarah padanya.


"Ibuuu-" Suara Lexi tercekat.


"Lexi ..." Kimmy memeluk tubuh menantunya dengan perut besar yang menjadi jaraknya.


"Rasanya sakit Bu, entah di mana Lexi merasa sakit. Mengapa Mas Kahfi sejahat pada Lexi?"


"Stt, dia sangat menyayangimu. Dia perduli akan hidupmu setelah kepergiannya." Kimmy menangkup wajah Lexi yang kuyu dengan air mata.


"Kahfa mau menikahimu setelah anakmu lahir sayang. Kami sudah membicarakan hal ini."

__ADS_1


"Aku tak mau Bu. Aku mencintai Kahfi, aku tak akan menikah dengan Abang." Lexi menggeleng.


"Ibu mohon Nak, tolong jalankan wasiatnya."


"Aku tak bisa Bu. Aku tidak mau, aku bisa membesarkan anakku sendiri. Aku tak bisa menikah lagi."


"Nak. Apa yang kau ragukan? Kahfa juga anak yang baik."


"Bu kami tak akan cocok untuk menjalani rumah tangga. Di samping aku mencintai Mas Kahfi, Abang tidak menyukaiku sejak awal. Lagi pula aku bukan wanita yang shaliha, Abang bisa menikahi wanita lain di luar sana yang tentu saja lebih baik dariku."


"Kami sudah membicarakan ini dan Kahfa bersedia menikahimu."


Apa-apaan ibu mertua Lexi ini, baru beberapa minggu lebih dirinya di tinggal suaminya, tantenya sudah membicarakan pernikahan baru di hadapannya.


"Aku tidak mau."


.


Beberapa bulan sudah berlalu.


Sudah dua bulan usia bayinya. Lexi sudah melahirkan seorang bayi laki-laki tampan yang menggemaskan.


Kahfi sempat menyiapkan dua nama sebelum Lexi di ketahui hamil nama seorang bayi laki-laki dan seorang bayi perempuan. Kahfi memberikan nama Zayn.


Ya nama itu yang Lexi sematkan.


Di temani oleh Ibu Kimmy dan Ayah Ridwan Lexi mengunjungi makan Kahfi.


"Mas, ini anak kita." Lirih Lexi pelan. Lexi menatap lekat putranya yang terlelap di pangkuan ibu Kimmy.


"Maaf aku baru sempat mengunjungimu. Kemarin aku sempat sakit karna terlalu merindukanmu. Dan sekarang aku sudah sembuh tolong jangan menyapaku lagi sekalipun dalam mimpi." Sangat sulit untuk tidak menangis di sini.


Ridwan mengambil alih cucunya dari gendongan sang istri, sedangkan Kimmy berusaha menenangkan Lexi. Inilah alasan mereka menemani Lexi ke pemakaman. Lexi juga menangis saat menabur bunga di makam Daddy dan Mommynya.

__ADS_1


Lexi merasa lebih lega setelah berjiarah ke makam kedua orang tua dan suaminya.


Saat kembali ke rumah. Kahfa langsung menyambut keponakan tampannya.


"Sayangnya Om sudah pulang." Kahfa meminta Zayn dari gendongan ibunya. Kahfa menghujani begitu banyak kecupan di wajah keponakan pertamanya, di setiap melihat Zayn, Kahfa merasa adiknya kembali hidup dalam sosok mungil tubuh keponakannya.


"Om, jangan di ciumin mulu ih. Abang bau!" Lexi perotes. Kahfa tersenyum Lexi sedikit demi sedikit berangsur kembali ke sifatnya dulu.


"Ini pelampiasan Lexi, abisnya kalo nyium Mamanya belum halal." Kahfa akhir-akhir ini sering menggoda Lexi selain tujuannya untuk menghibur, tentu saja ia benar-benar ingin menikahi mantan adik iparnya itu, jika Kahfa tidak gercep bisa saja Lexi di pinang orang lain.


Justru aneh saat Kahfa yang datar berkata demikian.


"Gaze banget jadi orang." Dengus Lexi kesal. Lexi belum bisa membuka hati untuk pria lain, hatinya masih terpaut akan sosok Kahfi cinta pertamanya.


"Kapan kau akan menerima pinangan Kahfa?"


"Berhenti Bu. Sudah aku katakan aku mencintai Kahfi Bu." Lexi meraih bayinya dari gendongan Kahfa dan berlalu ke kamarnya.


"Bu, jangan terus memaksanya." ujar Ridwan pada istrinya. "Kau juga tak harus merasa terbebani sehingga harus terpaksa menikahi Lexi. Kau boleh menikahi gadis lain. Kahfi pasti mengerti."


"Aku tidak terpaksa Ayah. Aku juga tidak terbebani, aku tak ingin ada pria lain yang menjadi ayah untuk Zayn." Kahfa berujar dalam hati, ia ingin berteriak jika ia sudah menyukai Lexi sejak lama tapi Kahfa menahannya. Ia juga saat kaku.


"Kahfa. Ibu, Kahfa akan tersiksa sendiri jika terus memaksa menikahi Lexi sedangkan Lexi masih terikat dan terbelenggu dengan adiknya."


"Aku tidak papa, aku tidak akan memaksa Lexi untuk melupakan Kahfi. Mereka memang saling mencintai. Seandainyapun Lexi mencintai pria baru, Kahfi akan tetap memiliki tempat di hatinya." Kahfa berujar datar.


Selama ia melihat Lexi baik-baik saja ia akan merasa baik. Ia akan menjaga Lexi dan bayinya, meskipun dengan caranya yang kaku.


"Kahfa Ayah akan mengenalkanmu pada putri teman Ayah."


"Ayah, ku mohon berhenti menjodoh-jodohkan aku. Amanah yang Kahfi berikan padaku belum aku jalankan." ucapnya sebelum berlalu, kahfa kemudian hilang di telan ruanga lainnya.


Lexi masih belum lepas sepenuhnya dari bayang-bayang Kahfi. Pria itu terlalu kuat memasang rantai cinta pada dirinya.

__ADS_1


Rantai cinta yang tidak bisa Lexi musnahkan meskipun pemiliknya telah lama tiada.


__ADS_2