Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Abang tidak tahan


__ADS_3

Gaes udah malam jumat kan, sah lah jika kita unboxing sekarang wkwk ...


Setelah makan malam selesai Ghaza kembali membawa istrinya memasuki kamar, ia mulai berpikir tak sehat jika istrinya di biarkan lama-lama dengan ibunya. Meskipun Ayudia tidak mengatakan secara langsung tidak menyukai istrinya tapi Ghaza adalah orang yang peka dengan sekitar. Terlihat dari Ayudia ibunya membandingkan istrinya dengan saudari tirinya. Terserah secantik apa wanita yang di tawarkan padanya yang jelas hatinya sudah di tawan Kayla semenjak kecil, bayi pertama yang Ghaza sukai dan sampai saat ini Ghazapun menyukai bayi perempuan yang kini sudah menjadi sosok wanita cantik.


"Sayang kita Shalat dulu Ya." Ghaza mengajak istrinya untuk Shalat sunah terlebih dahulu. Keduanya juga berdoa dengab khusu.


Ghaza membaca doa kebaikan serta meniupkannya di atas kepala istrinya.


Ghaza membuka mukena istrinya dan membawa kekasih halannya ke peraduan mereka. Ghaza tak peduli sekalipun tengah menginap di rumah ibunya, yang terpenting dirinya harus mendapatkan haknya malam ini.


"Abang Kay takut. Jangan memandang Kay seperti itu." Pandangan Ghaza terlihat menyeramkan di mata Kayla, persis seperti seekor singa yang tengah mengintai mangsanya.


"Kay kita mulai ya." Ghaza mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya. Ghaza mulai mengecupi wajah mulus dan lembut itu dengan ciuman bertubi-tubi.


Keduanya sama-sama larut dalam buaian yang memabukan, entah sejak kapan kedua pasangan halal itu kini tidak mengenakan sehelai benangpun. Tak ingin membuang-buang waktu Ghaza sudah memposisikan miliknya tepat di surga dunia, kata banyak orang.


Awalnya Ghaza hanya menggesek-gesekkan miliknya tapi selanjutnya Ghaza mulai memajukannya sedikit.

__ADS_1


"Aw, sakit Bang." Kayla mendorong kasar suaminya sampai terjungkal kebelakang. Kemudian Kayla beringsut duduk merubah posisi yang awalnya berbaring.


"Kay ga mau, barusan sakit. Kay berubah pikiran." Kayla hendak berdiri dan ingin memakai pakaiannya kembali. Namun segera di cegat oleh Ghaza.


"Kay jangan gitu, Kay ga boleh bohongin Abang, dosa tau. Lagi pula Abangkan udah nurutin ke mauan Kay untuk menginap di rumah Ibu Ayu, masa Kay mau ingkar janji." Bujuk Ghaza lembut, sebisa mungkin Ghaza merayu istrinya.


Aneh pikir Ghaza, padahal arena tempurnya sudah licin tapi masih susah untuk di singgahi. Apa ia kurang dalam pemanasan.


Ghaza meraih pengaman dari dompetnya dan merobek bungkusnya. "Mau pakai pengaman Bang?" tanya Kyara polos.


"Tidak abang hanya perlu oilnya saja." Ghaza mengulas miliknya dengan pelumas dari pengaman itu.


"Dari pada aku harus kesakitan mending kita pulang aja Abang." ucap Kayla putus asa.


Ghaza sudah mengacak rambutnya frustasi. "Ini udah malem sayang. Abang janji akan pelan-pelan coba lagi ya."


"Dari tadi Abang janji tapi tetep aja sakit Kay ga mau." Kayla sudah meraih selimut putihnya dan menutup tubuhnya dengan selimut.

__ADS_1


Ghaza masih mencari cara agar Kayla mau melakukannya ia tak bisa menunda lagi. Ia bisa gila jika terus menundanya.


Kayla juga tak menyangka akan tersakiti seperti ini.


"Ya sudah Abang ngalah. Kita mainya gesek-gesek di luar saja. Abang ga akan masuk." Ghaza membujuk.


"Janji."


"Hm."


Akhirnya Kayla mau hanya sekedar bermain di luar. Kayla menikmati sentuhan demi sentuhan suaminya, suara-suara Khaspun terdengar di penjuru sudut kamar. Dan di saat Kayla tengah terhanyut Ghaza mengunci pergerakan istrinya juga mendorong miliknya dengan sekali hentakan sampai membuat Kayla menjerit dan menangis.


"Hwaaa ... Abang bohong. Hwaaa sakit banget." Kayla menangis di bawah kuasa Ghaza, sedangkan pria itu masih di baluti surga dunianya.


"Segala puji bagi Allah yang menciptakan makhluk berpasang-pasangan sehingga Ghaza dapat menikmati apa yang nama surga dunia." Ghaza masih tetap bersyukur atas apa yang ia miliki.


"Maaf." Lirihnya, "Abang tidak tahan." Ghaza mengecupi wajah Kayla yang menangis di bawabnya.

__ADS_1


"Pembohong."


Ghaza tidak memperdulikan tudingan istrinya, ia lebih tertarik menyelesaikan apa yang barusaja ia mulai.


__ADS_2