Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Dalang


__ADS_3

Ridwan merasa lelah dengan hari-harinya yang selalu menunggu kedatangan istri dan anaknya, ia menyadari bahwa dirinya terlalu lalai dalam menjaga rumah tangganya, seandainya saja Ridwan segera pindah saat Kimmy merasa tidak nyaman di pondok pesantren ini mungkin sampai saat ini keluarga kecilnya masih bisa ia peluk.


Tok ... Tokkk ...


"Dek, boleh mbak masuk?" Risma meminta ijin untuk mumasuki kamar adiknya.


"Ya, masuklah Mbak." ucapnya dari dalam.


Risma masuk dan memperhatikan adiknya yang kini telah menutup kitab suci Al-quran, sepertinya adiknya itu baru selesai membacanya, pastri adiknya sedang merasa tidak tenang saat tak dapat mengontrol kecemasan dalam jiwanya, oleh sebab itu Ridwan menenangkan diri dengan mengaji.


"Bagai mana? Apa ada kabar dari istri dan anakmu?"


"Belum Mbak, sepertinya Kimmy sangat marah padaku." ungkapan Ridwan penuh putus asa membuat yang mendengarnya merasa iba.


"Yang sabar ya. Pasti Kimmy dan si kembar baik-baik saja, Mbak tau istrimu dia wanita kuat pasti bisa melindungi dirinya dan anak-anak."

__ADS_1


"Bahkan aku belum meminta maaf padanya, ia pasti kecewa padaku. Bahkah aku selalu meminta maaf meskipun Kimmy yang bersalah, tapi kali ini saat aku bersalah aku belum memohon maaf dia sudah pergi begitu tanpa membawa satupun barang dariku selain anak-anak."


"Mungkin, itu tanda Dek, jika istrimu akan kembali. Bisa jadi Kimmy masih menenangkan diri." Risma sedikit menghibur adiknya.


"Semoga saja Mbak, tapi aku tidak habis pikir mengapa Umi memintaku untuk menikahi Citra, padahal Umi tau jika aku tidak menyukai wanita manapun selain Kimmy."


"Mau Mbak kasih tau sesuatu." Ridwan hanya mengangguk tanpa berkata apapun.


"Umi mengetahui jika Kimmy tengah hamil dan juga belum tau siapa ayah dari bayi itu, Riza yang mengatakannya, sepertinya Umi mengira setelah kejadian itu kau akan menikahi Ayudia untuk membalah perbuatan istrimu, oleh sebab itu Umi berpikir lebih baik kau menikah dengan Citra di banding Ayudia, dan Mbak rasa Citra juga menyimpan rasa untukmu Dek. Itu sebabnya Citra sangat senang saat kau menikahimu dan menolak saat kau menceraikannya." penjelasan Risma masih tidak bisa Ridwan terima.


Belum empat puluh hari semenjak kematian istrinya Kyai Sulaiman kini sudah menikahi Ayudia, bukan karna ia sangat menginginkan pernikahan itu melainkan ancaman serta permainan Ayudia tetap memaksa untuk di nikahi pria tua itu.


"Setidaknya aku sudah serumah dengan Gus Ridwan, tidak apa tidak menjadi istrinya yang terpenting aku bisa tinggal dengan pria pujaanku." Ayudia nampak senang dengan statusnya.


Ridwanpun tidak jadi pindah sebelum anak dan istrinya di temukan, tapi meskipun demikian Ridwan sudah menyiapkan rumah dan segala fasilitas yang di inginkan Kimmy.

__ADS_1


"Dasar benalu, aku membawamu kerumah ini karna aku kasihan padamu Citra, tapi mengapa kau menginginkan suamiku juga, dasar adik tidak tahu diri." Sari marah bukan kepalang saat Citra adik kandungnya meminta di nikahkan dengan kakak iparnya sendiri, Riza juga sepertinya tidak menolak karna ia hanya diam saja.


"Sari, kan Mbak sudah pernah bilang jangan biarkan adikmu tinggal bersama kalian terlalu lama, karna ini yang Mbak takutkan, kau tau Rasurullah pernah bersabda jika ipar itu adalah neraka, tapi kau tidak pernah mendengarkan Mbak Sar." Risma ikut bicara.


"Dan untukmu Riza, meskipun poligami itu di perbolehkan tapi sangat berat untuk di lakukan, maka Mas sarankan lebih baik jangan Za." Ridwan menasehati adiknya yang hanya diam sedari tadi.


"Mas bisa mengatakan itu karna memiliki istri yang kau cintai, sedangkan aku." Riza menunjuk dirinya sendiri. "Aku tidak mencintai istriku, aku justru mencintai istrimu Mas, ku kira setelah kejadian Kimmy di sentuh pria lain kau akan menceraikannya dan aku akan menjadi suami Kimmy berikutnya, tapi apa kalian malah berbaikan dan kau bahkan menerima janin yang belum tentu milikmu. Bahkan usahaku sia-sia saat membujuk Umi untuk menikahi Citra, semua memang berjalan baik tapi akhirnya aku juga kehilangan jejak Kimmy." Riza mengamuk di sana.


"Apa maksudmu Za?"


"Maksudku jelas Mas, aku mencintai istrimu, aku bisa menjadi pria yang di inginkan Kimmy, tapi kenapa dia tidak pernah memandangku sebagai seorang pria, aku sudah mencintainya sejak pertama melihatnya sebelum kau mencintainya. Tapi kenapa selalu kau yang beruntung Mas? Aku berkali-kali gagal membuat kalian bercerai. Meskipun kalian sering bertengkar"


"Jangan katakan jika selama kau dalang dari pertengkaran kami."


"Ya, aku dalangnya Mas."

__ADS_1


Degghh ...


__ADS_2