
"Gus Ridwan kau harus menikahiku." Ayudia mengatakan itu dengan sangat lantang.
"Ayudia berapa kali aku harus mengatakan ini, aku tidak akan menikahimu."
"Jika begitu Kyai Sulaiman yang harus menikahiku, kau ingin melihat Umimu di madu begitu?" Ayudia masih mengancam,
"Sebenarnya ada apa tidak mungkin jika mertuaku menikahi wanita yang pantas menjadi anaknya kan." Kimmy belum bisa menyimpulkan otaknya masih belum bisa mencerna apa yang terjadi, sedangkan Umi hanya terisak di atas sopa dengan di peluk mba Risma.
Kimmy sungguh tidak mengetahui apapun yang terjadi, di sana juga nampak Abi hanya menundukan wajah.
"Abi sungguh tidak melakukan hal hina, Ridwan, semalam abi mendengar teriakan dari rumah yang Ayudia tempati, tanpa pikir panjang Abi memasuki rumah itu dan terbangun pagi tadi,tapi Abi yakin tidak melakukan apapun, percayalah."
"Ya Kyai tidak melakukan apapun tapi Kyai sudah menginap di rumahku semalam, apa jadinya jika hal ini di ketahui orang lain selain keluarga? Dan akan seperti apa tanggapan mereka?" Ayudia berkata tenang, sedangkan Kimmy dan Risma hanya menyimak.
"Apa maumu?" Kali ini Umi yang mengatakan itu, terlihat sangat marah di wajahnya, mata itu memancarkan api kemurkaan yang belum pernah Umi perlihatkan.
"Mauku cukup sederhana, aku ingin putramu menikahiku, jika tida aib ini akan tersebar dan bersiaplah untuk memiliki madu, Kyai pasti akan di paksa masyarakat untuk menikahiku karna telah bermalam di rumah yang ku tinggali."
"Kami tidak menyangka kau sepecik ini Ayudia." Plak... Umi melayangkan tangannya di pipi Ayudia.
"Jangan kasar padaku, jika bukan karna aku, kau hanya akan tinggal nama. Ingat tubuhmu hampir mati jika bukan karna ginjalku."
"Aku lebih baik mati dari pada di tolong wanita ular sepertimu!" Umi meludahi wajah Ayudia, tapi wanita itu masih tertawa dengan penuh kemenangan.
__ADS_1
Riza,dan Mbak Risma hanya diam mereka sama bingungnya dengan Kimmy, sedangkan Sari wanita itu sedang mengasuh si kembar dan Ghaza, meskipun sari terlihat tidak menyukai Kimmy tapi Sari tulus menyayangi si kembar, bocah kembar itu kini duduk di sekolah taman Kanak-kanak, begitupun dengan Ghaza, mereka di sekolahkan oleh Ridwan di sekolah terdekat agar lebih memudahkan mengantar jemput mereka.
"Bagai mana Gus Ridwan? Apa kali ini kau bisa menolakku?"
Ridwan diam tanpa sedikitpun membuka mulutnya, lalu kemudian " Akan aku pikirkan lagi."
Jleb...
Kimmy membeku dengan pandangan kecewa, beberapa saat lalu Ridwan menolak wanita itu dengan sangat tegas, tapi hari ini pendirian Ridwan mulai goyah, Ridwan seakan berubah pikiran meskipun Ridwan belum menjawab pasti, tapi ini semua sukses membuatnya terluka. Kimmy beranjak lebih dulu meninggalkan sebagian orang yang masih ingin berdebat.
Di dalam kamar Kimmy kembali menangis, ingin rasanya, Kimmy meluluhlantantahkan kamarnya, tapi segera ia mengingat Allah dan beristighfar untuk memohon pengampupunan, wanita itu segera mengambil air wudhu dan menuaikan shalat agar hatinya merasa lebih tenang.
"Ya Allah, aku pernah mendengar jika seorang hamba ingin menuju kearah lebih baik, kau akan memberikan cobaan untuk semua hambamu dengan cara berbeda-beda untuk menaikan tingkat level setiap hambamu maka aku iklahs untuk ini dan sebelumnya. Aku juga pernah mendengar jika setiap penderitaan seorang manusia hanya ada dua kemungkinan yaitu, hukuman atau ujian maka kali ini Dan sebelumnya aku masih berbaik sangka padamu Ya Allah kau sedang sedang mengujiku kan? Kau tidak mengkum ku kan? aku selalu menggap kau sudah mengampuni seluruh dosaku sebelum aku mengenalmu. Aku hanya minta ridhomu ya Allah, dan luaskanlah pengampunanmu untuku." Kimmy selalu menanamkan hal itu pada dirinya, hanya Ridwan dan tempat sujudnyalah ia berani mengatakan apapun yang ia rasa selebihnya ia memilih memendamnya sendiri, ia tak lagi bercerita kepada orang lain sekalipun Umi dan kakak iparnya.
Ridwan memasuki kamar yang langsung di sambut dengan rentetan ucapan pedas istrinya, Kimmy tetap lah Kimmy jati dirinya masih kerap kali keluar di hadapan sang suami.
"Jaga batasanmu Kimmy, kau hidup denganku sudah lebih enam tahun tapi tidak pernah mengerti akan diriku." Ridwan seakan sedang mengkritik istrinya.
"Ya aku memang tidak pernah mengerti dirimu, lantas kau mau apa? mau menikahi perempuan itu, karna dia lebih menurut." Kimmy balik menyerang suaminya dengan perasaan menggebu.
"Aku melakukan ini demi ibuku. Demi nama baik keluargaku." Nada Ridwan memelan, tapi tidak dengan amarah Kimmy yang justru semakin meninggi.
"Jangan memakai alasan lain untuk menghalalkan rencanamu, katakan saja sebenarnya dirimu memang sudah kembali tertarik dengan perempuan itu, tapi kau terlanjur berjanjikan, itu sebabnya kau sedang mencari pembenaran untuk mengingkari janjimu sendiri."
__ADS_1
"Kimmy!!!" Ridwan membentak dan sudah mau menampar pipi istrinya, hampir saja tangan itu melukai wanita di hadapannya. Kimmy memandang wajah suaminya dengan mata berkaca-kaca.
"Kenapa? Kau mau menamparku? Tampar saja." Tantangnya sampai menepuk-nepuk pelan pipi kanannya.
"Astaghfirullah, astaghfirullah." Ridwan hanya beristighfar, pria itu hanya meminta maaf pada tuhannya sedangkan pada Kimmy ia tidak mengatakan apapun.
Kimmy kecewa pada suaminya, tanpa mengatakan apapun Kimmy pergi meninhgalkan suaminya, ia butuh menenangkan diri, mungkin ia kan mendatangi anaknya yang tengah ke taman dengan adik iparnya.
Saat ia menyadari bahwa tak ada seorangpun di sana, kemana perginya Kimmy?. Mungkin istrinya membutuhkan waktu, nanti juga Kimmy akan kembali dan meminta maaf padanya, biasanya akan seperti itu pikirnya, namun ternyata kali ini ia akan salah.
Kimmy, mengendarai mobilnya menuju taman yang di maksud sari, tapi tiba-tiba ia di hadang oleh satu buah mobil di jalanan yang lumayan sepi.
"Ada apa? Apa aku akan di rampok? Bagai mana ini aku tidak memiliki senjata apapun?" Kimmy mulai cemas, karna Kimmy sudah tidak pernah membawa senjata apapun, ia sudah memasrahkan hidupnya kepada tuhannya." Ya Allah ku pasrahkan semua hidup dan matiku padamu, Agus maafkan aku karna pergi tanpa ijin darimu." Di tengah dua orang menggedor kaca mobilnya sempat-sempatnya Kimmy meminta maaf pada pria itu melalui pesan singkat, karna ini yang pertama Kimmy pergi tanpa ijin suaminya setelah ia memiliki anak.
Setelah beberapa saat ia merasa takut ia dapat bernapas dengan lega saat El Malik ikut keluar dari mobil itu.
"Kimmy, aku kembali bukalah, aku ingin bicara sebentar!". Malik mengetuk kaca mobil.
Kimmy tidak menaruh curiga ia segera membuka pinti dan brbicara di bahu jalan.
" Assalamualaikum. Apa kabar El?"
"Kabarku baik." Malik menjawab tanpa memerdulikan salam wanita pemilik hatinya.
__ADS_1
"Ada hal apa yang akan kau bicarakan?"
"Aku ingin menawarkanmu kebahagian, aku tahu rumah tanggamu bermasalah, untuk itu aku kembali untuk membahagiakanmu, aku bersumpah akan menjadikanmu wanita satu-satunya dalam hidupku, aku akan menyayangi anak-anakmu seperti anakku sendiri, apapun yang kau inginkan akan aku penuhi My, kumohon kembalilah padaku dan tinggalkan Ridwan."