Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Pergi


__ADS_3

"Umi..."


"Nak... Hiduplah dengan bahagia, nikahi citra!"


Degh, apa maksudnya ini mana mungkin Ridwan mampu menikahi wanita lain.


"Tidak Umi. Aku tidak bisa melakukannya!"


"Umi ingin melihat kau menikahinya sekarang, sebelum Umi tiada."


Hampir semua orang memohon saat itu, Hanya Kimmy yang menatap Ridwan dengan mata terluka.


Keras apapun Ridwan menolak, semua keluarganya tetap memaksanya, entah apa yang melatar belakangi permintaan Ibunya itu, Abi dan Riza sampai berlutut di hadapan Ridwan, sedangkan Kimmy hanya diam dengan menggenggam lukanya seorang diri, ini sungguh menyakitkan untuknya disaat suaminya sudah memaafkan yang telah terjadi justru malah ada hal yang lebih mengejutkan setelahnya.


Saat itu juga Ridwan di nikahkan secara paksa dengan wanita muda, Citra adalah adik Sari yang baru kemarin tinggal di sana, Feeling Kimmy tidaklah salah ia merasa pernikahannya memang tengah terancam dan kini ini semua menjadi kenyataan, Ayudia bahkan mengamuk sampai menyerang Umi yang kini tidak berdaya.


Mungkin dengan Ayudia, Kimmy mampu bersaing tapi jika di bandingkan dengan gadis muda itu Kimmy tidak tau, siapa yang tidak menyukai gadis muda.

__ADS_1


Tak sanggup Kimmy harus menyaksikan pernikahan kedua suaminya. Ia akan pergi dari sana saat ini juga tak perduli dengan barang-barang yang telah ia kemas ia segera membawa kedua buah hatinya untuk pergi bersamanya.


Saat sampai di gerbang pondok security menghentikan langkahnya dan menanyainya. Kimmy beralasan untuk membeli sarapan di luar meskipun hari masih gelap.


Setelah akad nikah, Umi benar-benar meninggal dalam pelukan Ridwan sendiri.


Tidak menunggu sampai sejam Ridwan langsung mengambil keputusan di tengah ia memangku tubuh kaku ibunya.


"Citra, dengan ini aku menjatuhkan talak tiga untukmu, mulai detik ini kau bukan istriku, aku membebaskanmu dari hak dan kewajiban seorang istri." Ridwan berucap tegas tanpa keraguan sama sekali.


"Tidak, Gus, aku belum ada satu jam menjadi istrimu kau sudah menalakku." Wanita muda itu tidak terima dengan keputusan pria itu.


"Kumohon, Gus jangan seperti ini."


"Meskipun kau memohon sekalipun tidak akan meribah kepusanku, aku sudah menikahimu. Dan aku sudah menceraikanmu."


Semua orang sibuk mengurus pemakaman Umi, yang paling terpukul dalam hal ini adalah Abi, pria tua itu hanya terdiam dan menatap nanar peristirahatan terakhir sang istri.

__ADS_1


Siang itu acara pemakaman telah selesai semua pelayat sudah pulang kerumah masing-masing.


Di sini Ridwan mulai menyadari keanehannya, kemana istrinya dari tadi pagi belum terlihat, bahkan saat Uminya di makamkanpun ia tidak melihat istri dan kedua anaknya. "Astasghfirullah apa mungkin Kimmy menganggap saat ini pamali jika mendekati orang yang sudah tiada karna ia tengah hamil, setidaknya itu hanya mitos tapi sepertinya Kimmy mempercayai itu." Ridwan bergunam pelan.


Ridwan, Abi serta adik dan kakaknya masih sibuk berduka, dengan kepergian ibunya, tak ada yang berani bertanya atau mengusik Ridwan karna kejadian tadi pagi, begitu juga dengan Sari dan Citra tidak nampak batang hidungnya entah kemana mereka pergi.


Setelah Shalat ashar Ridwan memutuskan untuk bertemu dengan istrinya di kamarnya, suasana kamar masih seperti tadi pagi saat Ridwan tinggalkan masih acak-acakan sisa pertempuran semalam. Koper dan beberapa barang yang sudah di kemas masih tersusun rapi disana.


"Sayang."


Ridwan memanggil dan mendatangi kamar mandi tapi tidak ada dimanapun, ah mungkin saja Kimmy di kamar si kembar. Ridwan terus mencari sampai seisi rumah ia jelajahi tanpa henti tapi istri dan kedua anaknya tidak di temukan.


"Kemana mereka?" Ridwan bahkan sudah menggil ketakutan, takut jika apa yang ada di benaknya menjadi kenyataan.


"Ayolah Sayang, dimana kalian? Ayah lelah mencari."


Belum kering air matanya sehabis menangisi ibunya, Ridwan kini meraung karna istri dan anaknya telah lenyap dari jangkawan mata dan tangannya.

__ADS_1


Tidak ada yang menyadari jika Kimmy dan kedua anaknya pergi dari penjara suci yang semakin lama menjadi neraka untuk wanita itu.


__ADS_2