Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Ya aku putra Ibu


__ADS_3

"Ghaza kau mencintai Kayla?" Ayudia tiba-tiba bertanya, bukan apa-apa Ayudia bertanya demikian hanya saja ia tak ingin jika kebenarannya ternyata Ghaza menikahi Kayla adalah paksaan dari pihak tertentu. Sebagai Ibu tentu saja Ayudia khawatir akan perasaat putra semata wayangnya. Karna pernikahan adalah komitmen seumur hidup, Ayudia takut jika Ghaza terpaksa menikah dengan Kayla dan putranya itu tidak bahagia menjalankan rumah tangganya.


"Aku sangat mencintainya Bu. Sudah sangat lama sekali aku mencintai putri ayah Ridwan itu. Tapi karna aku sadar diri, sedikitpun aku tidak pernah bermimpi akan menjadi suaminya, aku mencintainya dalam diam. Setiap sujudku tak pernah melewatkan namanya. Maaf jika membuat ibu cemburu. Aku mencintai Kayla setelah Tuhanku. Bisa aku katakan Kayla adalah makhluk pertama yang ku cintai, meski terdengar berlebih tapi itu kenyataannya. Bahkan karna aku sangat mencintainya aku rela melakukan apapun untuknya. Tapi Allah sangat baik terhadapku, Allah memnerikanku jodoh yang paling ku inginkan." Ghaza tersenyum, lantas Ghaza menceritakan bagaimana awal mulanya pernikahannya dan Kayla berawal.


Berlian yang berada di kamar mandi ruang inap itu menelinga serta menyandarkan tubuhnya pada pintu kamar mandi. Seandainya saja dirinya yang menjadi wanita yang di cintai Ghaza maka ia akan menjadi wanita paling beruntung. Seandainya mungkin. Ingin rasanya Berlian menggantikan posisi Kayla untuk menjadi ratu di rumah pria itu.


"Ghaza, berapa usia kandungan istrimu?" Ayudia bertanya. Meskipun tidak ia pungkiri jika hatinya cemburu mengetahui putranya lebih mencintai wanita lain di bandingkan dirinya.


"Baru tiga minggu Bu, sekarang dia berada dalam masa serba apa-apa mual serta susah makan. Sampai-sampai Ghaza kerepotan di buatnya" ungkap Ghaza jujur.


Ayudia tersenyum masam, bingung apa ia harus menyukai menantunya atau tidak. Tapi hanya dengan membahas Kayla saja maka Ghaza akan banyak berbicara padanya, jadi sebisa mungkin Ayudia membahas Kayla agar Ghaza mau terbuka padanya.


"Mual? Apa Kayla juga sering mengidam sesuatu?" Ayudia semakin senang saat Ghaza mulai tersenyum dan ramah padanya.


"Ya Bu, Kay sangat manja padaku kadang dia tak mau jika tidak ku suapi, katanya tangannya lelah jika harus menyuapkan makanan ke mulutnya." Ghaza sangat bersemangat menceritakan tingkah istri kecilnya.

__ADS_1


Ayudia diam hatinya berpikir jika Kayla sangat beruntung, meskipun Kay hamil muda gadis itu di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya juga dengan seorang suami yang senantiasa memberikannya perhatian dan cinta dalam setiap waktu. Berbeda dengan dirinya dulu yang harus mengalami pelecehan dan beberpa kali hamil di luar nikah juga melakukan tindak abor si, saat hamilpun Ayudia tidak mempunyai suami apalagi mendapatkan perhatian apalagi cinta dari orang di sekitarnya. Kenapa lagi-lagi nasib Kimmy selalu lebih beruntung dari pada dirinya. Ya jika Ayudia tidak bersikap baik pada menuntunya, bukan berarti Ayudia tidak menyukai Kayla, Ayudia hanya masih kesal saja pada Kimmy, akan takdir besannya di masa lalu.


"Aku sangat beruntung Bu bisa memiliki Kayla. Tak henti-hentinya rasa dyukur ku ucapkan pada Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang." Ghaza selalu berbinar saat tengah membahas wanita yang ia cintai.


"Bukan kau yang beruntung. Tapi Kaylalah yang beruntung di miliki olehmu, berbahagialah Ibu juga akan bahagia atas kebahagiannmu."


"Oh Ya, Kay juga menitipkan salam pada ibu, semoga ibu cepat sembuh agar bisa melihat bayi dalam perut Kayla membesar. Aku akan menginap di sini untuk menemani Ibu." ungkap Ghaza kembali.


Ayudia tersenyum ternyata putranya masih perhatian padanya.


"Kayla sendiri yang menyuruhku menginap Bu." Ghaza menyerahkan obat yang harus di minum Ibunya.


"Pulanglah, Ibu tidak papa. Kasian cucu Ibu jika jauh dari ayahnya." Dengan perhatian Ghaza saja Ayudia sudah senang tak perlu putranya harus menginap di rumah sakit.


"Tapi Bu."

__ADS_1


"Ibu tidak papa, di sini ada Berlian. Ibu tak ingin istrimu cemburu padamu." Ayudia tertawa meledek putranya. "Nanti Kay merajuk padamu."


"Ya Ibu benar, bisa-bisa saat tidur Ghaza malah dapat punggungnya." Ghaza ikut tertawa.


"Ghaza kau putra Ibu kan?"


"Ya aku putra ibu."


Ayudia mendapatkan fakta baru jika dia ingin lebih dekat dengan putranya ia harus menyayangi menantunya.


Ditempat lain.


"Hacih ... Hacih ... "


Kayla bersin-bersin selama beberapa kali.

__ADS_1


"Aduh, siapa yang ngomongin aku sih?" Kayla menggosok hidungnya yang tidak nyaman.


__ADS_2