Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Dari Pada Dikutuk Malaikat


__ADS_3

Lexi tengah berperang batin, ia merasa tertipu dengan cara Kahfi yang memperlakukan seolah pria itu mencintainya. Jika kahfi mencintainya tidak mungkin Kahfi menemui Zahra. Apapun alasannya ini tidak di benarkan.


"No.!! I'm hurting." Lexi terisak pelan.


Lexi menunjukan tangan kanannya yang berlumuran darah.


Sebenarnya hatinya lebih sakit dari luka itu sendiri.


Kimmy sigap mengambil tangan Lexi membersihkan lukanya dengan alkohol 70 persen, yang sukses membuat Lexi meriringis ngilu serta perih. Kimmy juga membalut luka itu setelah sebelumnya memberikan obat merah terlebih dahulu.


"Apa yang terjadi Lexi katakan pada ibu." Lexi memilih dia ia belum mencari tau kebenarannya,


Lagi pula bukankah setiap malasalah rumah tangga jangan sampai terumbar. Meskipun ia tengah kesal dan marah pada Kahfi tapi ia ingat benar jika Kahfi pernah mengatakan jangan sampai permasalah rumah tangganya di ketahui orang lain selain suami dan istri. Itu sebabnya Lexi memilih diam saat mertuanya bertanya.


"Biasanya saat sedang merasa kacau apa yang harus di lakukan seseorang?"


"Berserah diri kepada Allah Lexi, shalat serta dzikir bisa menjadi obat untuk ketenangan hatimu." Kimmy mengusap pipi menantunya ia tau Lexi tidak dalam ke adaan baik.


"Jika kau ingin menangis tidak papa. Kau boleh mengadukannya apapun pada Allah Lexi. Allah adalah sebaik baik pendengar." ujar Kayla,


"Kami tidak mengetahui masalahmu tidak pula memaksamu untuk terbuka. Kau memiliki hak untuk menyimpannya sendiri. Berkeluh kesahlah kepada Tuhanmu. Allah akan memberikan ketenangan atas kegelisahanmu." Kahfi berujar, dia juga menyerahkan segelas air pada adik iparnya.


"Minumlah dulu! Setelah ini kau boleh istrirahat atau mengadu pada pemilik takdir."


"Terimakasih Bang."


Lexi bersyukur di kelilingi orang-orang yang menyayanginya. Meskipun Kahfa selalu bertingkah menyebalkan tapi ada kalanya Kahfa bertindak tepat no lebay-lebay.


.


Setelah mengadukan semua tentang kegundahan hatinya. Lexi memilih tertidur. Ia ingin mengistirahatkan tubuh dan pikirannya yang terasa berdenyut-denyut.


"Ayang. Ayang, bangun ini sudah hampir maghrib." Kahfi mengguncang pelan tubuh Lexi.


Terlihat Kahfi sudah bersih dan rapih dengan sarong fan kokonya. Sepertinya ia sudah bersiap hendak kemesjid.


Lexi hendak bertanya kapan Kahfi pulang, tapi niatnya seketika urung saat ia mengingat kembali pada pesan dan beberapa vidio yang di kirimkan oleh nomor tak di kenal pada ponselnya.


Oh Ya kemana ponselnya, terakhir ia ingat ponselnya ia banting kuat sampai setengah hancur.

__ADS_1


"Tangan Ayang kenapa?" Kahfi meraba kain kasa yang membalut tangan kanan istrinya.


"Hanya sedikit tergores."


"Sedikit, lalu mengapa sampai di perban." Tanya Kahfi kembali.


"Tidak papa." jawab Lexi tak acuh.


Bahkan Kahfi tak ingin menjelaskan apapun padanya pikir Lexi dalam hati.


Kahfi bersikaf seakan tak pernah terjadi apapun pada mereka, Kahfi bertingkah layaknya mereka pada biasanya.


"Mandi dan ambil wudhu. Shalat di mesjid saja ya Mas tungguin."


Lexi hanya diam ia beranjak ke kamar mandi.


Kahfi sama sekali tak berpikir jika istrinya tengah marah, ia merasa tak melakukan kesalahan lagipula tadi pagi mereka baik-baik saja.


Saat tengah tadharus dan menghapal bersama Lexi masih diam. Termasuk saat Kahfi menjelaskan sesuatu di kelasnya Lexi tak merespon apapun.


Ketika makan malampun Lexi tidak seperti biasanya dia hanya diam tanpa bertanya atau apapun. Membuat Kahfi bertanya-tanya dalam hati.


Lexi yang mendapat pertanyaan hanya diam seribu basa. Otaknya tengah mencari cara agar dapat membalas ulah Zahra. Bukan tipenya jika ia hanya diam dan menangis layaknya sinema ikan terbang. Bagai manapun ia harus membalas, semut saja jika terinjak akan menggigit apalagi dirinya yang memiliki seribu macam cara.


"Ay. Mas punya salah sama Ayang?" tanya Kahfi hati-hati.


Lexi malah menatap tajam suaminya, ia ingin sekali berteriak di hadapan pria tampan itu, tapi nyalinya sedikit menciut mengingat tubuh suaminya yang tinggi besar itu. Bisa-bisa sekali banting tubuhnya langsung hancur. Ngeri juga pikir Lexi.


Di tatap tajam oleh istrinya membuat Kahfi serasa di telanjangi di hadapan umum. Ia salah tingkah menggatuk tengkuknya berulang kali.


Ekspresi bingung yang di tampilkan Kahfi membuat Lexi semakin muak. Bisa-bisanya setelah bertemu ulet bulu Kahfi tidak mengatakan apapun. Jangankan meminta maaf Kahfi bahkan tak membahasnya sama sekali.


"Pikir saja sendiri." Lexi menidurkan tubuhnya dan tidur membelakangi suaminya.


Kahfi menghembuskan nafasnya kesal. Ia juga lelah, kurang apa ia dalam membujuk. Di tambah lagi ia menginginkan kebutuhan biologisnya terpenuhi. Kahfipun menutup wajah karna malu untuk meminta haknya melihat sikaf Lexi yang ketus.


"Ay, dingin tau. Peluk sama Mas ya." Kahfi memeluk Lexi dari belakang. Bukan hanga sekedar peluk tangan Kahfi mulain menjelajah mendaki gunung dan menuruni lembah.


"Ay, Mas ingin boleh ya?" bisik Kahfi dengan suara seraknya. Sebenarnya sekalipun Lexi menolak Kahfi masih akan membujuk.

__ADS_1


"Aku lelah."


"Ay, dosa tau menolak inginnya suami."


Kahfi membalik tubuh istrinya dan bersiap menerangkan sesuat.


"Bukan Mas mau menang sendirinatau mengada-ngada ini benar adanya."


"Salah satu dari tujuan pernikahan dalam agama Islam yaitu untuk mendapatkan keturunan. Tentunya Mama dan Papa ingin memiliki generasi penerus. 


Nah, untuk mewujudkan hal tersebut suami dan istri perlu melakukan hubungan sekss. Tidak hanya untuk memperoleh keturunan, berhubungan se ks dengan suami juga bisa meningkatkan keharmonisan dalam rumah tangga.


Dari Thalqu bin Ali, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa:


Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk berkumpul hendaknya perempuan itu mendatanginya sekalipun ia berada di dapur," (HR.Tirmidzi: 4/387).


Dalam hadis tersebut jelas dipahami bahwa seorang perempuan yang sudah menjadi istri, wajib untuk melayani suaminya meskipun saat itu ia sedang melakukan suatu pekerjaan. Jadi, suami harus diprioritaskan oleh istri dari segala hal yang lainnya.


Hukum bagi istri yang menolak ajakan suaminya untuk berhubungan se ks sebenarnya tidak diperbolehkan. Bahkan ia akan mendapatkan dosa jika menolak dengan alasan yang tidak jelas.


Hal ini disampaikan dalam HR. Bukhari bahwa:


Jika suami memanggil istrinya untuk tidur bersama (bersenggama), lalu istri menolah sehingga semalam itu suami menjadi jengkel (marah) pada istrinya. Maka para malaikat akan mengutuk istri itu hingga pagi hari," (HR. Bukhari).


Islam memang mengajarkan seorang istri harus hormat dan patuh pada suaminya. Hal ini dikarenakan suami memiliki tanggung jawab dan peran yang lebih besar dalam keluarga. Perlu diingat kalu suami berperan menanggung keluarganya, baik di dunia dan di akhirat.


Seperti yang telah disebutkan dalam HR. Bukhari bahwa, murkanya malaikat kepada istri yang menolak ajakan suaminya. Istri akan dikutuk hingga pagi hari. Bahkan, jika istri berani meninggalkan suaminya dari tempat tidur, maka malaikat pun tetap melaknat perempuan tersebut." ujar Kahfi panjang lebar membuat Lexi meneguk ludahnya berulang kali.


Yang paling ngeri di sini menurut Lexi adalah di kutuk malaikat. Tentu saja hadits yang di sebutkan Kahfi tadi benar adanya. Ia juga pernah mendengar ustad Ridwan mertuanya menerangkan hal ini dalam kelasnya.


Ya ampun bagai mana jika dirinya kena azab jika tetap menolak?


"Ya sudah kalo begitu dari pada alu di kutuk malaikat." Gerutu Lexi.


Kahfi mengulum senyumnya. "Ikhlas ga nih. Kalo gak iklas percuma juga rasanya bakalan ngambang."


"Banyak omong kalo ga mau ga papa." Lexi hendak berbalik kembali tapi Kahfi langsung memerangkap dan mengunci pergerakan wanitanya.


Kahfi memang belum mengetahui apa penyebab Lexi merajuk tapi secepatnya ia akan mencari tau. Di mulai dari Kayla.

__ADS_1


__ADS_2