
Baru saja Kahfi di bicaran. Dan membuat Aisyah bertanya - tanya seperti apa rupa Kahfi, apa sama tampan dengan Kahfa atau justru lebih tampan karna membuat gadis secantik Lexi terang-terangan mengaku menyukai Kahfi.
Belum selesai mereka memakan makanannya Kahfi sudah datang dengan mengucapkan salam.
"Assalamualaikum ..."
"Waalaikumsalam ..." Semua orang serentak menjawab salam dengan mata menuleh ke arah sumber suara.
Lexi berinisitif menuangkan segelas air putih pada gelas kosong. "Minum Gus." Lexi menyimpan segelas air itu tepat di hadapan Kahfi yang menarik kursi untuk duduk.
"Terimakasih." Kahfi tersenyum tipis, dari sini Aisyah menyimpulkan jika seorang Kahfi adalah sosok yang hangat.
"Kau bawa, Nak?" Kimmy mengeluarkan suaranya saat Kahfi membawa papper bag di tangannya.
"Hanya kerudung Bu, untuk Lexi. Karna ibu dan Kay kan sudah banyak." Lexi mengulum senyum dengan wajah semerah tomat masak. Kahfa yang kebetulan menengok Lexi tak bisa menahan ketajaman mulutnya.
"Kenapa kau?"
"Terkena syndrom fall in love Gus, pria tanpa perasa sepertimu tak akan mengerti rasanya."
Jleb.
Ucapan Lexi bagai anak panah yang menusuk hingga menembus dadanya.
"Kau."
"Apa? Kau yang mencibirku."
"Dasar aneh!"
"Kau itu pria paling menyebalkan."
"Lexi." Kahfi memanggil pelan nama sepupunya.
"Maaf Gus." suara singa Lexi berubah menjadi selembut isian kue sus.
Sangat berbeda cara perlakuan orang lain padanya, maka semakin berbeda pula balasan perlakuan Lexi pada orang itu.
Kahfi ikut makan bersama semua orang.
Ibra menatap lekat pria yang bernama Kahfi itu, tidak oa pungkiri jika seorang Gus muda itu memiliki daya tarik memukau. Jangankan seorang gadis dia saja yang seorang pria mengagumi garis wajah Kahfa dan Kahfi yang terbilang sempurna.
__ADS_1
Hanya Kahfi memiliki kelebihan di sikapnya yang hangat serta lembut. Berbeda dengan Kahfa yang seorang pendiam tapi apabila berbicara dan mencibir orang dengan kata jujur.
"Gus Kahfi kau tau, Mas Ibra tadi melamarku?"
"Uhuk ... Uhuk ..."
Kahfi tersedak oleh makanan yang tengah ia kunyah, "Benarkah?" Kahfi bertanya setelah bisa mengendalikan batuknya. Ia seakan tak percaya, jika Ibra turut melamar Lexi. Padahal tujuan mereka kemari, untuk mengkhitbah kan Kahfa dan Aisyah.
"Ya, makanya aku butuh kejelasan. Bukan Mas Ibra saja yang tertarik padaku pasti di luar sana akan banyak pria yang mengajukan lamaran terhadapku. Jika Gus Kahfi kelamaan sepertinya aku akan menerima salah satu lamaran dari mereka." Lexi meneguk minumnya ia sudah menyelesaikan makannya.
Kahfi sejenak terdiam untuk berpikir.
"Hehehe, jangan terlalu di pikirkan Gus, aku hanya bercanda."
"Lalu bagai mana hapalan shalatmu? kau tidak menyetor hapalan padaku dua hari ini." tanya lembut Kahfi.
Kahfi turut menggeser piringnya ia sudah selesai makannya, seleranya sudah menguar entah kemana sejak mendengar pria yang bernama Ibrahim itu melamar sepupunya.
"Aku sudah menghapal seluruh hapalan shalatku Gus. Sekarang aku tengah menghapal surat pendek di ajarkan Cinta dan Kayla." ujar Lexi.
"Baiklah. Jika kau sudah hapal bacaan shalat, aku akan melamarmu secepatnya pada om Sami dan akan menikahimu setelah Abang menikah.
.
Sebelum pulang keluarga ustadz Zaki dan keluarga Ridwan sudah memperbincangkan penikahan yang akan di lakukan oleh Kahfa dan Aisyah.
Terhitung dua minggu dari hari itu pernikahan Kahfa dan Aisyah akan di lakukan. Dan selang satu minggu dari itu pernikahan Kahfi dan Lexi akan di lakukan.
Keluarga Ridwan adalah keluarga terpandang dan kaya raya sehingga tak sulit untuk menyiapkan pernak-pernik pernikah putranya dalam waktu empat belas hari.
Lexi sangat bahagia saat ini, tinggal menghitung hari Lexi akan menjadi seorang istri dari Kahfi, pemuda hangat dan penuh perhatian.
Dua hari lagi adalah hari pernikahan untuk Kahfa dan Aisyah. Tapi entah apa yang terjadi Aisyah gadis pendiam itu mengajak Kahfa untuk bertemu, untuk pertama kalinya.
"Kahfi temani Abang untuk menemui Aisyah ya." Kahfa mendatangi kamar adik kembarnya.
"Bang kakiku sedang sakit tadi terjatuh di kamar mandi. Lagian mau apa sih bertemu malam-malam seperti ini sebentar lagi juga kalian menikah, hanya dua hari lagi Bang. Kata orang pamali manten bertemu tiga hari sebelum akad, Abang harus di pingit." ujar Kahfi kesal kakinya juga sakit. Bahkan Lexi barusan memberikan air dingin untuk kompesan, ya gadis itu sangat perhatian.
"Kata Aisyah hanya berbicara sebentar. Hanya lima menit ko. Tak jauh dari mini market di depan Abang ngajak Kahfi biar ga ada Fitnah, Aisyah udah nungguin di sana." Kahfa memohon.
"Tapi kakiku sakit Bang sepertinya terkilir." Kahfi tetap mencari cara agar tak mengantar Kahfa lebih tepatnya ia malas keluar rumah malam ini. Disamping kakinya yang sakit ia juga sedang tak enak perasaan, akhir-akhir ini ia ingin selalu melihat Lexi meski dari sambungan vidio Call. Karna tak mungkin mereka bertemu berdua sebelum pernikahan.
__ADS_1
"Ayolah, kau nanti hanya duduk di mobil, Abang yang nyetir." Kahfa teringat jika Aisyah mengatakan ada hal penting yang ibgin di sampaikan secara langsung."
"Ya sudah." putus Kahfi "Tapi ijin Lexi dulu ya." Kahfi mengajukan Syarat.
.
"Gus Kahfa mau kau culik kemana calon suami Lexi?" Lexi memergoki Kahfa yang tengah membantu Kahfi berjalan.
"Lexi pin jam calon suamimu sebentar ya.?"
"Gus, Mas Kahfi sedang sakit jangan membawanya pergi." Lexi keberatan karna pergelangan kaki Kahfi sudah membengkak.
"Janji gak lama, jika lama aku ganti." Kahfa tetap memaksa.
"Gus besok saja perginya."
"Hanya sebentar Lexi." seperti biasa Kahfi berbicara lembut.
Dengat berat hati Lexi melepas kepergian keduannya dengan perasaan tak enak, dengan Kahfa yang menyetir.
"Gus, hati-hati bawa mobilnya." teriak Lexi.
.
Kahfa bertemu dengan calon istrinya di dekat mini market. Entah apa yang mereka bicarakan Kahfi tidak tau, tapi sepertinya mereka berdebat. Tak ingin ambil pusing Kahfi memilih terlelap di dalam mobilnya.
Saat Kahfi terbangun dari tidurnya Kahfa sudah duduk di atad mobilnya dengan raut wajah tak ter baca.
"Bang are you okay?" tanya Kahfi ia sangat peka pada orang-orang di sekelililingnya.
Kahfa tak menjawab ia semakin menambah laju kendaraan pikirannya kembali di mana Aisyah menemuinya hanya untuk membatalkan pernikahan tanpa alasan, di saat dua hari lagi mereka akan menjalankan pernikahan itu.
"Bang are you okay?" sekali lagi Kahfi bertanya.
"Kahfi. Kau boleh menikahi Lexi lebih."
"Hah. Kenapa bang?" Kahfi kaget padahal sebelum ini kakak kembarnya ngotot tak ingin di langkahi. Lalu kenapa kali ini ia menyuruhnya menikahi Lexi lebih dulu.
"Aisyah membatalkan pernikahan secara sepihak." Kahfa mencengkram kasar stir mobil, juga dengan kaki yang menginjak pedal gas dengan dalam saat menikung sehingga tiba-tiba-
Braaakkk ...
__ADS_1