Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Melanjutkan makan


__ADS_3

"Bohong bagai mana?" Kahfi mengurai pelukan istrinya.


"Mas sakit parah dan merahasiakannya dari kami semua." Lexi masih tersedu di pelukan suaminya.


"Dengar dulu ini semua salah paham." Lexi menolak saat Kahfi hendak menjelaskannya.


Ibu Kimmy bahkan sudah di buat menangis tanpa henti di pelukan ayahnya. Begitu juga dengan Kayla. Kayla menangis meraung-raung di pelukan Ghaza.


Kahfa yang sudah sembuh berjalan ke arah adiknya. "Apa yang kau pikirkan Kahfi hingga menyembunyikan hal sebesar ini." Kahfa berujar lirih juga dengan mata yang berkaca-kaca. Sekuat mungkin ia menahan air matanya agar tidak jatuh.


Kahfi adalah adik rianya satu-satunya. Dia adalah adiknya teman sekaligus sahabatnya, mereka tumbuh bersama. Di lingkungan yang sama pula, ia yang sebagai kakak kerap kali di lindungi oleh adiknya. Terakhir Kahfi menyelamatkannya dari kecelakan, jika saja Kahfi tak mengeluarkannya yang menderita patah tulang kaki bisa di pastikan ia sudah hangus terbakar.


Kahfa merasa berdosa karna juga menyayangi adik iparnya dan memendam perasaan yang tak wajar. Dengan ini Kahfa bersumpah intuk menikam rasa yang haram untuk ia miliki.


"Bang ini semua tidak seperti apa yang kalian pikir. Jika kalian tak ingi mendengarkan aku setidaknya lihatlah ini."


Kahfi menyerahkan rekaman vidio miliknya.


Semua orang menonton juga mendengarkan Kahfi yang menjelaskan dengan sedetail-detailnya. Tentang penyakit yang sebenarnya tidak ada.


"Semua diagnosa, dan obat-obatan itu adalah rekayasa. Aku akan memenjarakan mereka."


"Lalu mengapa kau terlihat kurus Bang?" Kayla yang bertanya.


"Mereka memberikanku obat diet, sehingga aku kehilangan nafsu makanku. Tidak hanyaitu mereka juga memberikan aku obat agar aku terlihat gelisah."


Semua menangis haru. Tapi Kahfi di buat tak tenang pasalnya mual dan pusinnya tidak juga hilang.


"Ku pikir kau akan meninggalkanku sendiri." Lexi memeluk erat seaminya.


Kahfi di buat mematung saat bagian tubuhnya menyentuh perut istrinya di sana ia merasa ada denyutan serta getaran sebanyak dua kali. Kahfi tidak mungkin salah merasa pasalnya itu terjadi dua kali. Lagi pula tadi pagi Lexi mengeluh jika perutnya sering kedutan.


"Ay, barusan apa?" Kahfi mengurai pelukannya.


"Apa?" tanya balik Lexi ia madih menyisakan sisa-sisa tangisnya.


"Yang berdenyut di perutmu."


"Entahlah. Kedutan mungkin." jawab tak acuh Lexi.


"Tidak mungkin Ay, denyutannya lumayan kencang."


Semua di buat heran dengan pengakuan Kahfi.

__ADS_1


"Asam lambung mungkin." ujar Ibu Kimmy.


"Tidak Bu."


Kahfi memeriksa perut Lexi yang menurutnya lurus tapi tidak rata.


"Aku rasa penjelasan dariku cukup. Ayah, ibu, abang, Kay Ghaza aku tidak sakit."


"Aku permisi istirahat." sebenarnya Kahfi ingin memastikan apa yang ada di perut istrinya.


.


.


Lagi-lagi calon istri Kahfa membatalkan pernikahan.


Kahfa tak mengerti, alasan yang mereka berikan tak masuk akal. Baik Aisyah maupun guru sekolah dasar itu membatalkan pernikahan dengan cara mendadak.


Karna ingin menghibur putranya Ridwan meliburkan Kahfa selama satu tahun dari kantornya. Sehingga Ghaza kini mengajar di salah satu SMA favorite di kota itu.


Kahfa di buat heran di hari pertama ia mengajar ia sudah di jadikan wali kelas di kelas XIIa. Usut punya usut tak ada yang bisa bertahan lama menjadi wali kelas di kelas itu. Kelas itu terkenal dengan siswa dan siswinya yang sulit di atur.


"Assalamu'alakum ..."


kahfa memasuki kelas yang isinya mungkin sekitar tiga puluh siswa siswi, tapi entahlah Kahfa belum menghitungnya.


Tidak ada suara untuk beberapa waktu. Baik siswa dan siswi hanya diam. Sebelum sebuah suara lantang mengalihkan pokos Kahfa.


"Nama, Kahfa Omar. Umur 28 tahun. Golongan darah AB. Berat badan 86 kilo, tingi badan 183 centimeter, zodiak Aquarius. Setatus singgle. Dengan catatan dua kali batal menikah. Apa saya benar?" seorang gadis muda bermata bening dengan rambut berwarna coklat tua dengan gradasi ungu muda itu memperkenalkan diri Kahfa, bukan hanya nama lengkap dan setatus. Gadis itu juga mengetahui alamat Kahfa.


Kahfa di buat terkejut sekaligus terheran-heran siapa gadis itu? Dengan berani membongkar statusnya. Dan percayalah hal yang paling memalukannyanya adalah gadis itu mengatakan jika Kahfa batal menikah sebanyak dua kali.


Jika di sebuah sekolah ada yang memperkenalkan diri itu adalah guru dan murid bukan seorang murid memperkenalkan gurunya.


Dari sini Kahfa menyadari satu hal semua murid di kelas itu mempunya tatapan intimidasi dan sepertinya pandai berdebat, sejauh Kahfa melihat Gadis dengan rambut gradasi itu yang paling mencolok.


Lihat lah gadis itu memakai gincu ke sekolah juga mengenakan soflens di bola matanya. Entahkah matanya berwarna apa yang jelas bola matanya berwarna keabuan. seragam sekolah gadis itu juga di gulung di bagian tangan juga di ikat di bagian pusar untung saja pusarnya tidak terlihat. Juga dengan rok super pendek terlihat karna gadis itu duduk di bangku paling depan.


"Bagai mana apa pertanyaan saya benar?" gadis itu berkata kembali dengan alis sebelah terangkat dengan sangat angkuh.


Tidak banyak aksesoris yang ia kenakan hanya sebuah kalung kecil bermata batu jamrud berwarna biru ke unguan di antara leher jenjangnya. Astagha bisa bisanya Kahfa seperhatian itu pada gadis yang baru di lihatnya.


"Ya kau benar." Ucap Kahfa pada akhrirnya.

__ADS_1


"See ... Kalian berhutang padaku." ujar gadis itu terkekeh penuh kemenangan.


"Kamu sudah mengenalku, sekarang perkenalkan dirimu."


Gadis itu berdiri dari duduknya.


"Nama saya Greendia Meyer, nama panggilan Green. Umur saya 18 tahun. Terimakasih." Green kembali ke tempat duduknya.


"Hanya itu?" tanya Kahfa tak percaya.


"Ya hanya itu. Bapak pikir saya perlu mengatakan ukuran Br aa saya di hadapan bapak dan semua orang." ujarnya sewot.


Astaghfirullah remaja ini datang dari planet mana.


"Maksud saya alamat atau nama orang tuamu." Kahfa di buat gugup wajahnya bahkan memerah karna kata br aa.


"Alamat di samatkan. Begitu juga dengan keluarga saya Pak."


"Lalu dari mana kau mengetahui tentang saya?" Kahfa tak mau kalah.


"Itu hal mudah untuk saya. Tidak usah tau saya tau dari mana."


"Guys perkenalkan diri kalian."


Semua murid memperkenalkan diri mereka masing-masing di hadapan Kahfa.


Jika biasanya teman-teman Green bertingkah lain halnya hari ini. Semua siswi terlihat memerhatikan pelajaran iru karna tentu saja ketampanan guru mereka. Semuanya seakan berlomba mencuri perhatian Kahfa, hanya para siswa saja yang acuh tak acuh.


Kahfa paham kebanyakan muridnya tidak memperhatikan bahasan yang ia sampaikan.


"Green apa yang kau makan?" Kahfa mendekat kearah Greendia yang tengah pokus meniup permen karet di mulutnya menjadi gelembungan kecil hingga meletus.


"Permen karet. Bapak mau?" Green mengambil satu buah permen karet di kantongnya.


"Tidak."


"Bapak puasa?"


"Ya." Kahfa mengiyakan.


"Siapapun! Jika masih ingin makan, makanlah di luar." Kahfa mempersilahkan.


Tidak banyak basa basi Greendia dan beberapa teman pria dan wanitanya beranjak meninggalkan kelas.

__ADS_1


"Kalian mau kemana?"


"Melanjutkan makan." ujar semuanya serempak.


__ADS_2