
Saat Ridwan dan Ghaza telah sampai di toilet pria, kedua pria itu melihat Kay tengah muntah-muntah di bawah pohon rambutan dengan Manda dan Jihan yang membantu mengelus pundak dan punggung gadis remaja itu.
Ridwan sangat khawatir dengan keadaan putrinya ia segera berlari menghampiri putrinya yang tengah mengeluarkan isi perutnya. Kay terlihat lemas dan kepayahan dengan keringat yang mengembun di keningnya.
"Sayang kau baik-baik saja?" Ayahnya memastikan keadaan putrinya, Ridwan mengusap pelan keringat di kening putrinya. Kay sendiri masih mengatur nafasnya dengan lelah.
"Apa yang terjadi?" Ghaza sudah tiba di sana.
"Kay muntah-muntah setelah selesai membersihkan toilet pria. Sepertinya ia mual, Gus." ucap Manda pelan.
Gus Ghaza menatap Kay dengan tatapan yang tidak terbaca. Meski begitu kecemasan terpancar di sana, sayangnya Kay tidak menyadarinya sama sekali.
"Mari pulang." Ridwan memapah tubuh putrinya yang akan terhuyung. Sepertinya Kay memang benar-benar lemas.
"Biar ku bantu." Ghaza sudah ikut menegang tangan Kay tapi lansung di tepis kasar gadis itu.
Ya Tuhan baru mau dua hari di diami gadis itu Ghaza mulai kelabakan, ia tak terbiasa saat adik angkatnya mendiaminya.
__ADS_1
Anak Riza dari istri keduanya yang bernama Cinta juga ikut menghampirinya.
"Kakak kenapa Wa?" Cinta bertanya.
"Kurang enak badan."
Umur Cinta dan Kayla hanya berselisih beberapa minggu saja tapi Cinta terlihat lebih dewasa dengan apa yang selalu di lakukannya.
"Kay kau masih marah padaku? Maafin abang ya? Karna hukuman itu Kay jadi sakit." Ghaza meminta maaf pada Kay, ia tak tahan jika terlalu lama di diami gadis itu
Kayla diam tak menjawab ia masih kesal pada pria di hadapannya. Tidak ada orang di sana hanya ada mereka berdua. Tadinya ada Cinta juga, tapi gadis itu di panggil bibinya untuk pergi ke dapur. Mekipun begitu, pintu kamar Kay tetap di buka lebar agar tidak terjadi fitnah.
"Apaan sih, lepas! Bukan mukhrim, haram pegang-pegang tangan aku." Kayla menarik kasar tangannya dan mengulas ngulas tangannya ke selimut yang ia pakai.
"Wajahku tak kotor Kay." Ghaza merasa gemas dengan tingkah gadis remaja itu.
Kayla tak perduli, entah kenapa di mata Kayla Gus Ghaza semakin bertingkah menyebalkan, dan sepertinya kemarin ia menyukai Ghaza hanya pelampiasan saja karnya Tae kekasih halunya di kabarkan dating dengan idol wanita lainnya. Dan setelah semalam pihak agensi mengadakan klarifikasi hatinya kembali menyukai Tae.
__ADS_1
Cinta masuk dengan bubur di tangannya.
"Cinta aku mau bertanya padamu. Apa boleh?" Ghaza bertanya tapi tatapannya tak lepas dari wajah Kayla.
"Ada apa Gus? Katakan saja."
"Jika ada seseorang tak sengaja melakukan hal yang tak kau sukai, tapi orang itu sudah minta maaf padamu apa kau akan memaafkannya?" Ghaza kini memandang Cinta yang ikut duduk di ranjang dengan Kayla.
"Tentu saja, jangankan tidak sengaja. Sengajapun jika oran itu sudah meminta maaf aku akan memaafkannya. Agama kita mengajarkan untuk saling memaafkan." papar Cinta, tuh kan gadis remaja itu terlihat dewasa sekali.
"Kau baik, meskipun umurmu masih muda kau sangat berwawasan luas, cerdas dan pemaaf. Kau dewasa sekali. Tidak kekanakan. Aku menyukai jalan pikiranmu." Ghaza sengaja mengatakan itu agar Kayla mau memaafkannya, tapi prediksi Ghaza sepertinya meleset Kayla justru terlihat semakin marah.
Kayla merasa Ghaza sedang membanding-bandingkan dirinya dan Cinta. Bukankah setiap orang tidak bisa di samakan, dan semua orang tidak menyukai di bandingkan.
"Kalian pergilah, aku ingin sendiri." Udirnya dingin.
"Kau makan dulu kak." bujuk Cinta.
__ADS_1
"Jika kau menyukai Cinta lebih baik kalian menikah, kalian sangat cocok jika berbincang terlihat sangat dewasa. Jangan berada di sini aku khawatir kalian akan tertular kekanakan sepertiku." Kayla berusaha bangkit untuk membuka jendela kamar tiba-tiba saja ia membutuhkan udara lebih.
"Bukan itu maksudku Kay." Ghaza bingung menjelaskannya.