Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Namanya Berlian


__ADS_3

Kayla mengutuk dirinya sendiri karna telah mengatakan akan memberikan hak suaminya nanti malam. Kayla gemetar dan meremat kesepuluh jemarinya bergantian.


"Abang apa saat itu sakit?" Kayla bertanya hati-hati.


"Abang tidak tau." jawab Ghaza acuh. "Jangan katakan jika kau akan berubah pikiran?" Ghaza menelisik wajah istrinya.


Sial Ghaza mengetahui isi pikirannya.


"Tidak, mana berani Kay berbuat seperti itu." sangkal Kayla.


"Bagus, jadilah anak baik jika ingin di sayang suami. Yang nurut ya sama Abang." Ghaza mengecup puncak kepala istrinya.


"Ish, Abang menyebalkan. Udah ahh, Kay mau masuk kelas." Kayla meraih tangan suaminya dan menyalaminya.


"Ya sudah, ingat nanti malam kita akan bersenang-senang malam jumatkan sunah Kay." Ghaza semakin menggoda istrinya.


"Malam jumat itu tadarusan Abang, jangan omes." setidaknya itulah kata pembaca.


"Ya omesnya abis yasinan lah Kay. Ya Allah Abang udah ga sabar Kay." Ghaza menggosokan kedua telapak tangannya dengan tidak sabar, wajahnya berbinar cerah saat membayangkan hal indah nanti malam.


"Setelah dua puluh tujuh tahun Abang akan menuju surga." Ghaza masih menggoda istrinya.


"Ihh." Kayla bergidik geli melihat suaminya yang bertingkah seperti pria dewasa yang nakal dan liar.

__ADS_1


"Asalamualaikum." Kayla membanting kasar pintu mobil suaminya dan berlalu setengah berlari, sungguh suaminya semakin ke sini semakin bertingkah menyebalkan.


"Waalaikumsalam." Ghaza tertawa renyah sampai matanya menyipit.


"Kayla, kau ini selalu membuatku keluar dari zona nyamanku."


"Abang nanti pulang kampus langsung ke rumah ibu Ayu ya, aku sudah membawa pakaianku dan Abang di bagasi." Ghaza sampai terjengkit, karna Kayla tiba-tiba kembali lagi dan sudah membuka pintu mobilnya.


"Ya, Kay, nanti Abang jemput pukul dua siang. Sekarang Abang mau kepabrik Ayah dulu." Ghaza mengatakan kemana tujuannya setelah ini.


"Oke bang hati-hati."


"Kisnya mana?" Ghaza menahan tangan istrinya yang hendak kembali keluar dari mobil.


Cup.


Satu kecupan Kayla berikan dan segera berlalu dari sana.


.


Semua urusan sudah Ghaza selesaikan dengan sang Ayah, Ridwan selalu puas dengan konsep yang di kemukakan putra angkatnya, Ghaza selalu bisa di andalkan dalam pekerjaannya konsep pemasaran dan iklan yang di lakukan Ghaza selalu kekinian. Membuat rempah yang di produksi pabrik mereka menduduki puncak tertinggi di pasaran.


"Ayah, Ghaza mau jemput Kay, malam ini kami mau menginap di rumah Ibu Ayu." Ghaza mengabarkan pada Ayahnya.

__ADS_1


"Ya, Hati-hati. Tadi pagi Kay juga sudah mengatakannya pada Ayah." Ridwan pun turut berlalu dari sana.


.


"Abang kita mampir di toko kue dulu ya?" Kay bermaksud untuk membeli buah tangan untuk ibu mertuanya, ini adalah kunjungan pertamanya kerumah mertua jadi ia tak ingin terlihat seperti menantu yang tidak pengertian yang tidak membawa apa-apa saat berkunjung. Ghaza menganggukan kepalanya, mengiakan keinginan istrinya.


Kayla membeli beberapa jenis kue di toko itu, brownis dan juga kue bolu lainnya. Kayla juga membeli beberapa kue kering.


"Kau beli sebanyak itu Kay?" Ghaza melongo saat melihat berbagai jenis kue di hadapannya dan tentu saja sudah Kay bayar.


"Abang, Kay tidak tau kue apa kesukaan Ibu Ayu, jadi Kay membeli banyak kue." Kayla memang tidak mengetahui kue apa kesukaan mertuanya, utuk bertanyapun Kay tidak memiliki keberanian sebesar itu.


Diperjalanan Kay tidak henti-hentinya berceloteh, ia tak sabar ingin segera sampai di rumah mertuanya.


Keduanya sudah sampai di rumah itu di sambut langsung oleh Ayudia dan juga seorang gadis cantik.


Kayla bertanya-tanya siapa wanita itu, terlihat cantik dan sangat dewasa. Tutur katanya juga lembut meskipun gadis itu tak memakai kerudung tapi pakaiannya cukup sopan untuk seukuran anak kota.


Seperti sadar akan tatapan Kayla yang penuh tanya Ayudia memperkenalkan gadis yang berdiri di sampingnya.


"Ghaza, Kayla perkenalkan ini anak ibu. Namanya Berlian."


"Hm." Ghaza melengos tak acuh, pria berumur dua puluh tujuh tahun itu memasuki rumah ibunya dengan menarik pelan tangan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2