Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Aku hanya menghitung anakku saja


__ADS_3

Ridwan kini tengah menahan diri agar tidak kehilangan kendali, istrinya sedang melakukan panggilan vidio di kursi penumpang sedangkan dirinya menjadi supir dari istrinya.


Ya kini Gus Ridwan tengah menjalankan rencananya, ia tidak ingin kembali kehilangan jejak sang istri untuk itu ia berpura-pura menjadi seorang supir taksi online dengan mobil sewaannya.


"Ibu sedang di perjalanan, sebentar lagi Ibu sampai rumah." wanita hamil itu terus tersenyum saat tengah berbicara dengan kedua putranya.


"Apa dedek bayi baik-baik saja Bu?" kebocah tampan itu bertanya bersamaan.


"Ya, dedek bayinya baik Abang," Kimmy menjawab. "Abang Kahfa dan Kahfi sudah makan?" imbuhnya lagi.


"Sudah, kamikan pintal." adiknya yang menjawab riang.


Ingin rasanya Ridwan cepat sampai di alamat yang istrinya berikan, sungguh pria tampannya tidak berhenti tersenyum di balik masker yang menutupi sebagian wajahnya. Ridwan terus mencuri-curi pandang dari balik kaca spion yang mengganting di atas kepalanya.


Risma sudah menunggu di dekat rumah yang Ridwan kirimkan alamatnya, wanita itu tak menyangka jika adik ipar dan kedua keponakannya masih berada di kota yang sama.


Mobil yang kini di tumpangi oleh Ridwan sudah tiba di jalan depan rumah, pria itu memasuki mobil yang ia kendarai ke halaman rumah yang terbilang luas dan jauh dari rumah lainnya.


"Pak berhenti di pinggir jalan saja." Kimmy sudah bersiap turun dari tadi tapi ia urungkan mobil masih belum berhenti.


"Tidak papa, sekalian saya mau menjemput keluarga saya." Ridwan tersenyum penuh kemenangan.


Sedangkan Kimmy melotot dengan mata yang nyaris melompat dari tempatnya, ia mengenali suara merdu itu, suara dari pria yang selalu ia tangkis saat hatinya merindukan pemilik hatinya. Ini tidak mungkin Ridwan kan, mana mungkin pria kaya itu jadi supir taksi online, mungkin saja telinganya bermasalah karna terlalu merindukan pria yang sudah mengingkari janjinya itu, tapi bisa jadi kan Ridwan jatuh miskin karna telah menyianyiakan istri pertama dan menikah lagi dengan daun muda, seperti sinetron ikan terbang dengan latar lagu ku menangis di setiap penderitan pemeran wanita pikir Kimmy.


"Suara anda mirip seseorang." kali ini Kimmy berusaha menengok ke arah depan, merasa penasaran dengan pria di depannya ia ingin sekali membuka topi hitam yang di kenakan supir itu.

__ADS_1


"Bukan mirip, ini memang diriku." Ridwan membuka topinya sesaat setelah mematikan mobilnya karna sudah sampai di depan rumah.


"Kau!" Kimmy tercekat dadanya bergemuruh dengan sangat tak teratur, detak jantungnya terasa nyaring terdengar.


"Aku menemukanmu, sayang." ucap Ridwan. "Kau tak akan bisa lari lagi dariku." Ridwan merasa menang kali ini.


"Dasar tukang kawin, serakah, tidak romantis, tua bangka, bau tanah hidup lagi." Kimmy memaki suaminya yang kini sudah berada di sebelahnya.


"Kau sedang mengumpat mertuamu?"


"Kan terlewat, dasar bodoh. Tidak tau diri. Aku sedang mengumpat dirimu sialan." Kimmy masih menggebu-gebu sampai hidungnya kembang kempis menatap pria yang masih berstatus suaminya.


"Kau nyaris membuatku gila Kimmy." Ridwan menatap teduh istrinya sumpah demi apapun ia merindukan istrinya ini.


"Kenapa kau tidak gila sekalian?"


Kimmy mengerutkan kening kenapa tiga bukan empat kenapa anaknya Citra tidak dihitung? Atau justru anaknya yang di dalam perut yang tidak Ridwan hitung menyangkut karna belum jelas siapa ayah dari bayinya.


"Bisa-bisanya kau menghampiriku saat istrimu tengah hamil." Kimmy berusaha membuka pintu mobil tapi sepertinya pintunya sudah terkunci.


"Justru karna kau sedang hamil aku di sini ingin menjemputmu." Ridwan sedikit memajukan tubunya tangannya terulur menyentuh perut buncit istrinya dan mengusapnya secara perlahan.


"Maafkan Ayah dek, ayah terlalu lama menemukan kalian." Ridwan beralih meneliti wajah istrinya yang kini menarik nafas jengah.


"Pulanglah, Ridwan. Istrimu pasti menunggumu, dia sedang hamil jangan terlalu acuh pada istrimu."

__ADS_1


"Apa maksudmu? Istri? Aku tidak memiliki istri lain selain kau." ucap pria itu tegas.


"Jangan begitu, kasihan Citra masa ga di akuin." Kimmy memutar bola matanya malas.


"Dia bukan istriku!" pria itu masih ngotot.


"Tega sekali kau, berkata seperti itu, dia tengah hamil dan kau tidak mengakuinya, itu artinya kau juga tidak mengakui anakmu."


Ridwan tertawa kali ini, ia mengerti sekarang, ternyata istrinya tengah salah paham, dan menganggap jika Citra hamil karnanya.


"Kau bertemu Citra.?"


"Ya, ingin rasanya aku mengsmekdown wanita itu." ujar Kimmy.


"Lalu kenapa tidak kau lakukan?" goda Ridwan.


"Aku masih menyayangi putriku takut ia kenapa-napa."


"Kau mengandung seorang bayi perempuan?" pembahasan Ridwan teralihkan mendengar pernyataan istrinya.


"Hmm."


"Alhamdulillah, keluarga kita sudah kumplit, kedua anak laki laki dan satu anak perempuan."


"Kau tidak menghitung anak dari pelakor itu."

__ADS_1


"Untuk apa? Aku hanya menghitung anakku saja."


__ADS_2