Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Aku tidak keberatan


__ADS_3

Ghaza mendudukan bokongnya di atas sofa, Kayla pun ikut duduk di sebelahnya. Begitu juga dengan Ibu Ayu dan Berlian.


Berlian adalah seorang wanita berusia dua puluh lima tahun, cantik dan tinggi dengan rambut hitam yang di gerai lurus sebatas pinggang.


Cantik dan anggun itu lah yang Kayla tangkap dari putri tiri mertuanya, tuturkata Berlian juga sangat lembut berbeda dengan Kayla yang semaunya.


"Kalian mau menginapkan?" Ayudia berbinar saat bertanya saat wanita setengah baya itu melihat tas yang di bawa oleh putranya.


"Iya Bu, kami akan menginap." Kaylalah yang menyaut.


"Bu di mana kamarnya, aku lelah." Ghaza bertanya dan meminta di tunjukan kamar yang akan ia tinggali.


.


Saat masuk kamar Ghaza langsung memeluk istrinya.


"Abang, udah ga kuat pengen cepet-cepet nanti malam. Rasanya Abang ingin menarik mata hari agar cepat terbenam."


"Ish, Abang ko ngomongnya kayak gitu ga boleh tau." Kayla mencebikan bibir.


"Lalu yang boleh apa? Hm." Ghaza mengecupi pipi istrinya.


"Abang Kay, mau mandi dulu ya, ini udah sore sebentar lagi maghrib." Kay melepas pelukan suaminya.


"Yang wangi ya." Ghaza tersenyum genit, matanya juga ikut bermain menggoda istrinya.


Setelah shalat maghib berjamaah keduanya mengaji yassin dan juga berdzikir sampai isya menjelang Ghaza dan Kayla kembali melakukan Shalat berjamaah bersama.


Ghaza dan Kayla melakukan shalat sunah berjamaah.

__ADS_1


Tok ... Tok ...


"Abang, kata ibu makan malam sudah siap." Berlian memanggil dari luar kamar.


"Dasar pengganggu." Ghaza merasa terganggu saat ia baru saja hendak mencium bibir istrinya dalam kamar.


"Abang. Ada orang, kita juga belum makan malam. Nanti saja kita lanjut lagi ya." mohon Kayla.


"Jangan bohong ya." Ghaza memperingati. "Kay pakai dulu kerudungmu." Ghaza membuka pintu terlebih dulu.


"Ada apa?" Ghaza langsung bertanya saat membuka pintu.


Berlian menatap penuh kagum diri Ghaza, wanita itu terang-terangan terpesona akan Ghaza, ia juga memiliki keinginan untuk memiliki suami seperti anak kandung ibu tirinya.


"Ada apa?" Ghaza kembali bertanya melihat gadis di hadapannya yang hanya terpaku menatapnya, sampai ia merasa tak nyaman.


"Ck, jangan memanggilku Abang. Aku bukan Abangmu." Ghaza berdecak kesal, luar biasa ia tak suka saat ada yang memanggilnya Abang karna panggilan itu panggil sayang dari Kayla.


"Tapi Kayla juga memanggilmu Abang." sanggah Berlian.


"Dia istriku. Kay berhak memanggil apapun sesukanya." ucap Ghaza kesal.


"Lalu aku harus memanggilmu apa?"


"Terserah, asalkan jangan memanggilku Abang." ucap Ghaza tak acuh.


"Sayang, cepat apa masih lama?" Ghaza memanggil istrinya.


"Ya, iya aku sudah selesai." Kayla masih berusaha memasang peniti di jilbab segi empatnya.

__ADS_1


"Sini, biar Abang pasangkan." Ghaza memasang peniti di bawah dagu istrinya.


"Udah cantik Sayang." Ghaza mengelus pipinya.


Berlian mengalihkan tatapannya, ada perasaan tak rela saat melihat pria dingin seperti Ghaza berbicara lembut pada gadis di hadapannya. Ck Berlian memaki dirinya sendiri, tidak tau diri sekali wanita itu padahal ini adalah pertemuan pertamanya dengan pria itu.


Ketiganya berjalan beriringan menuju meja makan untuk makan malam.


Ghaza mengambilkan makanan untuk istrinya, Kayla hanya tersenyum mengambil makanan yang di sodorkan suaminya. "Makanlah yang banyak, agar nanti dapat mengimbangiku." Bisik Ghaza pelan.


Wajah Kayla memerah mendengar godaan suaminya.


"Harusnya seorang istri yang melayani suaminya bukan kebalikannya." Ayudia nyeletuk sampai Kayla menyurutkan senyumannya.


Kayla menyadari jika ucapan ibu mertuanya benar adanya. Gadis itu hanya menunduk.


"Aku tidak keberan, lagi pula sudah kewajiban seorang suami untuk membuat nyaman di mana istrinya berada." ucap Ghaza penuh penekanan.


"Jika Ibu keberatan melihatnya, aku bisa membawa istriku pulang sekarang." Ucap Ghaza kembali.


"Bukan itu maksud Ibu." Ayudia merasa tak enak saat putranya berucap tanpa ekspresi.


Kayla menyentuh tangan Ghaza saat suaminya hendak kembali berkata.


"Berlian adalah gadis yang baik." ucap Ayudia mengalahkan pembicaraan.


"Memangnya siapa yang mengatakan Mbak Berlian jahat." ceplos Kayla.


Ghaza mengulum senyumannya saat mode polos Kayla muncul kepermukaan.

__ADS_1


__ADS_2