Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Penasaran Jason


__ADS_3

Pandangan mata Jason tertuju pada sosok wanita berkerudung panjang yang kini tengah bermain dengan seorang gadis kecil di halaman depan rumah. Wanita itu menyita fokus Jason dari keberadaannya tanpa sadar pria itu mendekati pusat perhatiannya, sebelum tiba-tiba.


"Risma." Suara pria itu terdengar tegas, sampai menghentikan langkah Jason.


"Mas Abidzar. Ada apa? Kenapa kemari? Bukankah istri baru mas Abhi habis melahirkan? Tidak usah khawatir Lusi aman bersamaku." Wanita itu menatap dingin pria yang memanggilnya.


"Aku minta maaf." Lirihnya.


Jason tidak pergi dari sana melainkan malah bersembunyi di baling dinding, entah ada angin apa tiba-tiba saja Jason merasa penasaran dengan pembicaraan keduanya, padahal sebelumnya Jason tidak pernah mau tau akan urusan orang lain.


"Rini. Tolong kau ajak main Lusi sebentar ya."


"Baik Ning." Ucap gadis itu patuh.


Risma berjongkok menyamakan tubuhnya dengan sang putri.


"Lusi mainlah lebih dulu sama Bibi Rini ya, Ibu mau berbicara sama ayahmu terlebih dahulu." Lembut sekali tutur kata wanita itu.


"Baik Ibu." Lusi mengangguk patuh kemudian meraih uluran tangan salah satu santri di sana.


"Maaf untuk apa? Karna telah menikah di belakangku, jika itu tidak usah khawatir seperti katamu itu halal kau lakukan tanpa persetujuanku." Datar sekali perkataannya berbanding terbalik dengan sikapnya pada Lusi.

__ADS_1


"Risma!"


"Atau maaf, karna kau lebih memilih cinta masalalumu di bandingkan aku yang sudah lima tahun hidup denganmu, Ck itu bukan kesalahan kau melakukannya secara sadar."


"Risma, aku sedah melakukan tes DNA dengan anak yang Lara lahirkan, anak itu bukan anakku."


"Lalu apa hubungannya denganku? Kenapa kau malah curhat padaku." Semakin ketus saja wanita itu. Sebenarnya Risma dalam hati bersorak gembira menertawakan kebodohan mantan suaminya padahal ia mengerti tidak baik bahagia di atas penderitaan seseorang, tapi ya sudahlah hari ini ia gembira karna kenyataan bahwa anak itu bukan anak Abidzar.


"Ridma kau tau siapa ayah bayi itu?"


"Tidak, dan aku tidak ingin mengetahuinya."


"Ayah biologis bayi itu adalah Ustadz Jaelani."


Risma terkejut begitu juga dengan Jason yang kini tengah menguping, Jaelani benar-benar penjahat kelamin.


"Risma aku sudah menceraikannya, mari kita kembali bersama, kita mulai semuanya dari awal, aku berjanji akan memperbaiki semuanya aku janji." Abidzar memohon.


Risma hanya tersenyum kecut.


"Aku tidak mau." Ucapnya angkuh melipat tangan di atas perut.

__ADS_1


"Aku ingin rujuk Ris."


"Rujuklah dengan istri barumu."


"Aku ingin rujuk denganmu Ris, lagipula aku sudah mentalak tiga dirinya tidak mungkin aku kembali padanya."


"Wah, kau keren sekali, setelah istrimu melahirkan kau mentalak tiga istrimu, kau langka dan luar biasa." Risma betepuk tangan entak Risma mengejek atau memuji.


"Lara melahirkan anak orang lain bukan anakku, jadi untuk apa aku peduli." Abidzar mulai kesal dengan mantan istrinya.


"Oh ya, aku lupa jangankan melahirkan anak orang lain, aku saja yang bertaruh nyawa melahirkan anakmu kau mencampakan aku meskipun aku memohon kau tetap pergi dengan wanita barumu itu. Maka nikmatilah sendiri buahnya, atau kau bisa menikahi wanita lain." Ucapan sarkasme Risma menggoncang kewarasan Abidzar ia tidak menyangka jika mantan istri yang penurut itu kini menjadi pedas dalam berkata.


Jason masi bergeming di tempatnya meskipun kedua orang itu sudah pergi sedari tadi.


.


Pengakuan para santri yang menjadi korban pelecehan yang di lakukan jaelani benar-benar mengejutkan banyak pihak tercatat ada dua puluh empat santriwati yang melapor enam di antaranya dalam kondisi hamil dan beberapa telah menjalankan aborsi. Tapi hal yang paling mengejutkan dari ini semua adalah Ayudia, wanita itu mengaku sudah dua kali melakukan tindakan aborsi dan kini ia juga tengah hamil dan usia kehamilannya sudah memasuki empat belas minggu sekitar tiga bulan lebih ia mengandung dari benih dari pria yang sama bernama Jaelani.


Miris kejadian ini terjadi lingkungan pondok pesantren dan pelakunya adalah seorang Ustadz yang mengerti tentang hukum-hukum agama. Sungguh tidak menjadi patokan keahlian dan kemampuan ilmu seseorang menjadikan manusia itu mulia, tetap saja yang menjadi tolak ukur manusia adalah bagai mana orang itu memperlakukan orang lain.


Tengah malam Ridwan bermunajat kepada penciptanya ribuan kata terimakasih ia ucapkan akan takdir Allah yang begitu baik padanya, menciptakan beberapa alur hidupnya untuk di pertemukan dengan gadis bernama Kimmy, ternyata yang ia anggap sangat buruk baginya ternyata tuhan tengah menciptakan beberapa kejutan kecil untuk dirinya. Ia tidak bisa membayangkan jika tuhan tidak menyiapkan alur sedemikian rupa untuk dirinya, mungkin Ridwan telah menjadi suami dari Ayudia yang kini tengah mengandung benih dari seorang predator kelamin.

__ADS_1


Para orang tua mengajukan tuntutan pada pemilik pondok, Kyai sulaiman di buat bingung dengan masalah yang kini menerpa pondok pesantren miliknya.


__ADS_2