Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Membandingkan Lexi


__ADS_3

Kayla cuti kuliah sejak ia di nyatakan hamil. Sedangkan Lexi tetap melanjutkan kuliahnya, ia mengambil satu jurusan yang sama dengan Cinta yang merupakan putri dari Riza Omnya Kayla.


Menurut Lexi pendidikan agama dan dunia harus seimbang.


Lexi dan Cinta biasanya naik motor matic tapi di karnakan motornya hari ini tengah merajuk, akhirnya tadi mereka berangkat dengan di antarkan Riza sedangkan pulangnya mereka belum tau mau naik apa dari kampus ke pondok jarak tempuhnya sekitar sepuluh kilo meter, tidak ada kendaraan umum yang melintas ke dekat pondok karna tempannya masuk lagi ke dalam. Jadi Lexi dan cinta memutuskan untuk naik ojek di sebrang jalan.


Saat lampu merah semua orang buru-buru menyebrang begitu dengan cinta yang lansung berlari sehingga dalam hitungan detik Cinta sudah sampai di sebrang.


Lexi yang sudah setengah jalan memundurkan langkahnya kembali saat ia melihat seorang kakek-kakek tengah tergopoh-gopoh menyebrangi jalan dengan tongkat di tangannya. Lexi sengaja memelankan langkah kakinya agar ia bisa menyamai langkah kakek tua itu. Lexi berpura-pura memainkan ponselnya, ia cukup canggung jika harus terlalu dekat dengan pria tua berambut putih itu. Hijab yang ia kenakan berkibar tertiup terpaan angin di jalan raya, sang Kakek hanya tersenyum samar karna tindakan gadis muda di sampingnya.


Pemandangan itu tak luput dari pandangan seorang pengendara mobil, yang merupakan seorang pemuda dan ibunya yang duduk di sampingnya, sedangkan ayah dan adik perempuannya duduk di belakang, di kursi penumpang.


"Nak, lihatlah gadis itu semakin cantik dan mempesona di tengah teriknya mata hari. di saat semua orang berjalan terburu-buru justru gadis itu mengabaikan dan lebih memilih berjalan pelan. Sungguh gadis baik hati." puji sang ibu. Sedangkan pemuda itu masih memperhatikan Lexi yang sudah sebentar lagi sampai di sebrang. Lexi dan Cinta kini sedang mencari ojek untuk pulang ke pondok.


.


Kimmy dan Ridwan serta si Kahfa menyambut calon besan mereka, yang datang bertamu ke rumah mereka merupakan keluarga dan seorang gadis yang akan bersilaturahmi dan berniat mengadakan tali perjodohan di antara Kahfa dan gadis yang datang itu.


Setelah berbasa-basi sebentar Ridwan mempersilahkan tamunya masuk ke rumah mereka. Disinilah mereka berada di ruang tamu yang sudah di sulap jadi lesehan.


Entah Kahfa tampangnya memang dingin seperti itu sejak orok atau karna Kahfa tak menyukai calon yang akan di jodohkan padanya.

__ADS_1


"Aisyah, ini Gus Kahfa putra pertama saya." Ridwan memperkenalkan putranya juga dengan keluarga ustadz Zaki, ia memperkenalkan istri dan putranya yang bernama Ibrahim.


Kahfa hanya berbicara seperlunya, sepertinya sikaf datarnya sudah mendarah daging padanya.


"Assalamualaikum." sebuah salam cempreng menyapa semua orang, dan setelahnya muncullah Lexi dari balik pintu.


"waalaikumsalam."


"Tante ada tamu?" tanyanya kikuk. "Maaf. Permisi." Lexi mencium tangan ridwan dan Kimmy bergantian.


"Tante, mana minum punya Tante? Lexi haus banget." Kimmy menyerahkan segelas teh manis dingin miliknya yang langsung Lexi teguk habis setelah mengucapkan basmalah.


"Sayang kok bau mata hari?" tanya Kimmy pada keponakannya.


"Ga mau ah, jemput Lexi ngapain gak ada untungnya mubazir bensin." telak Kahfa.


"Ya Allah. Ampuni Lexi, jika Lexi berdoa biar jodoh Gus Kahfa semakin jauh." Celoteh Lexi hendak berlalu.


"Lexi." tegur Kimmy.


"Maaf tante." Lexi tersenyum kaku.

__ADS_1


Keluarga ustadz Zaki melihat tingkah gadis itu, dan mengamatinya dalam diam terutama Ibrahim.


"Tante aku mandi dulu. Belum shalat Dzuhur juga. Rakaatnya empatkan. Berarti sama qadhanya jadi delapan kan." ucap Lexi pelan tapi masih di dengar oleh ustadz Zaki.


"Ya Sayang. Setelah Shalat kita makan siang bersama ya."


"Baik tante cantik."


"Permisi." Lexi pamit pada semua orang.


"Lexi cabut doamu tentangku." peringat Kahfa.


"Gus siapa gadis itu?" Tanya Zaki pada Ridwan.


"Dia keponakan kami, putri dari kakak Kimmy." Jelas Ridwan.


"Dia seorang muslim?" tanya Zaki hati-hati.


"Baru sekitar sebulan dia masuk agama islam sebelumnya dia hidup tanpa mengenal Tuhan. Allah sangat baik telah memberikan hidayah pada gadis itu." sambung Ridwan.


"Jika gadis itu belum ada yang meminang. Saya ingin meminangnya untuk putra saya." ucap istri Ustadz Zaki tiba-tiba.

__ADS_1


"Sebenarnya yang niat di jodohkan putri kalian atau anak laki-laki kalian?" ucap Kahfa emosi.


Sedangkan Aisyah hanya menunduk. Bagi Kahfa ini adalah tanda wanita shaliha, wanita yang selalu menundukan pandangan dari hal yang bukan haknya. Berbeda dengan Lexi yang selalu mengangkat kepalanya tanpa takut pada siapapun. Tuhkan lagi-lagi Kahfa membandingkan Lexi.


__ADS_2