
Wanita mana yang tak sakit hati saat suaminya menikahi wanita lain bahkan wanita itu adalah adiknya sendiri.
Sari namanya, wanita berumur 24 tahun itu menyaksikan suaminya menikahi adiknya sendiri. Ia tidak tahu pasti penyebab Riza menikahi adik kandungnya sendiri.
"Ku mohon Riza, jangan lakukan ini padaku, aku mencintaimu aku tak sanggup jika aku harus berbagi suami dengan orang lain." Sari bergelayut di kaki suaminya berharap Riza akan berubah pikiran.
"Ini sudah keputusanku. Sejak awal aku tidak mencintaimu, kau boleh bertahan denganku atau jika ingin pergi kau boleh pergi." Riza berkata acuh dengan ekspresi datar. Sudah tiga tahun mereka menjalani pernikahan tapi tak sedikitpun Sari mendapatkan cinta suaminya, meskipun sering kali Riza membandingkannya dengan istri dari kakak iparnya Sari masih saja diam, baghkan Sari sampai tidak menyukai iparnya karna perbandingan yang selalu Riza ucapkan.
Sari memang tidak bisa berbuat apa-apa, sebisa mungkin Sari akan bertahan dengan rumah tangganya. Tapi sepertinya ia harus mulai menyerah, bahkan saat Sari memberitahukan kabar jika ia sedang hamil saja Riza berdehem sedikit tanpa terlihat senang di wajahnya yang datar.
Pagi itu Citra yang juga tengah hamil akan pergi periksa di antar oleh Riza, bertepatan dengan itu Sari juga memiliki jadwal periksa bahkan di rumah sakit yang sama, tapi Riza menolak Sari untuk pergi bersama dengan ia dan Citra.
"Kau bisa menyetir sendiri bukan, tidak bisa kah kau mandiri seperti Kimmy, apa-apa harus selalu tergantung padaku." Tekan Riza, lagi lagi suaminya membandingkan dirinya dengan wanita lain.
Bukan Riza pilih kasih atau apapun tapi Riza sudah cukup puding mendengar omelan dan tuntutan dari istri pertamanya yang selalu memintanya di perhatikan, padahal Riza sendiri tidak terlalu perhatian dengan Citra, hanya saja Citra istri mudanya sedikit lebih memahaminya tidak terlalu banyak menuntut, jika sampai ia membawa kedua istrinya di mobil yang sama bisa-bisa terjadi perang di perjalanan.
__ADS_1
"Aku sedang hamil Riza, aku tidak ingin menyetir, lagi pula apa salahnya jika aku menumpang di mobil kalian."
"Banyak orang hamil yang menyetir tidak membuat mereka mati, Kimmy contohnya dia mandiri dia hamil kembarpun masih bisa menyetir sendiri serta bekerja."
Sakit hati Sari, Ia memang mengagumi kakak iparnya meskipun sedikit tidak menyukainya tapi ia sadar Kimmy tidak salah apapun kenapa ia membencinya.
Tadinya Riza pikir setelah menikahi Citra ia akan mencintai salah satu dari kakak beradik itu tapi mereka tidak dapat membuat hati Riza bergetar, Ya sejauh ini Riza hanya menyukai Kimmy saja.
"Ya sudah, jika begitu bagai mana jika kau mengantarku ke dokter setelah mengantar Citra, aku bisa menghubungi dokter untuk merubah jadwalnya." Tawar Sari antusias.
"Ayolah Riza, kita berangkat bersama saja. Aku akan duduk di belakang dan aku janji tak akan membuat keributan. Citra aku numpang ya, tidak apa apa jika aku harus priksa sendiri." Sari memohon dan memandang keduanya bergantian.
"Aku sedang tida mood mbak." ucap Sari.
"Ya sudah, jika kau mau sekarang kau mengendarai mobil lebih dulu, aku ada di belakang mobilmu. Jadi secara tidak langsung aku juga mengantarmu jika kau tidak ingin lebih baik tidak usah pergi." Putus Riza tegas, ia adalah kepala keluarga ia tidak ingin di atuh oleh kedua istrinya.
__ADS_1
Sari tidak memiliki pilihan lain dan pada akhirnya ia berangkat mengendarai mobilnya dengan Riza dan istri barunya di belakang dengan mobil berbeda.
"Bismillah ..." Sari membawa mobilnya dengan hati-hati.
Malang tidak dapat di tolak, tiba-tiba saja mobil yang ia kendarai tidak dapat di kendalikan serta rem mobil itu sama srkali tidak berpungsi dan karna panik Sari juga merasakan Kram di perutnya, "Ya Allah, ada apa ini? Kumohon lindungilah kami Ya Allah ..." Sari berdoa di tengah kepanikannya ia mengemudi.
"Kenapa mobil Sari ngebut dan tak tentu arah seperti itu?" Riza bertanya pada dirinya sendiri, belum tuntas ia berpikir, Riza berniat menyusul mobil istri pertamanya yang sudah oleng sana sini, tiba-tiba di depan matanya sendiri ...
Brakkk ....
Dentuman kencang terjadi, sebuah truk merah bertuliskan pertaminah menabrak mobil di depannya, mobil itu terpental lumayan jauh. Riza merasa nyawanya di renggut paksa saat itu juga, aliran darahnya terasa berhenti mengalir, untuk sesaat Riza kehilangan detak jantungnya, Riza masih terpaku di dalam mobilnya yang sudah sejak tadi berhenti, kerumunan orang langsung menuju mobil yang di kendarai istri pertamanya.
Riza masih linglung, ia melihat seorang pria yang baru Riza sadari jika itu adalah kakak pertama dari Kimmy, ya pria itu adalah Jason, Jason menggendong tubuh lunglai istrinya yang tak berdaya ia dapat melihat darah menyucur di mana-mana.
Setelah mobil Jason tiada di pandangan matanya, Citra menyadarkannya. "Mas Riza, Mbak Sari kecelakaan ayo kita kerumah sakit." Riza baru tersadar dari apa yang terjadi.
__ADS_1