
"Jika kau menolak keinginanku tidak papa. Tapi kabulkan keinginan calon keponakanmu yang menginginkan juss itu."
"Calon keponakan?"
"Ya Bang, Lexi tengah mengandung"
"Me-me-me-mengandung?" sepertinya Kahfa tertular penyakit gagap. Atau mungkin masih saudara dengan komedian tanah air Izas gagap.
Antara senang karna ia akan menjadi seorang paman. Dan juga rasa sesak yang entah mengapa seakan memukul telak dada Kahfa.
"Lexi me-me-mengandung bayimu?" tanya Kahfa ragu.
"Ya bayiku lah Bang."
Duh ya rasanya memang ngeri-ngeri sedaap.
"Ka-kalian yakin?"
"Ya, Bang kami baru pulang dari dokter." Kahfi bersorak gembira Kahfi bahkan meloncat beberapa kali. "Aku akan menjadi seorang ayah Bang!" Kahfi mematung memeluk Kahfa dengan sangat erat. Sedangkan Abangnya hanya menampilkan wajah nelangsa.
Inilah akhirnya! harus Kahfa akhiri. Sebelum cintanya semakin dalam maafkan dirinya karna masih belum melenyapkan rasa itu.
"Berapa bulan umur kehamilannya." Kahfa tersenyum dengan raut campur aduk antara senang sekaligus bersedih, sejenak Kahfa memejamkan matanya untuk menikmati rasa sesak yang sejak tadi menyapanya.
"Sudah dua puluh minggu, dan yang kedutan yang di rasa Lexi selama ini adalah bayi kami yang bergerak Bang." Kahfi masih terhanyut akan kebahagiaan yang tengah dirinya rasakan.
"Ya Allah, apa selama ini Lexi tidak menyadarinya? Mengapa bisa sampai selama itu kalian baru tau. Seandainya terjadi hal-hal yang buruk dengan kalian bagai mana?." Kahfa menatap cemas iparnya itu.
"Abang tidak perlun khawatir keponakan Abang dalam keadaan baik."
Pada akhirnya Kahfa membuat juss buah peear yang baru. ia tak ingin keponakan ileran karna keinginannya yang tidak ia penuhi.
Di tengah Kahfa yang membuat juss justru Kahfii malah melamun.
Jika Lexi mengandung sudah lima bulan itu artinya kejanggalan yang terjadi pada tubuhnya ada hubungannya dengan kehamilan Lexi, ya Kahfi pernah mendengar kehamilan sinpatik.
__ADS_1
Couvade Syndrome, atau kehamilan simpatik, adalah masalah yang terjadi pada pasangan pria dari wanita hamil yang mengalami gejala saat hamil. Memang, hal ini dapat membuat seorang pria mengalami gejala berupa sembelit, gas, kembung, mudah marah, mual, dan lainnya. Meski begitu, masalah ini hanya bersifat sementara dan tidak menimbulkan masalah serius.
Sebuah penelitian dari St. George University di London pada para calon ayah, sekitar 20-80 persen pria di dunia mengalami couvade syndrome di trimester pertama dan ketiga selama istrinya hamil. Disebutkan pula dalam penelitian itu, kondisi ini terjadi karena hormon dalam tubuh pasangan pria tersebut juga ikut meningkat.
Masih berkutat pada penelitian tersebut, masalah pada pria ini terjadi karena kadar prolaktin dan kortisol pada pria cenderung mengalami peningkatan di trimester pertama dan ketiga pada kehamilan istrinya. Di sisi lain, kadar testosteron dan estradiol yang berguna sebagai hormon seksual juga ikut menurun.
Sindrom ini dapat sembuh dengan sendirinya, sama seperti yang terjadi pada ibu hamil. Begitu juga dengan cara mengatasi masalah ini, gejala yang berhubungan dengan kehamilan pada pria ini bisa diatasi dengan mengonsumsi obat-obatan. Masalah ini juga dapat berhenti saat bayi di dalam kandungan dilahirkan.
Namun, masalah ini bisa disalahartikan dengan masalah depresi pada ayah. Hal ini dapat menimbulkan perasaan cemas dan tegang yang akhirnya menjadi masalah depresi. Bahkan disebutkan jika 1 dari 10 calon ayah mengalami depresi saat pasangannya sedang hamil. Maka dari itu, ada baiknya untuk mendapatkan pemeriksaan dari ahlinya.
Cara mengobati masalah kehamilan simpatik sama dengan cara wanita hamil untuk mengatasi morning sickness. Hal paling utama yang perlu dilakukan adalah dengan menjauhi semua hal yang dapat memicu mual dan muntah. Pastikan juga untuk menjaga kesehatan dan asupan makanan yang sehat dan teratur agar tetap sehat.
Masalah ini bisa dijadikan motivasi berdua untuk melalui masa-masa kehamilan dengan baik dan tentu saja menyehatkan. Hal ini dapat menguatkan hubungan suami-istri karena pasangan pria merasakan juga apa yang dirasakan oleh istrinya. Tentu saja rasa memiliki dapat tumbuh lebih tinggi dan rasa sayang pada anaknya kelak lebih dalam.
Kahfi merenung sejenak itu artinya saat Kahfi menghajar dan mematahkan tangan dokter Ferdy dan mencekik Zahra, berarti istrinya tengah mengandung. Dan menurut masyarakat umum di daerahnya apa yang Kahfi lakukan sangat di larang menyakiti orang lain ataupun mahluk lain saat pasangannya tengah mengandung. Meskipun menyakiti makhluk lain juga tidak di benarkan dalam keadaan apapun. Tapi waktu itu Kahfi kehilangan kewarasaannya, dan amarah menguasainya. Lalu apa Kahfi menyesal jawabannya tentu saja, Kahfi menyesal.
Meskipun Kahfi bukan orang yang percaya takhayul tapi Kahfi tetap akan meminta maaf pada Ferdi dan Zahra. Ya semenyesal itu Kahfi sekarang.
Kahfi selalu berdoa semoga calon anaknya juga istrinya selalu dalam perlindungan Allah di manapun mereka berada. Kahfi bahkan lupa mendoakan dirinya sendiri.
Kahfa hanya tersenyum kecil kala Lexi terlihat sangat antusias menyambut jus buatannya. Sesederhana itu menyenangkan calon ibu muda.
"Abang mau berjanji padaku tidak?" Kahfi menepuk punggung Abangnya.
"Janji apa Kahfi. Jangan membuatku selalu memiliki hutang kau tau aku tak suka berjanji." Kahfa menatap adiknya.
"Terimakasih. Selama menjadi kakakku kau selalu melindungiku. Selain ayah dan ibu, hanya kau yang ku percayai." Kahfi menjeda ucapannya. "Jika suatu saat nanti aku tak bisa menjaga istri dan anakku lebih lama kuharap kau mau menjaga dan melindungi mereka demi aku." Ucap Kahfi, maniknya nyaris tenggelam di antara kelopak matanya, entah mengapa aura kesedihan tiba-tiba muncul.
"Mas berhenti berbicara seperti itu aku tak menyukainya." Lexi menatap sengit suaminya. Apa-apaan Kahfinya, setelah kemarin dirinya di prank dan di buat termehek-mehek oleh suaminya masa kali ini Kahfi akan kembali mengeprangnya.
"Bukan begitu Ay, hanya saja Mas ingin selalu memastikan keselamatan Ayang dan anak kita. Abangku selalu dapat di andalkan sejak kecil saat ia harus menjagaku dan Kayla."
"Kahfi!" tegur Kahfa. Ia tak menyukai pembahasan adiknya.
"Ini wasiatku Bang. Amanahku. Jika aku tak bisa menjaga mereka tolong lindungi mereka gantikan peranku. Sekalipun kau sudah memiliki keluarga aku tetap akan menitipkan istri dan anakku padamu."
__ADS_1
"Mas hentikan pembicaraan konyolmu. Atau aku akan marah." Lexi merajuk.
Dua kali Lexi di buat merasa di jatuhkan dari langit. Yang pertama saat Kahfi di hilang dan yang kedua saat Ia menerima kabar jika suaminya sakit keras. Jika sekali lagi ia di prank maka kali ini ia tak sanggup.
.
Marah Lexi berakhir, saat menyampaikan kabar bahagia ini pada ibu Kimmy dan Ayah Ridwan.
Lexi juga saat ini sangat bahagia pasalnya orang tua Lexi tengah di perjalanan untuk menjenguknya. Juga orang tuanya akan menetap di kota yang sama dengannya.
Calon ibu muda itu tak henti-hentinya tersenyum sejak sepulang dari rumah sakit.
Di karnakan ibu Kimmy dan Ayah Ridwan tengah ada acara di luar pondok. Pada Akhirnya Kahfi memesan makanan kesukaan mertuanya dari sebuah lestoran, untuk menyambut kedatangan mertuanya.
Mertuanya sudah tiba sejak dua jam yang lalu. Dan disinilah mereka berada, di meja makan. Hanya ada Kahfi, Lexi dan kedua mertua Kahfi.
Makanan yang di pesan oleh Kahfi tentu saja olahan dari daging sapi mengingat ia dan mertuanya memiliki kesukaan makanan yang sama, yaitu rendang.
Kahfa tak ada di rumah, sepertinya Kahfa tengah ada urusan di luar rumah, mengingat sejak siang Kahfa pergi sampai jam makan malam pria itu belum kembali.
Kahfa tadi siang pamit jika ia memiliki janji dengan orang lain.
Perbincangan hangat tercipta di antara mereka, bahkan pembahan Mommy dan Daddy Lexi yang akan menetap di kota itu menhadi pembahasan utama.
Lexi juga sebenarnya sangat menyukai makanan itu khas dari padang itu. Tapi entah mengapa kali ini mulut dan penciumannya di buat tak nyaman oleh aroma rendang itu.
Lexi muntah-muntah bahkan sebelum menyentuh makanannya hanya menciumnya saja Lexi di buat mual. Pada Akhirnya Lexi hanya memakan telur ceplok yang dibuatkan suaminya.
Belum selesai mereka makan, tiba-tiba Kahfi, Daddy dan Mommy Lexi muntah-muntah seperti Lexi, lebih parahnya mereka muntah di meja makan.
Lexi di buat panik seketika
Ada apa ini.
"Siapapun tolong!!!" Lexi berlari dan berteriak ke luar rumah.
__ADS_1