Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Ih, Abang Mesyum


__ADS_3

Ghaza dan Kayla berjalan beriringan untuk membawakan Ibu Ayudia dan Ibu Kimmy minum.


"Kay, ternyata kamu pinter juga ja bikin ci*pokan." ucap Ghaza pelan dengan senyuman mengembang. "Ya, Ampun apa kata Ibu nanti jika tau putrinya sangat liar." Ghaza semakin gencar menggoda istrinya.


"Abang berhenti berbicara, jika tak ingin minuman yang ku bawa membasahi wajah Abang." Kayla berujar tanpa menoleh sama sekali pada pria yang berada di belakannya.


"Mau donk di basahin." Sempat-sempatnya Ghaza mencuri satu kecupan di pundak istrinya.


"Ih Abang genit banget sih, kalo ada yang liat himana Malu tau."


Ghaza mengulum senyum, "Jadi jika ga ada yang liat ga papa donk."


Kimmy dan Ayudia tanpak berbincang serius.


"Aku sudah pindah dari luar kota. Aku di sini dengan putri sambungku. Rumahku tak jauh dari sini mungkin hanya sekitar dua kilo saja dari sini. Aku sekarang memiliki beberapa cabang toko mas di kota ini." Entahlah apa maksud Ayudia mengatakan ini sungguh Kimmy tidak tau.


"Silahkan di minum Bu, aku yakin ini tidak akan kemanisan rasanya pasti pas dan sesuai selera Ibu." Kayla menhidangkan air pudih di hadapan ibu dan ibu mertuanya.


Gha menunduk dengan telapak tangan kanannya yang menutupi mulutnya. Ya Ghaza kini tengah menertawakan kekonyolan istrinya, apa katanya tadi rasa air putih yang pas dan sesuai selera apa-apaan istrinya itu, memangnya ada berapa rasa air putih, bahkan istronya mengatakan tidak akan kemanisan. Jelas saja karna rasa air putih itu tawar, benar juga apa yang di katakan Kayla. Entah siapa yang salah Ghaza tak tau, Kayla atau othornya.


"Kayla benar-benar putrimu." Ibu kandung Ghaza menepuk tangan Kimmy, Ayudiapun tak kuasa menahan tawanya.


"Bahkan putriku sedikit aneh." Sambung Kayla. Kayla hanyaelongo di tempatnya berdiri, kenapa semua orang tersenyum? Apa ada yang salah? pikir gadis itu.


"Hey, berhenti menggunjing putriku." Ridwan kembali dengan membawa beberapa buah serta kue kering.

__ADS_1


"Memangnya Ibu dan Ibu mertua sedang menggibahkan aku?" tanya Kayla polos sembari menunjuk wajahnya sendiri.


"Hahaha."


Pecah sudah tawa semua orang meninggalkan Kayla yang masih bingung.


"Ibu mertua akan menginap?" tanya Kayla hati-hati.


"Tidak Kay, Rumah ibu dekat dari sini. Kau dan Ghaza boleh tinggal di sana emm maksud Ibu, boleh menginap di sana." Ayudia mengajak menantunya berbicara karna berbicara langsung dengan Ghaza mungkin saja putranya tidak akan menanggapinya, Ayidia berpikir jika dirinya berlaku baik pada menantunya bukan tidak mungkin jika Ghaza akan menyayanginya lagi.


"Em, Abang apa boleh menginap di rumah ibu mertua?" Tanya Kay hati-hati.


Inilah yang di sukai Ghaza dari istrinya bertingkah manja padanya bahkan tubuh mungil itu bergelayutan di lengan kekarnya, sehingga Ghaza tak memiliki keberanian untuk menolak permintaan istrinya.


"Boleh, nanti kapan-kapan kita menginap di rumah ibu ya." Ayudia ikut senang saat putranya memperlakukan seorang wanita sangat lembut. Tadinya Ayudia cemas takut jika gen Zaelani di turunkan pada putranya. Mengingat pria itu adalah penjahat kelamin di masa lalu.


"Kay, maaf Ibu tidak membawa apa-apa, lain kali Ibu akan membawa beberapa kolelsi perhiasan di toko Ibu ungukmu." Ucap Ayudia tak enak, tapi matanya tak lepas dari wajah putranya yang hanya terlihat datar.


"Tidak apa-apa. Bu. Tidak usah repot-repot."


"Kimmy. Gus, saya permisi. Assalamualaikum."


"Waalaikum salam." Ayudia pamit dan pergi berlalu.


.

__ADS_1


"Assalamualaikum." Lusi tiba dengan bayi perempuannya.


"Waalaikumsalam." Kayla langsung menghampiri bayi berpipi gembil di gendongan sepupunya.


"Kay, Mbak titip Baby Uma ya. Masmu minta di anter ke suatu tempat, biasa lah butu kuality time." Lusi tertawa di ujung kalimatnya


"Ah iya pergilah mbah, sini anak cantik kita main sama aunty." Kayla meraih bayi perempuan itu dari gendongan sepupunya.


.


"Lucu sekali, ponakan Aunty." Kayla mengecupi perut gembul bayi itu. "Uma wangi ya." saking asyiknya bermain dengan keponakannya, Kayla sampe tak sadar jika suaminya sudah berada di sana.


"Kay, suka bayi?"


"Tentu saja. Bayi sangat lucu."


"Kay mau bayi?" tanya Ghaza, Kayla sudah paham jika ia mengatakan mau pasti Ghaza mengajaknya untuk membuat bayi.


"Tidak, Kay belum ingin bayi." putusnya cepat.


"Bagaimana jika kita belajar bikin?" Goda Ghaza lagi.


"Gak mau ah takut jadi." Sambung Kay lagi.


"Gak akan jadi jika kita main aman." Ghaza sudah menjawil dagu istrinya.

__ADS_1


"Ih, Abang mesyum."


__ADS_2