Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Menjelaskan apa yang terjadi


__ADS_3

"Kimmy aku sudah menceraikan Citra!" pernyataan Ridwan sukses membuat Kimmy menatap laki-laki yang berstatus ayah dari kedua anaknya.


Ada rasa senang dalam diri Kimmy, pernyataan Ridwan memporak porandakan kebebciannya selama ini, tapi tidak Kimmy pungkiri rasa kecewanya sama besar karna pria itu tega menikah lagi meskipun Ridwan bilang ia terpaksa melakukannya.


"Oh."


"Hanya Oh?" Ridwan mengeritkan kening sangat dalam sampai pangkal alisnya bersentuhan.


"Lalu kau ingin aku mengadakan pesta atas perceraianmu?"


"Tidak juga." ucap Ridwan acuh.


"Kenapa kau menceraikannya?"


"Karna kau."


"Aku?" Kimmy menunjuk wajahnya sendiri.


"Ya, siapa lagi kau itu keras kepala."


Kimmy mendengus kesal, ia mengerti maksud ucapan suaminya.


"Kau menceraikannya saat dia sedang hamil Ridwan, kau keterlaluan. Bagai mana nasib anak itu?"

__ADS_1


"Bukan urusanku! Sudah ku katakan bayi yang di kandung Citra bukan anakku."


"Ridwan, meskipun kau sudah bercerai dengannya anak itu tetap anakmu kau pernah menikahi wanita itu."


"Meskipun aku pernah menikahinya selama beberapa menit tapi aku tidak menyentuhnya seujung kukupun, bagai mana bisa bayi itu anakku?"


Kimmy sekarang yang di buat tak mengerti. Apa maksudnya Ridwan mengatakan jika pria itu hanya menikahi Citra beberapa menit, sungguh ia tidak mengerti.


"Kau hanya menikahinya beberapa menit?" selidik Kimmy ia kepo maksimal dengan perkataan pria di sampingnya.


"Biar ku jeladkan." Ridwan menangkup bahu istrinya dan ia arahkan kehadapannya. "Sebelumnya aku meminta maaf karna mengecewakanmu di hari itu. Aku menikahinya karna perintah ibuku, dan setelah itu Umi berpulang pada Allah sang pemilik kehidupan. Tepat di pangkuanku Umi menghembuskan nafas terakhirnya, tanpa menunda ataupun menunggu lagi saat itu juga aku menceraikan Citra dengan menalak tiga wanita itu. Demi Allah aku tidak berbohong Kimmy." Ridwan menceritakan kejadian yang sebenarnya tanpa terlewat sedikitpun.


"Kau tidak menyentuhnya sama sekali?" sekali lagi wanita hamil itu ingin memastikan.


"Ya Allah, bagai mana aku bisa menyentuhnya saat itu aku langsung menceraikannya Kimmy." Ridwan mulai kesal ia sudah menjelaskan kejadian yang sebenarnya tapi istrinya masi bertanya.


"Maaf aku tidak ada saat Umi meninggal, aku terlalu kecewa atas permintaannya." Kimmy menundukan wajahnya tak berani menatap pria itu.


"Aku mengerti rasa kecewamu."


"Lalu Citra hamil anak siapa? Jika bukan anakmu."


"Anak Riza." jawab Ridwan datar.

__ADS_1


"Apaa? Bagai manabisa?"


"Riza menikahinya."


"Lalu Sari bagai mana?"


"Dia masih menjadi istri Riza, meskipun Sari menolaknya dan menggugat cerai tapi tidak di kabulkan pengadilan di karnakan Sari juga tengah hamil."


"Ya Allah, kasian sekali Sari. Lalu bagai mana kondisinya?" Kimmy sangat prihatin tentang apa yang menimpa pada adik iparnya, meskipun Kimmy mengetahui jika Sari tidak terlalu menyukainya tapi wanita itu sebenarnya baik, apa lagi pada si kembar.


Sebenarnya Sari adalah seorang istri yang baik dan penurut, ia tidak menyukai Kimmy karna ulah suaminya yang sering membandingkan dirinya dengan Istri kakak iparnya. Lagipula jika di pikir wanita mana yang sudi di buat bahan perbandingan. Dan lagi Riza tidak menyukai istrinya karna suatu hal juga di masa lalu.


"Kondisinya lumayan baik, tapi sekarang dia menjadi lebih pendiam dari sebelumnya. Aku juga kasihan padanya, apa lagi saat dia berlutut dan memohon agar suaminya tidak menikah lagi, dan yang lebih menyakitkan untuknya dia di madu dengan adiknya sendiri. " Ridwan mengingat rumah tangga adiknya dengan istri pertamanya yang sekarang sudah di ujung tanduk.


"Ibu ... Ibu ... " Kedua anak kembarnya kini sudah berada di luar mobilnya di dampinhi oleh Risma dan pengasuhnya.


Keduanya keluar dan menemui kedua anak kembarnya.


"Ada Ayah ... Ayah" teriak keduanya dan langsung menghambur ke pelukan ayah mereka. "Kami merindukan Ayah." Kedua kembar itu menangis tersedu di pelukan ayahnya.


"Ayah juga merindukan kalian."


"Ayah janji ya, jangan bialkan kami pelgi lagi." Kahfi semakin erat memeluk tubuh ayahnya.

__ADS_1


"Ya Ayah janji." Ridwan mengecupi puncak kepala kedua anaknya.


Kimmy tersenyum menyaksikan pertumpahan kerinduan antara suami dan anak-anaknya.


__ADS_2