Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Kangen lumah


__ADS_3

Ridwan menatap nanar lemari penyimpanan tas dan sepatu yang di koleksi istrinya semua itu dari brand ternama yang mungkin dengan edisi terbatas, jumlahnya masih sama itu artinya Kimmy tidak membawa barang mewahnya pergi, Ya sungguh sulit menghilangkan kebiasaan istrinya yang selalu hobi memburu barang-barang mewah, meskipun seperti itu Ridwan sama sekali tidak pernah mempermasalahkan apapun yang penting istrinya merasa senang.


Ridwan pula memeriksa koleksi perhiasan yang dimiliki sang istri, memang tidak terhingga jumlahnya dan modelnya bermacam-macam meskipun demikian tidak ada satupun perhiasan yang Ridwan belikan untuk sang istri semua itu Kimmy sendiri yang membelinya, Ridwan menyadari selama ini ia hanya memberikan uang saja pada istrinya tidak sekalipun Ridwan mengajak atau memberikan istrinya kejutan baik berupa hadiah atau apapun itu.


"Maafkan aku, Dek." Ridwan bergumam lirih, kemana lagi ia harus mencari, Ridwan bahkan sudah menyewa detektif untuk mencari keberadaan istri serta kedua anaknya.


"Aku hampir melupakan ini, Kimmyku sangat pandai memalsukan identitas dan dokumen, tapi akan sangat tidak mungkin ia melarikan diri keluar negri mengingat kondisinya yang tengah hamil muda, aku akan mengadakan sayembara siapapun yang dapat menemukan Kimmy aku akan memberikan sejumlah uang dengan nominal yang besar." Ridwan memberikan usulan kepada kedua kakak iparnya.


"Ya sepertinya itu akan menarik masyarakat untuk membantu keberadaan adik dan keponakanku." Sami menimpali.

__ADS_1


"Aku akan mengadakan iklan di media cetak serta media sosial agar hal ini cepat tersebar di seluruh negri." Jason juga ikut mengemukakan pendapat karna ia cukup khawatir mendengar kabar hilangnya sang adik meskipun ia yakin adiknya dalam keadaan baik di luar sana.


Ridwan sudah mengerahkan supaya istri serta anak-anaknya di temukan, tidak lupa pula Ridwan selalu memohon kepada Tuhannya agar istri dan anaknya segara ia temukan dan dapat segera berkumpul dengannya.


.


"Sialan." Kimmy mengumpat. Ruang geraknya kini terbatasi, dengan beredarnya Foto dirinya dan si kembar di beberapa media kini ia berhati-hati dalam bepergian ia tak ingin mantan suami tidak berperasaan menemukannya begitu saja. Apa katanya mantan suami, padahal ia tidak bercerai sa sekali.


Kimmy juga membenci Ibu mertuanya yang menyuruh Ridwan menikahi wanita lain. "Dasar mertua durhaka, sempat-sempatnya di saat ajal menghampirinya dia malah menciptakan neraka untukku." Ya begitulah Kimmy ia dendam dengan mertuanya meskipun kini mertuanya telah tiada.

__ADS_1


Kimmy masih berada saru kota dengan Ridwan, ia memerlukan waktu untuk melarikan diri ke tempat lain setidaknya sampai kandungannya cukup kuat untuk ia pergi ke tempat yang lebih jauh, hanya demi untuk melindungi dirinya dan anak-anak Kimmy mendatangkan guru private ke tempat tinggalnya, ia tidak ingin mengambil resiko jika sampai anak-anaknya bersekolah dan identitas yang ia rahasiakan akan terbongkar. Kimmy juga sering memesan kebutuhan melalui online menjaga agar ia tetap aman dari orang-orang yang juga tergiur akan hadiah yang di iming-imingkan Ridwan.


"Siall, ini benar-benar melelahkan." lagi-lagi Kimmy mengumpat.


"Ibu, Afi kangen Ayah, dan semua olang di lumah." Kahfi mengungkapkan itu di pangkuan ibunya.


"Ibu, kapan kita pulang?" Kahfa mulai menanyakan kepulangan mereka.


"Nanti setelah semuanya selesai." Kimmy menjawab pertanyaan putranya dengan mata yang menerawang jauh.

__ADS_1


.


__ADS_2