
"Ada apa kau menghubungiku kak?" Kimmy bertanya saat sambungan ponselnya sudah menunjukan keberadaan kakak sulungnya.
"Kimmy sayang, kakakmu yang tampan ini besok pagi akan menikah." Jason tertawa renyah saat mengatakannya.
"Menikah? Dengan siapa kak?"
Kimmy di buat penasaran dengan pernyataan kakaknya itu, pasalnya Jason sudah menduda lebih dari sepuluh tahun, tanpa menjalin hubungan dengan seorang wanita. Bukan Jason tidak laku hanya saja ia terlalu selektif saat memilih calon istri. Kriterianya terlalu tinggi untuk para wanita kota.
Ya yang Jason cari bukan hanya seorang istri untuk dirinya saja, tapi juga seorang wanita yang paham agama agar bisa meluruskan agamanya yang berbelok-belok, pria itu ingin berhijrah ke arah yang lebih baik meskipun caranya terkesan kotor.
"Tentu saja dengan seorang wanita."
"Kenapa mendadak sekali? Jangan katakan jika ka Jason sudah menanam saham lebih dulu." bukan tanpa alasan Kimmy mengatakan itu, ia curiga jika kakaknya menghamili anak orang karna rencanya yang tiba-tiba, sejak sepuluh tahun terakhir Jason belum pernah menjalin hubungan yang serius dengan seorang wanita yang Jason lakukan selama ini hanya bersenang-senang.
"Kau ini berbicara apa? Tentu saja aku tidak menanam saham lebih dulu, aku tidak pernah menabur benihku di sembarang lahan." Jason mencebik kesal.
"Heh, apa katamu benih? Ya Salam kakakku sudah berubah mesum."
__ADS_1
jason hanya tertawa melihat kekesalan pada adiknya.
"Katakan wanita mana yang beruntung mendapatkan kakakku yang baik hati ini?" Kimmy memuji, dan Jason hanya tersenyum dengan pujian adiknya.
"Kau mengenalnya, dia mantan adik iparmu." jason tak berniat bermain tebak-tebakan dengan adiknya dan akhirnya ia mengatakan yang sebenarnya.
"Maksud kakak Sari?" Kimmy lsngsung menjawab tepat. "Memangnya dia mau nikah sama kakak seorang cassanova?" Cibir Kimmy.
"Aku, kaya, tampan dan mapan tidak ada alasan dia menolakku."
"Ya kau benar. Dia memang menolakku beberapa kali sampai akhirnya aku mengancamnya." Di sebrang sana Jason menghela nafasnya.
"Kau mengancamnya?"
"Jangan macam-macam kak dia wanita baik jangan menyakitinya dia tidak mempunyai siapapun selain adiknya sekaligus mantan madunya." Kimmy curiga Jason melakukan hal yang aneh-aneh.
"Tenang saja ancamannya sangat menguntungkanku."
__ADS_1
"Katakan saja apa? jangan berbelit-belit."
"Aku akan menggagahinya sampai ia hamil jika dia menolakku untuk yang ke 17 kalinya. Enak saja dia terus menolakku bahkan negara saja harus merdeka di angka 17 masa aku harus berjuang terus." Jason berapi-api mengatakan itu, ia teringat berapa banyak Sari menolak pernyataan cintanya.
"Kau gila ya?" Kimmy berteriak di depan ponselnya, sampai bayi mungil yang baru berusia empat bulan itu terbangun dan menangis karna terkejut.
"Oek ... Oek ... "
Bayi cantik itu menangis kencang membuat Kimmy tidak memiliki pilihan selain mematikan sambungan teleponnya.
"Kak sudah dulu ya Kayla menangis."
Setelehah mengucapkan salam sambungan telepon antar keduanya terputus.
"Kau tidak akan bisa lari kemanapun." Jason tersenyum penuh kemenangan, saat melihat tingkah Sari dari layar monitor, wanita itu terus mondar mandir kebingunan ia mencoba mencari jalan keluar dari rumah sewanya. Bahkan Jason juga menempatkan beberapa orang untuk berjaga di sana supaya Sari tidak melarikan diri lagi.
"Ya Allah, kenapa orang yang kupikir baik ternyata sifat aslinyanya sangat jauh dari yang ku duga. Jika seperti ini aku benar-benar tidak bisa melarikan diri." Sari mendesaah frustasi. Inikah takdirnya kembali di pertemukan dengan pria gila versinya.
__ADS_1