Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Ibu mertua


__ADS_3

Pagi-pagi sekali ada tamu yang berkunjung ke rumah mereka, seorang wanita yang masih samar di ingatan Ghaza.


"Assalamualaikum." Ghaza menyapa wanita yang tengah duduk di kursi teras rumah.


"Waalaikum salam," Wanita dengan kerudung panjang berwarna hijau botol itu bangun dari duduknya. Menatap dalam manik dan wajah Ghaza.


"Maaf, ibu cari siapa?" tanya Ghaza sopan.


Wanita itu lansung mendekat dan tanpa kata langsung memeluk tubuh kekar Ghaza, dengan tangis yang sangat nyarik.


"Hiks ... Hiks ..."


"Ghaza ..."


"Ghaza, ini Ibu Nak."


Ghaza mematung di tempatnya, otaknya masih mencerna kalimat yang baru saja lolos dari mulut wanita itu. "Ibuku? Benarkah?" lalu kemana kah wanita itu selama ini.

__ADS_1


"Tidak, mungkin Ibu salah orang." sangkal Ghaza, pria berusia dua puluh tujuh tahun itu melapas paksa pelukan ibunya.


"Tidak Nak, Ibu tidak mungkin salah kau putraku." Ternyata wanita itu adalah Ayudia. Ya Ibu kandung dari Ghaza, yang artinya wanita itu adalah mertua dari Kayla, seorang putri dari orang yang Ayudia benci sampai kini.


"Berhenti memanggilku sebagai putramu." bentak Ghaza, ia sudah menyadari jika wanita itu adalah Ayudia ibu kandungnya. Ibu yang menolak kehadirannya, ibu yang selalu menyiksanya juga ibu yang selalu memakinya, sampai akhirnya wanita itu meninggalkan tubuh rapuhnya di saat umurnya menginjak baru berusia tujuh tahun. Ghaza menolak kehadiran wanita itu baginya ia adalah seorang yatim piatu.


"Aku sudah yatim piatu di saat umurku tujuh tahun." ucap Ghaza dingin.


"Ghaza." lirih Ayudia.


"Maafkan Ibu Ghaza." Ayudia sudah menangis.


"Apa dengan maafmu mampu mengubah masalalu hidupku yang kelam."ucap Ghaza, pria itu tersenyum sinis. Pandangannya jelas menyiratkan luka. Jemarinya sudah mengepal erat, ia menahan emosi dalam dirinya sendiri.


Kayla yang melihat suaminya tengah berbincang tapi dengan raut wajah yang marah. Lantas Kayla mendekat dan meghampiri suaminya.


"Abang."

__ADS_1


Panggilan manja itu berhasil membuat Ghaza terkesiap.


"Kay," ucapan yang mendayu serta lembut berbanding terbalik dengan apa yang baru saja Ghaza ucapkan pada ibunya. Kepalan tangannya langsung melemas dan dalam hitungan detik sedah terlepas sepenuhnya.


"Ada apa Hm?" lembut, bahkan pria itu mengusap kepala yang terbalut kerudung hitam.


"Siapa ibu ini Bang?" Kayla memiringkan kepalanya terasa pernah melihat foto wanita itu tapi entah dimana.


"Tidak tau, Kay mungkin salah alamat." Ghaza memilih tidak memberitahu kebenarannya, meskipun ia mengetahui jika tindakannya tidak terpuji tapi Ghaza adalah pria biasa yang memiliki perasaan dan naluri untuk menjaga hatinya adar tidak terluka.


Nyes, rasanya hati Ayudia terasa tercabik mendengar putranya sendiri tidak mengetahuinya sebagai ibu. Ini memang salahnya yang telah lama menyianyiakan putranya, bahkan ia meningglkan putranya dengan orang lain. Tapi di lubuk hatinya ia selalu menyesali perbuatannya pada Ghaza, serta selalu mendoakan kebaikan untuk anak semata wayangnya.


"Abang, apa tamunya tidak di suruh masuk?" Kayla bertanya polos dengan senyum yang memamerkan derekan giginya yang rapi.


"Tidak usah, ibu ini juga mau pergi sepertinya." Ghaza masih menatap dingin ibu yang tidak ingin Ghaza akui keberadaannya.


"Ibu cari siapa?" Kayla berucap sopan. "Barangkali aku bosa bantu." Kayla menatap ibu itu serta mengingat-ingat siapa orang itu, dan seketika matanya membola dan nyaris keluar "Ibu mertua."

__ADS_1


__ADS_2