Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Kayla halal untuknya


__ADS_3

Karna kondisinya yang kurang sehat Kayla terpaksa tidak masuk kuliah.


"Ibu masak banyak sekali, apakah akan ada tamu?" Ghaza menghampiri ibu yang tengah memasak serta di temani ayahnya. Juga Bi Ijah yang seperti biasa membantu Kimmy menyiapkan makanan.


"Hm. Om Jason dan Tante Sari akan kemari untuk berkunjung." papar Kimmy, ia sudah sangat merindukan keponakannya.


"Dirga akan ikut ke sini?"


"Iya. Ghaza pasti menyukainya dia pemuda yang ramah."


"Tapi jangan kasih tau Kay dulu yah, Dirga bilang ini kejutan untuknya." lanjut Kimmy lagi.


Perasaan Ghaza tak nyaman saat nama pemuda delapan belas tahun itu di sebut, ia khawatir Kay akan semakin mengabaikannya.


.


"Assalamu'alaikum ..."


"Waalaikum salam. Kay tolong buka pintunya!" Kimmy memerintahkan putrinya untuk membuka pintu dan saat pintu terbuka, Kayla langsung menerjang tubuh saudara sepupunya, membuat Ghaza yang mengikuti Kay di buat bergeming dengan mata yang nyaris keluar.


"Kay, apa yang kau lakukan?" Ghaza langngsung menarik tubuh Kayla sampai pelukannya terlepas.


"Apaan sih." Kay terlihat tak suka dengan tindakan Ghaza.


"Dia itu seorang pria kanepa kau memeluknya?" Ghaza membentak adik angkatnya.

__ADS_1


"Dia sepupuku. Tak ada yang salah jika aku memeluknya aku merindukannya." sanggah Kayla.


"Tidak salah, jika dia perempuan. Tapi nyatanya dia seorang pria dan itu di larang." Kenan membentak Kay, tidak seharusnya ia semarah itu pada Kayla, atau gadis itu akan semakin menjauh dari. Dan benar saja Kayla menatap tajam dirinya.


"Jangan ikut campur urusanku." Kayla menetatkan rahangnya. "Aku membencimu." Desisnya kemudian.


Keluarga Jason hanya berkunjung sebentar, hanya untuk makan siang dan setelahnya mereka kembali pergi untuk pulang ke kota mereka tinggal.


.


Ghaza mendapatkan lamaran dari seorang pemilik pondok pesantren lainnya untuk sang putri Kyai, meskipun Ghaza tidak mengenal siapa calon istrinya dan mereka hanya bertemu satu kali saja.


Ghaza yang merasa tak nyaman tinggal di rumah itu karna sudah berminggu-minggu lamanya Kayla mendiamkannya. Ghaza sudah berencana pindah tapi ayah dan ibu angkatnya melarang.


Saat hari pernikahan tiba. Secara tidak terduga asal usul dirinya yang hanya seorang anak di luar pernikahan mencuat ke permukaan, mengharuskan Kyai calon mertuanya memutuskan secara sepihak pernikahan mereka.


Ridwan tidak terima dan merasa terhina, karna anak yang selalu memanggilnya Ayah di permalukan sedemikian rupa, akhirnya Ridwan mengganti mempelai wanitanya dengan putrinya sendiri.


Kayla di paksa untuk menikahi kakak angkatnya sendiri meskipun ia terus menolak. Ridwan bahkan mengancam akan membuang dan membakar semua hal yang berkaitan dengan band favoritenya, serta akan melarang Kay untuk mengidolakan Tae lagi.


Karna tak ingin cintanya tak di restui sang ayah, Kayla rela menikah dengan Ghaza kakak angkatnya. Benar-benar alasan yang konyol untuk sebuah pernikahan.


Kayla dan Ghaza kini sudah resmi menjadi pasangan suami istri.


Saat malam, menjelang Kayla merasa risih karna Ghaza masih berada di kamarnya ia ingin cepat-cepat tidur.

__ADS_1


"Ish, ngapain juga nih orang dikamarku dari tadi gak pergi-pergi." gerutu hatinya.


Mana pria itu tiduran di ranjangnya pula.


"Bang aku ngantuk. Aku ingin tidur." pada akhirnya Kay membuka suara.


"Ayo tidur, ini masih lega." Ghaza menepuk tempat kosong di sebelahnya. Kayla kesal melihat senyum dan raut wajah bersahaja itu, tidak ada kesedihan ataupun kebencian di wajah Ghaza, padahal tadi siang ia di hina dan di rendahkan habis-habisan.


"Masa kita tidur barengan." Kayla mengerucutkan bibirnya.


"Memangnya kenapa? Kita sudah halal, tidur sambil mainpun boleh." goda Ghaza.


Apa maksudnya? Tidur sambil Main.


Kayla menggelengkan kepalanya ia memilih membuka hijabnya dan merebahkan tubuhnya hari ini ia sangat lelah.


Ghaza langsung merengkuh tubuh mungil adik angkat yang berubah menjadi istrinya kedalam pelukannya. Ia menenggelamkan wajahnya diantara ceruk leher Kay yang tertutup rambut. Juga tangan besarnya nembelit perut ramping istrinya.


"Abang apaan sih." Kayla perotes.


"Diam jika tak ingin Abang gagahi malam ini." Ghaza mengancam istrinya.


Kayla langsung diam karna takut, kenapa Ghaza jadi menyeramkan?


Ghaza tersenyum dalam hati, Ghaza tak memiliki keberanian untuk bermimpi menjadi suami dari gadis yang ia sukai sedari gadis itu bayi, status dan keadaannya seakan mustahil untuk mereka memiliki hubungan lebih dari adik kakak. Tapi sekali lagi Allah menyayanginya memberikan cobaan yang menyakiti hatinya, tapi itu tidak masalah asalkan Kayla telah halal untuknya.

__ADS_1


__ADS_2