
Kayla yang tengah terlelap, tiba-tiba terbangun dari tidurnya karna menginginkan sesuatu, ia juga membangunkan Ghaza yang juga tengah terlelap di sampingnya."Abang Kay ingin soto ayam."
"Inikan udah malam malem Kay, bahkan hampir pagi mana ada tukang soto jam segini." Ghaza berkata lembut sebisa mungkin pria itu tidak menyinggung istrinya.
"Pokoknya Kay pengen soto ayam sekarang." Kayla sudah terduduk dari tidurnya tidak lupa dengan mengerucut bibirnya.
"Kalo gak makan soto ayam Kay yakin bayinya bakalan ileran."
"Hush, jangan ngomong seperti itu, setiap kata adalah doa jadi Kay harus berkata yang baik-baik." ujar Ghaza.
"Tapi Kay tetep pengen soto ayam. Apa lagi kuahnya pasti seger banget Bang, ayo bikinin Abangkan pinter masak.
"Ya sudah Abang bikinin sekarang." ungkap Ghaza, pria itu turun dari ranjangnya.
"Pake nasi ya Bang." Kayla berteriak pada suaminya yang sudah berada di ambang pintu.
"Ya Sayang."
Kayla menunggu dengan hati berbinar, selang beberapa menit Ghaza sudah kembali dengan sepiring nasi dan mie instan rasa soto ayam lengkap dengan telur, sawi dan juga sosisnya.
"Kok cepet Bang." Kayla melebarkan senyumnya.
__ADS_1
Yang di balas senyuman pula oleh Ghaza.
Aromanya memang sangat enak dan menggugah selera membuat Kayla menyangka jika yang ada di mangkuknya adalah soto beneran.
Senyum Kayla menyurut saat, yang di bawa Ghaza adalah mie instan.
"Abang ko mie sih?"
"Coba dulu Mama pasti suka, ada telur juga sayurnya. Baik buat dede bayi." bujuk Ghaza.
Karna lapar akhirnya Kayla mencicipi makanan yang di masak suaminya.
"Rasanya tidak terlalu buruk?" Kayla melanjutkan makannya dengan sangat bersemangat sungguh ini adalah mie instan terenak yang pernah Kayla cicipi.
Kayla kembali melanjutkan tidurnya saat perutnya sudah kembali kenyang.
.
"Abang Ibu Ayu di rawat di rumah sakit. Kita harus menjenguknya." ujar Kayla pagi-pagi.
"Sakit apa Kay?"
__ADS_1
"Kata Ibu sakit lambung kronisnya kambuh."
"Biar Abang yang tengok Ibu, Kay di rumah saja, Abang tak ingin Kay kelelahan lagi pula tidak baik ibu hamil kerumah sakit, apa lagi cantiknya Abang lagi hamil muda, Abang tak ingin istri Abang mual karna aroma rumah sakit." ujar Ghaza lembut.
Sebenarnya ada alasan lain Ghaza tidak membawa Kayla kerumah sakit, ia tak ingin istrinya terpenyaruh omongan ibu kandungnya yang kadang menguras emosi.
Ghaza juga tak ingin jika Ibunya mengatas namakan sakitnya untuk mengudang sakit hati istrinya, apa lagi jika terulang lagi kisah kelam saat nenek Kayla meminta ayahhnya menikah kembali. Duh Ghaza jadi merinding membayangkan itu. Semoga saja Ghaza terhindar dari hal-hal yang seperti itu.
Ghaza pergi mendatangi ibunya yang tengah di rawat di rumah sakit.
"Ghaza kau datang sendiri Nak?" tanya Ayudia. Berlian juga ada tengah menyuapi Ayudia.
"Ya Bu, aku datang sendiri. Istriku tengah hamil muda aku tak ingin dia kelelahan makanya aku menyuruh dia istirahat Bu, meskipun dia sedikit merajuk." Ghaza meletakan buah yang dia bawa ke atas nakas, dan mengambil alih makan yang di pegang oleh Berlian.
"Kayla hamil?" Ayudia bertanya.
Ghaza hanya mengangguk.
"Ibu akan menjadi seorang nenek?" Entah hanya salah lihat atau memang benar adanya mata Ayudia berbinar.
"Ya ibu akan menjadi seorang nenek." ujar Ghaza.
__ADS_1
"Ayo Ghaza suapi ibu. Ibu ingin cepat sembuh ibu ingin melihat calon cucu ibu."
Ayudia merasa senang saat mendengar jika dia akan menjadi seorang Nenek.