
Sudah dua malam Kahfa tak bisa memejamkan matanya, pikirannya berlarian memikirkan kemungkinan kemungkinan buruk yang mungkin saja terjadi terhadap istri dan putranya.
Rasa sesak dan sakit menawan jiwa Kahfa sejak dua hari terakhir ini. Kahfa bahkan tak merasakan rasa makanan yang melewati mulut dan lidahnya. Ia sudah berusaha mencari juga berdoa di sepertiga malam, semoga saja Tuhan berbaik hati memberi petunjuk ke mana Lexi dan Zayn pergi.
Kahfa sudah mencari ke setiap stasiun, terminal juga bandara yang berada di kota itu sayang sekali ke beradaan Lexi masih belum terlacak olehnya dan ayahnya. Ayah Ridwan juga sudah melacak supir takdi yang di tumpangi Lexi, sayangnya supir taksi itu tak mengantar Lexi sampai ke tujuannya. Supir taksi itu hanya mengantar Lexi ke pemakaman Kahfi dan orangtuanya.
Kahfa di buat semakin frustasi. Ini salahnya, jika saja ia bisa melembutkan sikaf serta menurunkan egonya sedikit saja ini semua tak akan terjadi padanya.
Pria itu benar-benar merasa tertipu atas sikaf manja dan ketergantungan Lexi pada orang-orang sekitarnya. Lexi bahkan setuju menikah dengannya agar terhindar dari fitnah, juga Kahfa masih ingat dengan jelas saat Lexi merajuk dan pindah ke kamar Kahfi, wanita itu kembali pindah ke kamarnya di karnakan Zayn terus menangis dan rewel. Lexi juga kerap kali kewalahan karna Zayn yang sering rewel.
Namun, semua perasasangkanya terhadap Lexi terpatahkan kala gadis itu mengambil tindakan yang benar-benar mengejutkannya Lexi pergi dengan membawa Zayn dari jangkauan keluarganya.
Ya mungkin Kahfa sudah terlalu melampaui batas sehingga Lexi tak memberikan aba-aba lagi untuk menghilang.
.
Ibu Kimmy tak akan mengandalkan Ayah Ridwan dan Kahfa lagi untuk memancing perempuan dengan luka bakar itu, ia akan menyelesaikannya malam ini. Tak perduli akan seperti apa tanggapan orang-orang padanya.
Kimmy masih yakin jika Lexi dan Zayn di sembunyikan oleh wanita yang Kimmy ketahui bernama Ratih itu.
Kimmy sudah membayar orang untuk memata-matai kediaman wanita bernama Ratih itu sejak beberapa waktu lalu, yang di mana wanita itu kerap kali berpindah tempat setiap waktu. Dan saat Kimmy mendapatkan informasi jika wanita itu sudah kembali, ia segara mengambil tindakan.
Sebelum ke rumah wanita itu, Kimmy mampir ke tempat penyekapan kebih dulu. Tanpa Ridwan, dan tanpa Kahfa putranya. Kimmy hanya bermodalkan orang-orang suruhannya yang ia percayai, tentu saja orang-orangnya dari organisasi yang unggul di bidangnnya.
Kimmy membawa serta gadis bernama Greendia itu, ia akui, gadis itu memang mirip dengan Sami dan Lexi, dari mulai mata warna rambut serta struktur wajahnya, warna kulitnya juga sama dengan Lexi. Benar - benar bagai roti aoka yang di belah dua.
"Ikuti aku jika kau ingin selamat!" Kimmy membawa gadis itu dengan tangan yang terborgol serta mulut yang tertutup solatip di bibirnya.
Meski menampilan gadis tampak tak karuan, dengan mata sembab juga rambut yang acak-acakan, tapi tak ada luka sama sekali di tubuhnya, itu artinya Kahfa dan Ridwan tidak melakukan kekerasan pada gadis itu. Sudah Kimmy duga suami dan putranya tak akan tega berbuat kasar dengan seorang wanita sekalipun orang itu bersalah.
Malam semakin pekat, tapi Kimmy masih menjalankan misinya. Butuh waktu dua jam untuk tiba di kediaman wanita bernama Ratih itu.
Gerbang rumah itu tidak juga di buka maka Kimmy menyuruh orangnya untuk menabrak gerbang rumah itu, beruntung gerbang itu tidak terlalu tinggi, kekuatannya juga tidak terlalu kuat, sehingga dengan sekali tabrak gerbang itu runtuh, sehingga mengagetkan penghuni rumah, sehingga semua pekerja Termasuk Ratih sendiri menghambur keluar.
"Kau ..." Suara Ratih tercekat. Ia sangat terkejut, bagai mana ada orang luar yang mengetahui persembunyiannya.
__ADS_1
Ratih pernah mendengar kekejaman Kimmy di masa lalu, yang membunuh 8 pria dewasa dalam waktu semalam, juga membunuh istri serta selingkuhan Jason kakak Sulung dari Sami dan Kimmy. Nyalinya menciut dengan lutut yang bergetar, Ratih kejam tapi jika di bandingkan dengan ketangkasan Kimmy dalam menghabisi seseorang Ratih tidak ada apa-apanya.
Hal terakhir yang di lakukan Kimmy adalah menembak tangan ustadz cabul dan menjebloskan pria itu ke penjara dengan orang-orang mengerikan di dalamnya. Yang mana kema-luan Ustadz Jaelani di hampkas dan di bubuhkan balsem otot. Benar-benar
keji tindakan Kimmy di balik sayu anggunnya, jujur saja Ratih ketakutan.
"Kau terkejut?"
Kimmy turun membawa Greendia di sampingnya.
"Mom .."
"Green ..."
Ratih tak mengira malam ini akan terjadi sehingga ia tak memiliki persiapan sama sekali. Tak ada orang-orangnya di sini selain para pekerja rumah. Sial.
"Katakan di mana Lexi dan cucuku jika putrimu ingin selamat! Kembalikan dia padaku!" Kimmy mengacungkan senjata api di pelipis Greendia.
Ratih tak mengetahui keberadaan Lexi tapi ia ingin memanfaatkan situasi.
Ratih berpikir, ia tak mendapatkan sepeserpun harta dari Sami dan akan memintanya dari Kimmy, adik dari pria yang menghancurkan hidupnya.
Kimmy di buat terkejut, mengapa Ratih meminta harta untuk pertukaran informasi bukan dengan nyawa putrinya. Ada apa ini? Apa Ratih mengira jika ancamannya main-main.
"Kau pikir aku main-main saat mengatakan akan melenyapkan Greendia.?" Kimmy semakin menekankan senjata api di pelipis Greendia dan mengkait leher gadis itu dengan tangannya.
"Aku tak perduli dengan keadaannya."
Sreettt, Green merasa terluka oleh pengakuan ibunya, adakah seorang ibu yang tidak memikirkan keselamatan putrinya.
"Kau gila?"
Sentak Kimmy, dengan tatapan membunuh.
"Aku memang gila hahaha ..."
__ADS_1
Ratih tertawa sampai gigi gerahamnya turut terlihat.
"Sejak awal aku tak menginginkan anak itu. Sami yang memaksaku untuk membiarkan dia lahir. Jika saja bukan karna Sami aku sudah melenyapkannya sejak awal, ku pikir dengan kehadirannya Sami akan menikahiku, ta-tap ..." Suara Ratih tercekat kembali.
"Tapi dia hanya membiayai Lexi saja, Sami tidak memperdulikan aku. Yang Sami cintai hanya Eve. Dunia tidak adil padaku, aku membenci Greendia aku mengakuinya putriku hanya agar dia bisa kupergunakan untuk membalaskan dendamku selama puluhan tahun." Ada kecewa juga rasa sakit yang terdapat di suara Ratih yang bergetar.
"Sami menyayangi Green dan itu membuatku muak. Bahkan Sami pernah memperkenalkan Geen pada Lexi juga Eve. Yang sialnya wanita sok baik itu malah merangkulnya."
"Kau lihat luka bakar ini?" Ratih menunjuk sebelah wajahnya yang rusak.
"Penyebabnya adalah orang tua Eve, ia menyalahkanku karna Sami pernah tidur denganku karna tak sengaja. Dan mereka pikir itu salahku." Ratih menangis ia terluka atas masa lalunya. Meski Eve dan Sami telah tiada oleh ulahnya sendiri tak lantas membuatnya tenang.
"Kau sudah membalaskan dendammu. Lantas bagai mana dengan aku? Kau bahkan melenyapkan putraku Kahfi, fia tak memiliki salah terhadapmu. Kau membuat aku kehilangannya, tidak hanya itu, kau membuat seorang wanita menjanda, dan seorang bayi menjadi yatim karna ulahmu." Kimmy tak tahan ia meneteakan air matanya kala bayangan Kahfi terlintas kembali.
"Untuk itu, aku minta maaf Kimmy, aku tak berniat turut melenyapkannya. Aku ingin melenyapkan Sami, Eve dan Lexi saja." Aku Ratih terus terang.
"Juga dengan Kakak iparmu. Aku berniat melenyapkan Lexi tapi dia malah menyelamatkannya."
"Kau sangat jahat Ratih, dendammu membutakanmu." Hardik Kimmy.
"Kita dama Kimmy, jangan hanya mrntalahkanku." Ratih tertawa renyah di sela air matanya.
"Aku melenyapkan orang, yang melenyapkan keluargaku. Sedangkan dirimu. Kakakku tidak melenyapkan siapapun tapi kau sudah melayangkan empat nyawa."
"Tidak usah banyak cing-cong. Jika kau ingin melenyapkannya lenyapkan saja." Ujar Ratih ringan, ia bahkan menunjuk Greendia dengan dagunya.
Green tak dapat berkata apapun jarna rahannya terhalang tangan Kimmy yang menahan lehernya.
Kimmy membolakan matanya ia tak percaya di dunia ini ada seorang ibu yang tega berkata demikian kepada putrinya sendiri.
Tangan Kimmy melemah, bagai manapun Greendia adalah keponakannya ia di lema.
Dor ...
Sebuah letusan tembakan memecahkan kepala seseorang ...
__ADS_1
Kimmy ternyata benar dalam mengambil tindakan.