Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Apa kabar?


__ADS_3

Kimmy dan Ridwan mengadakan acara Khitanan si kembar di kediamannya selain keluarga besar Ridwan Kimmy juga mengundang kakaknya Jason untuk hadir kecuali Sami. Karna Sami sekarang sudah menetap di luar negri, meskipun demikian Kimmy tetap mengabari pada kakak keduanya jika si kembar akan di sunat.


"Adik cantikku." Jason menyapa lebih dulu pada Kimmy kakaknya itu mengabaikan siapaun yang berada di sana, Jason segera memeluk tubuh adiknya jika tidak adiknya itu akan merajuk padanya.


"Assalamualaikum." Sari mengucapkan salam pada adik suaminya.


"Sari kau kah itu? Ku kira kakJason bercanda saat mengatakan mau menikahimu." Kimmy menghampiri adik ipar yang kini sudah berganti menjadi kakak iparnya.


"Sepertinya kau di takdirkan untuk menjadi iparku lagi. Hehehe." Kimmy tertawa geli atas banyolan konyolnya.


"Kau bisa saja."


"Sari kata kakak kau tengah mengandung, benarkah?" Kimmy tampak antusias tidak ada ketidak sukaan pada nada bicaranya justru Kimmy merasa senang kembali menjadi saudara Sari.


"Alhamdulilah." Sari tersenyum. "Berhenti menyebut nama pendekku, bagai manapun aku kakak iparmu sekarang, belajarlah menyebutku dengan sebutan kakak." Sari menyahut.


"Sudah berapa minggu?"

__ADS_1


"7 minggu."


"Kau itu, ingat umurmu empat tahun di bawahku." Kimmy kekeh dengan pendapatnya, ia tak berniat mengganti nama panggilannya.


"Oh, ya di mana si Kembar aku sudah lama tidak bertemu dengan mereka. Aku sangat merindukan mereka." Sari berbinar saat mengatakannya, ia tidak berbohong sama sekali tentang dirinya yang merindukan kedua keponakannya.


"Mereka tengah istrirahat, nanti kita temui mereka ya." Kimmy menunjukan bayi dalam gendongannya.


"Cantik sekali. Aku ingin memiliki yang seperti ini." ceplos Sari. Jason kini tengah berbincang dengan Ridwan adik iparnya itu.


"Assalamualaikum."


Sari merasa detak jantungnya berhenti, bahkan nadinya terasa tidak berdenyut, sungguh ia belum siap harus kembali bertemu dengan mantan suaminya.


Hih, Sari melupakan jika Riza saudara Kimmy juga sudah di pastikan pria itu juga akan hadir di sana.


"Waalaikumsalam." Kimmy menjawab salam adik iparnya.

__ADS_1


Sari masih membatu di tempatnya berdiri kini, tatapan Sari sudah kosong sedari suara berat itu terdengar. wanita itu bahkan tak sadar saat jari tangan kanannya sudah di masukan ke mulut baby Kayla. Bayi dengan usia beberapa bulan memang selalu aktif memasukan apa saja pada mulutnya.


Riza mendekat kedua wanita di hadapannya. Dan sejetika membatu saat menyadari wanita yang membelakanginya adalah mantan istrinya. Bagai dejavu seluruh badannya terasa kaku bagai kayu, bayangan tentang perlakuannya serta kecelakaan yang tepat terjadi di depan matanya kini terlihat jelas.


Sekuat mungkin Sari berusaha menguasai dirinya ia menoleh dan tersenyum canggung, tampak jelas di hadapannya jika wanita itu salah tingkah.


Sial


Riza mengutuk, setelah sekian bulan tak bertemu, kini di pertemukan kembali dengan status dan keadaan yang berbeda. Sari terlihat lebih muda dan modis di hadapannya, tidak terlihat lagi kantung mata atau kesedian di raut wajahnya wajah polos wanita itu. semuanya nampak berbeda dari terakhir mereka berpisah di rumah sakit.


Sari mengabarkan pada dirinya sendiri jika dia tidak harus menghindar atau membenci mantan suaminya. Semua sudah berlalu dan ia bahagia dengan kehidupannya saat ini.


"Apa kabar?" Sari bertanya, ia juga merutuki mulutnya yang lancang lebih dulu berbicara harusnya ia hanya diam. Dan Sari kembali di buat malu karna Riza tidak menjawab pertanyaan basa-basinya.


"Apa kabar?" Riza justru malah bertanya hal yang sama. Debaran di hatinya kini sedang berpacu semakin cepat, entah perasaan apa ini, sungguh Riza sempat merasakan ini dulu saat ia melihat Kimmy, dan srkarang debaran itu muncul pada wanita yang berbeda.


Tak ingin mempermalukan siapapun Sari menjawab pertanyaan mantan suaminya.

__ADS_1


"Kabarku sangat baik, seperti yang kau lihat. Tidak kekurangan sesuatu halpun." Entah mengapa jawaban yang di lontarkan Sari terasa sebagai sindiran yang menegaskan jika wanita itu dapat hidup lebih baik tanpa dirinya.


__ADS_2