Menjebak Cinta Gus Tampan

Menjebak Cinta Gus Tampan
Keceplosan


__ADS_3

Kahfi masih merona saat Lexi tak henti-henti menggoda pria itu.


"Kahfa, Ayah sudah menelpon salah satu kenalan Ayah yang memiliki seorang anak gadis, namanya putrinya Aisyah. Usianya sudah dua puluh lima tahun, Ayah dia gadis yang cocok untukmu. Nanti kita kerumahnya ya. Jika kau cocok Ayah bisa melamarkannya untukmu" Ridwan memulai berbicara pada putra sulungnya.


Kahfa hanya mengangguk mengiyakan, ia tak ingin terlalu banyak berbicara saat tengah makan.


"Gus Kahfi. Gus Kahfa mau lamaran. Jadi kapan?"


"Kapan apanya?" Kahfi mengerutkan kening tak mengerti, Kakaknya yang lamaran kok dia uang di tanya.


"Kapan Gus Kahfi mau meminang Lexi?" Lexi memainkan alisnya naik turun. Gedubrak, harusnya Kahfi bisa membaca ini sedari awal. Entah di mana Lexi belajar selengean gombal receh kaya begini sungguh Kahfi tidak percaya jika gadis itu begitu ceplas-ceplos.


"Nanti ya Lexi kapan-kapan." tambah salah tingkah Kahfi di hadapan keluarganya sendiri.


Lexi malah semakin menjadi-jadi saat selorohannya di jawab oleh calon imam idaman satu pondok pesantren.


"Gus Kahfi di sekolah dasar pernah belajar kurang-kurangan gak?"


Apa lagi pertanyaan gadis gemblung ini jelas pernahlah, ingin rasanya Kahfi menyeret gadis ini kehadapan penghulu agar Lexi bisa di macem-macemin terutama bibirnya yan nakal itu.


"Pernahlah Lexi. Kau pikir Kahfi S2 dari hasil sogok." Kahfa yang menyahuti ia gemas bukan maen sama sepupunya yang satu ini, di banding Kayla dan Cinta Lexi terlihat lebih menonjol bodohnya.


"Ah boong." Ketus Lexi.

__ADS_1


"Tanyakan saja sama Kahfi langsung." Kahfa juga mulai kesal.


"Gus Kahfi pernah belajar kurang-kurangan gak?" tanya Lexi kembali.


"Pernah Lexi, memangnya kenapa?" Kahfi terlihat lebih sabar saat berbicara pada gadis itu.


"Soalnya Gus Kahfi tak ada kurangnya." Seloroh Lexi kembali.


Ridwan yang tengah minum langsung tersedak dan terbatuk-batuk, kayla dan yang lain masih tertawa terpingkal-pingkal termasuk Ghaza, dia pikir hanya Kaylanya saja yang unik ternyata Lexi ektra unik.


"Lexi kau seperti seorang pujangga cinta." Cibir Kahfa. "Darimana kau belajar gombal seperti itu?"


"Dari internetlah."


"Kalo tambah-tambahan Lexi yakin Gus Kahfi sangat pandai." ujar Lexi kembali.


Kimmy sudah siap-siap dengan jawaban keponakan selanjutnya. "Apa karna rasa sukamu pada Kahfi semakin bertambah?" tebak Kimmy tepat sasaran.


"Ish, Tante merusak saja." renggut Lexi.


Semua orang tertawa, sangat lucu melihat Lexi kesal. Hanya Kahfa saja yang madih setia dengan kedataran tampang tampannya.


"Gus Kahfi jangan serakah!" ucap Lexi tiba-tiba.

__ADS_1


Kahfi yang sudah mencomot martabak di cup Kayla langsung menaruhnya kembali, ia seakan tertangkap basah tengah mengambil milik orang lain. Karna ia mengira jika Lexi memperingatinya.


"Ambil aja Bang. Kok di taruh lagi?" Kayla menaruh beberapa potong Martabak di hadapan Kahfi.


"Abisnya Lexi fitnah Abang serakah." Kahfi melipat tangan di perutnya seperti merajuk.


"Ih, maksud Lexi Gus Kahfi serakah karna udah ngambil hati Lexi tanpa permisi."


Ya Mughni. Maha suci Allah dzat yang maha Kaya. Mengapa ada makhluk semenggemaskan Lexi pikir Kahfi.


"Harusnya Gus Kahfi bagi-bagi sama orang, tampan ko sendirian. Jadinya semua pria single di mata Lexi kan 3G semua Gus, ngeblur gitu." Kahfi sudah tak tahan ia meledakan tawanya.


"Hahaha ... Denger tuh Bang Kahfa, itu artinya Abang jelek di mata Lexi." Kahfa semakin menjadi menertawakan kakak kembarnya.


"Lexi." ucap semua orang serentak, kecuali Kahfa yang menatap Lexi penuh peringatan.


"Ga ko, engga. Kecuali Gus Kahfa. Hehe." Lexi jadi takut sendiri melihat tatapan Kahfa.


"Jadi jawab jujur siapa yang lebih tampan?"


"Kahfi."


"Eh maaf keceplosan."

__ADS_1


"Ya gimana? Ya orang Gus Kahfi setampan itu." Ringis Lexi pelan.


__ADS_2