
Dan benar saja apa yang di katakan oleh Kimmy, Kayla terlihat diam saja saat berpapasan dengan Ghaza. Kayla bahkan terkesan membuang muka saat bertemu dengan pria pujaannya.
Sehabis shalat isya berjamaah, kebetulan Ghaza mengajar di kelas Kayla. Dan saat sesi tanya jawab gadis remaja itu hanya diam saja dengan pena di tangannya, Kay mencoret-coret sembarang kertas kosong di hadapannya.
Berkali-kali Ghaza melirik Kay dengan ekor matanya, tapi gadis remaja itu tidak memperdulikan apapun.
"Kayla kau mengerti apa yang ku jelaskan tadi?" pada akhirnya Ghaza mengalah, dan membuka mulutnya terlebih dahulu. Ternyata tak nyaman di diamkan oleh keponakan palsunya.
Ck.
Kayla membenahi buku-bukunya dan lebih memilih pergi dari kelasnya tanpa sepatah katapun ia ucapkan.
"Kay kau mau kemana?" Manda teman yang duduk di sebelahnya bertanya.
"Pulang." Kayla menjawab acuh.
"Kay duduk kembali ke tempatmu. Atau aku akan menghukummu!" Ghaza kesal saat ia bertanya Kayla jadi orang yang bisu tuli, dan saat orang lain yang bertanya gadis itu menjawabnya, terlihat jelas jika Kay tengah merajuk padanya.
Bukannya menjawab Kayla hanya mengacungkan jari tengahnya di hadapan Ghaza, dan setelahnya ia pergi. Membuat Ghaza geram seketika, pria muda itu mengepalkan tinjunya merasa terhina. Seluruh wajahnya sudah merah seketika.
__ADS_1
"Jika kau pergi sekarang dari kelasku, bersihkan seluruh toilet santri pria subuh nanti." Ghaza sampai berkata di tengah geraman giginya yang mengetat. Pelan tapi tegas itulah yang terdengar.
Ghaza pikir Kay akan berbalik dan kembali duduk di tempatnya, ternyata pikirannya salah gadis itu justru pergi tanpa memperdulikan ucapan Gus nya.
Bagi Kayla, Ghaza bersalah karna sudah mengetuk kasar keningnya. Bahkan pria itu tidak meminta maaf sama sekali.
Saat makan malam pun Kayla tak terlihat sepertinya adik angkatnya memang benar benar merajuk, hanya ada Ridwan dan Kimmy di sana.
"Bu, Kay kemana?" Ghaza bertanya sembari menarik kursinya.
"Sepertinya Kay makan dengan kekasihnya." Ridwan yang menjawab.
"Meskipun Ayah melarangnya, anak itu akan tetap nekad." sepertinya Ridwan tidak perduli dengn Kay. Karna Kay makan di kamarnya sendiri dengan potret Tae kekasihnya.
Ghaza buru buru beranjak, pria itu memasuki kamarnya dan mengambil jaket serta kunci mobilnya, ia akan menjemput adik angkatnya.
"Ayah, kemana Kay makan malam. Biar aku menjemputnya."
"Kau itu mau kemana?" Kimmy mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Aku akan menjemput Kay."
"Tidak usah, jangan mengganggu adikmu, bisa-bisa dia tambah marah padamu." Kimmy menhingatkan di tengah kunyahannya.
"Aku tidak perduli Bu sekalipun dia membenciku, aku tak ingin Kay mempunyai kekasih, itu tidak baik Bu. Katakan di mana Kayla!" Ghaza bertanya dengan tidak sabar.
"Dia di kamarnya, tengah makan romantis dengan album kekasih halunya. Imajinasi anak itu sangat tinggi." Ridwan tertawa di sela ucapannya.
"Astaghfirullah. Ayah aku hampir saja akan memarahi Bocil itu." Ghaza membuang nafas lega, ia kemudian duduk dan mulai mengambil makanan tanpa melepas jaket yang ia kenakan.
"Ayah putrimu yang satu itu, keras kepala juga pemberontak. Dia tadi keluar dari kelasku padahal aku belum selesai mengajar, saat aku munyuruhnya duduk kembali dia mengacungkan jari tengahnya padaku, padahal aku sudah mengancamnya tapi dia tetap pergi, aku sudah melayangkan ancaman padanya untuk membersihkan toilet pria. Tapi sepertinya dia tetap pergi. Aku merasa di permalukan Ayah, tolong tegur Kayla agar dia bisa menghargaiku sedikit. Bisa-bisa nanti setiap santri wati yang ku hukum akan bertingkah seperti Kay, pergi tanpa mengindahkan ancaman dariku. Aku tak ingin di anggap pilih kasih karna kay tidak mengerjakan hukumannya." Ghaza megucapkan tingkah Kay pada Ayah angkatnya.
"Aku tak perlu menegurnya, dia sedang merajuk padamu. Itu adalah bentuk dia mengemukakan protesnya, kau tidak usah khawatir dia tetap akam mengerjakan hukumannya. Memangnya kapan Kay harus melakukan hukumannya?" Ridwan percaya meskipun putrinya bertindak semaunya Kay adalah orang yang bertanggung jawab.
"Besok pagi harus selesai."
"Kita lihat esok pagi. Jika Kay tidak benar-benar mengerjakannya Ayah yang akan memarahinya langsung." ucap Ridwan tegas.
"Baiklah."
__ADS_1