
"Dek. Kayla sepertinya sudah mengantuk ini." Ridwan yang tengah menimang bayi mungil itu menghampiri istrinya. Tak ada perbedaan antara Kayla dan si kembar putranya ketiganya mendapatkan kasih sayang yang sama darinya.
Ya, Kimmy sudah melakukan tes DNA antara Ridwan dan bayi perempuannya. Meskipun awalnya Ridwan menolak menta-mentah permintaan Kimmy, karna baginya mau anak siapapun Kayla ia tetap putri kecilnya.
Waktu itu.
"Dengarkan aku. Kayla adalah anak perempuan, terlepas dari kejadian apa yang menimpaku di masa lalu Kayla tetap memiliki hak untuk bahagia serta ia harus tau siapa ayah biologisnya. Dan akan siapa yang akan menjadi walinya nanti." Kimmy mencoba membujuk suaminya.
Kimmy berpikir jika Ridwan enggan melakukan Tes DNA itu karna pria itu takut kecewa jika Kayla bukan putrinya, sebenarnya itu tidaklah penting bagi Ridwan karna untuknya Kimmy masih bersamanya itu sudah lebih dari cukup.
Setelah beberapa waktu dan beberapa rayuan Kimmy lakukan untuk membujuk suaminya tes itu pun di lakukan.
Maha suci Allah yang selalu mempermudah urusan hambanya yang bertaqwa dan selalu berserah diri, setelah hasinya keluar dan ternyata Kayla memang putri dari Ridwan 99 persen tes yang di lakukan akurat tanpa ada rekayasa sama sekali di dalamnya.
Ridwan tidak dapat membendung perasaan harunya meskipun tes itu tidak mempengaruhi kasih sayangnya, ya sedari awal Ridwan memang sudah menyayangi putrinya terlepas dari apa yang akan terjadi di masa depan.
__ADS_1
Kelurga yang hangat yang selalu Ridwan impikan kini menjadi kenyataan, meskipun dirinya tak lagi tinggal di pondok pesantren tapi setiap bulannya ia dan keluarga kecilnya selalu mengunjungi pondok pesanten yang masih di pinpin oleh Kyai Sulaiman.
Hari itu Ridwan beserta istri dan anaknya kembali berkunjung ke pondok pesantren.
Entah kemana Ayudia pergi setelah Ridwan dan Kimmy pindah. Wanita itu layaknya di telan bumi pergi tanpa kabar dan berita, menyisakan putranya Ghaza yang kini tinggal dengan Kyai Sulaiman. Ghaza berubah menjadi anak yang pendiam dia hanya berbicara di saat ada yang bertanya dan setelahnya ia hanya akan bungkam.
"Ghaza ... " Kimmy memanggil anak pria yang tengah menghapal kitab kecil di genggamannya.
"Iya bibi ada apa?" Ghaza menyaut sopan dan menghampiri Kimmy. Anak itu mengulurkan tangannya untuk menyalami wanita yang tengah menggendong bayi.
"Kau menyukainya?"
"Hmm, bayinya lucu cantik juga wangi."
"Mau menciumnya?"
__ADS_1
"Memangnya boleh?" Ghaza bertanya polos.
"Tentu saja."
Ghaza langsung mencium pipi gembul bayi perempuan yang berada di gendongan ibunya.
"Wangi sekali." Meskipun Ghaza masih ingin mencium bayi cantik itu tapi ia segera menghentikan perbuatannya.
"Bibi, jika aku besar aku akan menikahi bayi lucu ini agar bisa terus menciumnya setiap saat. Apakah boleh aku menikahinya?" Ghaza menatap wajah Kimmy dengan berbinar. Kimmy pun tidak kuasa menolak pertanyaan anak tanpa kedua orang tua itu.
"Asalkan kau bisa menempatkan dan memantaskan diri menjadi suaminya, Bibi akan menerima lamaranmu." Kimmy tersenyum dan mengusap lembut rambut pria kecil itu.
"Terimakasih Bibi, aku akan menjadi pria baik jika besar nanti."
Ridwan tersenyum di balik dinding. Bisa di katakan setelah kepergian Ayudia, Ghaza baru kali ini mau berbicara banyak pada orang lain. Ada niatan Ridwan untuk membawa Ghaza dan mengurusnya serta membesarkannya dan ingin mengangkat Ghaza srbagai anaknya. Namun Ridwan juga perlu berdiskusi terlebih dahulu dengan istrinya, ia tidak bisa memutuskan hal sebesar ini sendiri.
__ADS_1
Kimmy menatap iba pada anak laki-laki di hadapannya, anak sekecil itu harus mendapatkan takdir yang sangat berat. Kimmy tak kuasa menahan air mata yang memaksa untuk keluar dari matanya.