MUTIARA & KRISTAL

MUTIARA & KRISTAL
CINTA PERTAMA


__ADS_3

Sesampainya di rumah Kristal langsung melompat ke atas tempat tidur, Muti langsung ke kamar Alhan untuk menukar obat-obatan tanpa ada yang mencurigainya.


Di kamar Alhan, Muti melihat foto kebersamaan Kristal dan Han. Selesai menukar obat, Muti langsung keluar bersamaan dengan kedatangan Alhan ke dalam kamarnya.


Tatapan Han tajam, sedangkan wajah Mutiara sangat terkejut. Muti melangkah mundurnya, sedangkan Han memajukan kursi rodanya.


"Apa yang kamu lakukan? pulang kerja lebih dulu tanpa pemberitahuan." Han melihat foto yang dia sembunyikan ditemukan oleh Muti.


Han mengambil foto, menarik tangan Kristal untuk menjawab pertanyaannya. Han juga tahu jika Tirta membawa Kristal ke dalam ruangannya.


"Aku lelah, dan tidak terbiasa bekerja. Soal Tirta, kamu tidak perlu curiga. Aku hanya mengakhiri hubungan dengannya." Muti terpaksa berbohong jika Tirta mengganggunya sehingga harus dihentikan.


Alhan menganggukkan kepalanya, dia percaya kepada Kris karena wajah Tirta memang terlihat sangat bermasalah.


Muti tersenyum langsung menunjukkan foto kebersamaan mereka, sejak kapan Han menyembunyikan foto lama?


Han melempar foto ke atas ranjang, langsung meminta Mutiara menyiapkan air hangat untuk dirinya mandi.


"Kamu tunggu sebentar ya, aku masak air dulu." Muti ingin keluar, tapi Han menahan tangannya.


"Kenapa harus masak air? aneh." Han mengerutkan keningnya.


Mutiara langsung tersenyum, dirinya lupa jika di kamar Han ada khusus air hangat. Muti langsung berlari ke dalam kamar mandi dan menyediakan air hangat.


"Sudah siap Tuan." Muti mengerutkan keningnya melihat senyuman Han terlihat menatap foto Kristal dan dirinya.


"Kris, kamu masih ingat foto ini." Han menatap Mutiara yang langsung duduk di sampingnya.


Alhan tersenyum mengigat kembali hubungan mereka yang sangat baik, Kristal satu-satunya orang yang selalu mendukung Han dalam banyak hal.


Muti hanya bisa diam, dia tidak tahu apapun. Kenangan yang Alhan ingat bukan dirinya tapi Kristal yang kemungkinan sedang tidur di kamar.


"Sebaiknya kamu mandi, dan aku akan menyiapkan makan malam baru minum obat dan istirahat." Muti langsung melangkah keluar, meninggalkan Han yang sikap kasarnya mulai membaik.


Pintu kamar terbuka, Muti langsung membantingnya membuat Kristal teriak kaget. Muti menceritakan jika Han sudah pulang, juga mempertanyakan alasan Kris bertemu Tirta.


Senyuman Kris terlihat, ternyata Muti pintar juga menjawab pertanyaan Han yang secara dadakan.


"Ada apa antara kamu dan Tirta?"

__ADS_1


"Sesuai dugaan kamu jika aku mengakhirinya."


"Lalu hubungan kamu dan Han?"


"Bisa kita bahas nanti saja." Kris tersenyum ingin mandi.


Mutiara menghela nafasnya, melihat ekspresi Muti akhirnya Kristal mengalah dan akan menceritakannya.


Kristal mengenal Han saat dirinya remaja, Han pria yang sangat hangat dan baik. Sejak pertemuan awal, keduanya menjalin sahabat meksipun usia terpaut lima tahun.


Apapun yang Kristal lakukan, Han pasti tahu dan selalu membela dan melindungi Kristal. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama sampai akhirnya Han marah besar saat Kris lulus sekolah dan mengenal dunia malam.


Kristal lupa kendali dan terlalu bebas sehingga selalu ada selisih paham antara keduanya, Kris meminta Han menjauhinya dan berhenti ikut campur.


Beberapa bulan keduanya tidak bertemu, Kris semakin bebas dan selalu pulang malam dan terjadi pertengkaran antara Kris dan Daddy juga Maminya sedangkan Han sibuk bekerja setelah lulus kuliah.


Kris bertemu kembali dengan Han dan Daddy Kristal meminta bantuan Han untuk mengajari Kristal soal bisnis.


Kris yang keras kepala menentang Alhan, dia berbeda dengan Han dan tidak ingin menjadi seperti Alhan yang menerima keberadaan ibu tiri dan saudara lain ibu.


"Kamu memiliki hubungan baik dengan Han, tapi kenapa tiba-tiba dia berubah kasar."


Mutiara langsung kaget, duduk mendekati saudara kembarnya yang mengerutkan keningnya.


"Hanya karena dia mengatakan cinta, hubungan kalian berubah menjadi musuh." Muti menepuk jidat.


Kristal menggelengkan kepalanya, karena penolakan Kristal Han berubah. Dalam hidup pasti ada yang namanya cinta pertama, begitupun dengan Kristal yang memiliki cinta pertama.


Laki-laki yang sangat Kristal cintai, dia saingan bisnis Alhan dan kalah dalam persaingan bisnis.


Lelaki yang Kris cintai memutuskan bunuh diri, karena tidak kuat mengalami kebangkrutan juga tuntutan keluarganya sampai memilih mengakhiri hidupnya.


Meskipun Kristal tahu jika Han tidak sepenuhnya salah, tapi dia juga yang mengawali patah hati Kristal.


"Aku membenci Han, sangat membencinya. Dan sampai saat ini aku masih menyesal menjadikan Alhan musuh." Kris menghela nafasnya.


Hari yang sama dengan kasus bunuh diri, Han dan Bundanya kecelakaan. Bundanya koma sedangkan Han terluka parah sampai akhirnya lumpuh.


Tiga bulan di rumah sakit Bunda Han meninggal, tidak ada yang menemani Han saat dirinya kehilangan satu-satunya orang yang sangat dia cintai.

__ADS_1


Tidak ada Papinya, keluarga juga Kristal. Semua orang meninggalkan Alhan hari itu, dia hanya bisa duduk di kursi roda dan menangis di depan makan Bundanya.


Sejak hari kepergian Bundanya, Alhan akhirnya berubah sepenuhnya. Tidak ada keluarga, sahabat ataupun orang-orang baik di matanya.


Han mulai memiliki sikap kasar demi untuk mempertahankan haknya, Kristal mengerti kenapa Han membenci dirinya.


"Kami pernah berjanji tidak akan meninggalkan, tapi kenyataannya aku meninggalkan Han hanya karena patah hati. Sedangkan Han membenci aku bukan hanya mematahkan hatinya, tapi juga menghacurkan mentalnya." Kristal langsung melangkah ke kamar mandi, meninggalkan Mutiara yang masih terdiam.


"Hidup kalian rumit sekali, aku tidak memiliki cinta pertama." Muti mengetuk pintu kamar mandi.


"Apa kamu tidak pernah jatuh cinta kepada Alhan?" Muti masih penasaran.


Kristal membuka pintu kamar mandi hanya menggunakan handuk, tersenyum melihat Mutiara yang masih penasaran.


Kris juga tidak tahu dengan perasaannya, sekarang tujuan Kristal hanya mendapatkan hak atas perusahan juga ingin hidup bersama Mutiara.


Kristal akan melakukan segala cara agar Muti juga hidup dan keberadaannya diketahui oleh banyak orang.


"Ayo kita berjuang, saat ini tujuan kita bukan cinta, tapi memperjuangkan hak kita agar bisa hidup berdampingan bukan hidup dalam satu nama." Kristal memeluk Mutiara sambil tersenyum.


Pintu kamar terbuka, Mutiara langsung bersembunyi di balik ranjang. Kristal hanya bisa berdiri diam memegang handuk yang melilit tubuhnya.


Alhan hanya bisa terdiam melihat tubuh Kristal yang hanya tertutup dari dada sampai pahanya.


"Ada apa kamu ke sini? jika ingin masuk ketuk pintu dulu." Kris berteriak melihat Han.


"Kenapa aku harus mengetuk pintu? ini rumahku dan kamu istriku. Tidak ada yang salah sekalipun kamu tidak menggunakan baju." Han menatap tajam meminta Kristal menyiapkan makan malam.


Kristal menganggukkan kepalanya, langsung mencari bajunya dan berlari ke kamar mandi.


Alhan hanya bisa tersenyum, Kristal masih mengemaskan seperti dulu. Selain cantik, pintar juga sangat lucu dan pemarah.


***


jangan lupa like coment Dan tambah favorit


vote hadiahnya ya ditunggu


follow Ig Vhiaazara

__ADS_1


__ADS_2