
Mobil yang membawa Muti tiba di rumah orang tua Kristal, Muti menatap Kris yang masih tidur meminta supir menjaga dan tidak membangunkan.
Langka Muti masuk ke dalam rumah yang sangat menakutkan baginya, karena dia pertama kali datang langsung dipaksa menikah.
Kedatangan Muti disambut baik oleh Nathalie, makanan kesukaan Kris juga sudah disediakan untuk menyambut.
"Kamu sudah makan belum? Mommy ingin makan dulu." Nathalie berjalan ke meja makan, menyiapkan makan untuk Mutiara.
Meksipun Nathalie tahu jika Kris pasti membuang makanan yang dia siapkan, dan selalu menghinanya.
Muti langsung mengambil dan makan bersama ibu tirinya yang selalu menatap binggung, karena Kris terlihat aneh.
"Ini pertama kalinya kamu menerima makanan dari Mommy."
Muti langsung melotot dan sedikit kaget, karena Kristal tidak pernah menerima makanan dari Nathalie.
"Tante, aku minta maaf jika ada salah. Mungkin Tante tidak akan percaya dengan apa yang akan aku katakan, tapi hanya Tante pilihan terakhir kami." Muti tersenyum menyelesaikan makannya.
Kening Nathalie berkerut, tidak memahami apa yang Kris ucapkan. Memanggil tante, biasanya Kris selalu memanggil wanita perebut.
"Kamu ada masalah apa Kris? apa Han bersikap tidak baik?"
Muti menggelengkan kepalanya, Han sangat baik kepadanya. Han lelaki terbaik yang sangat Muti percaya.
"Mommy, apa benar kalian menikahkan aku dan kak Han demi perusahaan?" Muti menunjukkan senyuman manis, tapi menyimpan kesedihan.
Tatapan Nathalie binggung, Kristal tidak pernah berbicara lembut apalagi sampai matanya berkaca-kaca.
"Ada apa Kris? kamu membuat aku binggung dan takut. Sebenarnya apa yang terjadi?"
Air mata Muti menetes, dia juga binggung apa yang sebenarnya terjadi. Meminta sekali saja Nathalie menunjukkan karakter aslinya, berhenti terlihat jahat.
"Tolong Kris Mom, tolong jujur. Apa Kris memang barang yang tidak ada artinya untuk kalian, sehingga membuang aku kepada Han." Muti mengusap air matanya.
Kepala Nathalie menggeleng, meminta Kristal berhenti bersandiwara dengan air matanya, karena tidak akan meluluhkan.
Mereka sudah hidup bersama selama dua puluh tahun, Nathalie tahu buruknya sikap Kristal.
"Sandiwara kamu tidak akan bisa menang."
"Aku pamit pulang Mom, mungkin kita bisa bicara lebih baik suatu hari nanti." Muti mengucapkan terima kasih untuk makanannya.
__ADS_1
Mata Nathalie terpejam, meminta Muti berhenti. Memintanya duduk dan bicara baik-baik, karena ingin mendengar kabar Kristal setelah menikah apalagi dalam keadaan hamil.
"Daddy dan Mommy tidak pernah menjual kamu demi perusahaan, kami hanya ingin melindungi kamu Kris. Han satu-satunya orang yang bisa dipercaya tidak akan meninggalkan kamu." Tatapan Nathalie terlihat tulus.
"Kenapa kalian mengatakan jika demi perusahaan?"
"Sampai kapanpun kamu akan terus membenci Mommy, hidup bersama berpuluh tahun tidak bisa meluluhkan sedikit saja hati kamu." Nathalie memalingkan wajahnya, mengusap matanya.
"Della datang dan meminta perusahaan, Bunda masih membenci Kristal. Mommy, mengapa kalian membuang Kristin?" Air mata Muti menetes.
Tatapan Nathalie langsung tajam, berdiri sampai menjatuhkan kursi. Nathalie sangat terkejut mendengar pengakuan Kristal soal saudaranya.
Suara langkah kaki masuk terdengar, Kristal berdiri di samping Mutiara yang masih menangis meminta penjelasan.
Tangan Nathalie gemetaran, menutup mulutnya kaget melihat Kristal dan Kristin sudah bertemu.
"Aku tahu suatu hari ini akan terjadi." Lutut Nathalie lemas sampai terduduk di lantai.
"Ternyata kamu mengetahui soal kami berdua, pasti kamu sengaja memisahkan kami." Kris menatap tajam, langsung melangkah mendekati Nathalie ingin menamparnya.
Muti menahan tangan Kristal, karena apa yang Kris pikir jahat sebenernya orang yang mungkin menyelematkan mereka berdua.
"Apa maksudnya kamu Muti?" Kris menepis tangannya.
Kristal duduk diam, melihat Nathalie tidak ingin bicara bahkan memalingkan wajahnya.
Muti mengerti, ada rahasia yang mungkin akan sangat menyakitkan bagi Kris dan Muti begitupun bagi Nathalie.
Hidup menjadi orang ketiga, dan dibenci oleh anak tirinya cukup sulit bagi Nathalie.
"Bantu kami Tante, kenapa aku dan Kristal tidak memiliki ingatan apapun saat kita berusia lima tahun." Muti bicara sangat pelan, duduk tenang di samping Nathalie.
Tatapan Nathalie melihat Muti, tersenyum mengusap kepalanya sambil meneteskan air matanya.
"Bagaimana kabar bibi Arum?"
"Nenek?" Muti menatap kaget melihat Nathalie menganggukkan kepalanya.
Mutiara menceritakan jika neneknya meninggal karena sakit dan sudah lanjut usia, sejak neneknya sudah tidak ada Muti memutuskan untuk pergi ke kota, berharap memiliki nasib baik.
"Muti tidak memiliki keluarga, sehingga memutuskan untuk mencari kehidupan baru." Muti tersenyum, karena dia tidak menyangka tujuan berubah dan sangat membingungkan.
__ADS_1
"Sejak kapan kamu bertemu Kristal?"
"Saat tinggal di rumah kak Han, kita hidup bergantian. Bahkan aku hidup tanpa nama, karena masih menumpang di kehidupan Kristal." Muti menggaruk kepalanya, binggung cara menjelaskan.
Nathalie tersenyum, mengusap wajah Muti yang sangat cantik dan mirip sekali dengan Kristal, keduanya seperti pinang dibelah dua.
"Kamu pasti bahagia karena Kris dan Han akan menjadi orang tua?"
Muti langsung cemberut, tidak menyukai pertanyaan Nathalie yang menyebalkan.
"Mutiara istrinya kak Han, dan aku hamil anaknya Tirta, karena salah pergaulan." Kris bicara dengan santainya.
Suara pukulan di atas meja terdengar, Nathalie langsung membentak Kristal dan memarahinya yang salah pergaulan.
Mulut Nathalie sampai berbusa meminta Kris untuk menjaga diri, tapi kenyataanya masih keras kepala dan tidak ada beban sama sekali.
"Apa pria itu bertanggung jawab? tunggu dulu. Kalian hidup dalam satu nama, Han tahu tidak? bagaimana jika dia murka, kamu hamil bukan anaknya. Kristal kamu keterlaluan" Kepala Nathalie langsung pusing melihat wajah sombong Kristal.
Muti meminta Nathalie tenang, Han sudah tahu semuanya karena Tirta adiknya Han. Muti juga akan mengawasi Kris agar bisa menjaga kandungannya.
"Aku hanya ingin tahu, kenapa Bunda membenci aku? tapi menyayangi Kristin." Kris menatap tajam, meminta Nathalie menjelaskan sedetail-detailnya.
Mutiara menganggukkan kepalanya, Muti juga ingin tahu apa yang terjadi dua puluh tahun yang lalu.
Meksipun kebenaran akan menyakitkan bagi mereka berdua, Kris dan Muti tetap ingin tahu penyebab mereka berpisah, alasan Della membenci dan menyayangi salah satu.
"Della tidak pernah menyayangi kalian berdua, karena kehadiran kalian tidak dia inginkan." Tatapan Nathalie sedih melihat ekspresi wajah Muti dan Kristal.
"Apa kami bukan anaknya Bunda Della?" Kris semakin binggung.
"Kalian anak kandung Della, tapi kalian tidak diinginkan hadirnya. Perpisahan Della dan Iskandar bukan karena aku, tapi kekuasaan." Nathalie merasa berat menceritakan kebenaran.
Kristal menggelengkan kepalanya, dia tahu dan sangat mengingat ucapan terakhir Bundanya saat pergi.
Nathalie yang menghancurkan kebahagiaan Kristal, Nathalie yang menghancurkan keluarganya.
"Kamu bohong! Bunda pergi karena kamu?"
"Dia pergi karena mendapatkan apa yang dia inginkan, bukan karena aku." Nathalie menatap tajam Kristal.
***
__ADS_1
follow Ig Vhiaazaira