MUTIARA & KRISTAL

MUTIARA & KRISTAL
BUKTI DITEMUKAN


__ADS_3

Mobil Kristal tiba di restoran, Kris datang bersama Rani temannya yang sama-sama suka mabuk dan dunia malam.


"Kenapa kita ke sini Kris?" Rani keluar dari mobil.


Baju Rani yang seksi memperlihatkan lekuk tubuhnya yang berisi, Kristal juga keluar menggunakan baju yang lebih tertutup.


Keduanya masuk ke restoran untuk makan malam, Kris sesekali memperhatikan tamu yang berdatangan.


"Makanan di sini enak, ramai juga peminatnya." Senyuman Rani terlihat menatap beberapa pria yang lewat.


"Mereka tidak sepenuhnya makan-makanan, tapi makan orang." Kris tersenyum sinis.


Rani menutup mulutnya, tempat makan umum digunakan menjadi tempat nikmat sungguh membuat Rani penasaran, tidak menyesal dia mengikuti Kristal.


"Lalu kenapa kita ke sini Kris?"


"Karena kita tidak bisa masuk, harus ada orang dalam yang membantu kita." Kristal meminta Rani melihat sekitar, kemungkinan ada seseorang yang Rani kenal.


Rani mengerutkan keningnya, dia juga merasakan aneh karena tidak mengenal satupun orang yang masuk restoran.


"Kris, restoran ini aneh. Kita yang biasa berkecimpung di dunia malam bisa tidak pernah makan di sini, orang-orang yang datang juga sepertinya memiliki id pengenal." Tatapan Rani tajam, merasa tidak nyaman.


Kristal tersenyum sinis, ucapan Rani benar adanya, karena pelayan yang menyambut terlihat tenang mengarahkan satu-persatu pelanggan.


Suara panggilan di ponsel Rani terdengar, langsung pamit pergi ke rumah sakit karena salah satu pasiennya drop.


Kristal mengizinkan Rani pergi, karena Kris juga tidak bisa masuk secara langsung.


Tatapan Kristal langsung tajam melihat Tirta berjalan bersama seorang wanita seksi, dari penampilan saja sudah terlihat sangat berkelas.


"Ais, kenapa harus bertemu dia?" Kris langsung berdiri, tapi melihat pelayan mengarahkan perempuan yang bersama Tirta ke ruangan khusus.


Kris langsung menyentuh lengan Tirta, wanita yang bersama Tirta terlihat kaget menatap Kristal.


"Kristal, kenapa kamu di sini?"


"Siapa dia Tirta?"


"Aku adiknya Tirta, anak dari ayah kandungnya Tirta. Kita saudara." Kris merengek-rengek seperti anak kecil.


Tatapan Kristal tajam, mencubit pinggang Tirta agar merespon agar mendapatkan izin untuk masuk ke dalam bersama.


Senyuman Tirta terlihat, merangkul Kristal untuk mengikuti mereka. Wanita yang bersama Tirta mengizinkan Kristal ikut bersama mereka, asalkan tidak menganggu.


Lift berjalan turun, Kristal dan Tirta saling pandang. Wanita seksi langsung memeluk Tirta di depan Kristal.


Kris yang ada di belakang menjambak rambut Tirta kesal, bisa-bisanya keduanya bermesraan di depan Kris.

__ADS_1


Saat tiba Kristal benar-benar kagum, dia berasa berada di dalam rumah yang sangat mewah. Fasilitas lengkap dan penuh wanita seksi.


Kris memisahkan diri dari Tirta, melangkah sesuka hatinya melihat sekeliling rumah. Kris berasa keliling hotel.


Langkah Kris berhenti melihat foto seorang wanita, jantungnya berdegup kencang karena Maminya Tirta ternyata bukan pemiliknya, tapi wanita bayaran yang bekerja di sana.


"Jenny, dia orang kepercayaan Bunda, dan Indri orang kepercayaan Cherly." Kris langsung bersembunyi saat ada yang lewat.


Suara tawa sangat Kris kenali, karena Jenny juga ada di sana dengan beberapa pejabat dan orang-orang berpengaruh.


Otak Kris tidak bisa berpikir, langsung menghubungi Han melalui pesan. Kris tersenyum sinis karena semuanya akan segera berakhir.


Sebuah tangan menarik Kristal ke tempat yang lebih aman, tatapan Kris dan Tirta bertemu.


"Kris, ini berbahaya."


"Aku tahu, tapi hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membayar kepergian Bunda, juga demi persaudaraan kami." Kris meminta Tirta tidak ikut campur.


Tangan Tirta menyentuh perut Kristal yang mulai membuncit, Tirta mengkhawatirkan anak yang sedang Kris kandung.


"Ikut aku, kalian berdua tidak boleh terluka." Tirta merangkul Kristal melangkah ke sebuah kamar.


Tirta pernah satu kali masuk ke tempat kerja Maminya, tapi sekarang sudah banyak yang berubah.


"Siapa wanita yang bersama kamu?"


"Kenapa Jenny membunuh Bunda?"


"Aku tidak tahu, tapi mungkin kita bisa menemukan buktinya." Tirta menggunakan sebuah kartu yang dia dapatkan dari wanita yang Maminya jodohkan.


Pintu terbuka, Tirta membawa Kristal masuk ke ruangan yang dulunya Tirta tahu sebagai tempat penyiksaan.


"Ada orang yang datang?" Kris dan Tirta langsung bersembunyi.


Suara teriakan Jenny terdengar, melayangkan tamparan ke arah wanita yang datang bersama Tirta.


"Di mana Tirta?"


"Aku tidak tahu, dia putrinya Tante Cherly sudah sewajarnya aku mengizinkan dia masuk, kenapa kak Jenny marah?" Suara teriakan juga terdengar.


Jenny menampar kedua kalinya, Tirta dan Alhan tidak ada bedanya. Mereka berdua berada di pihak yang sama.


"Tirta sepakat untuk mengikuti perintah Maminya."


"Jangan bodoh Mega, Tirta bukan anak kecil." Indri yakin jika Tirta mencintai istrinya Han.


"Panggil Cherly ke sini sekarang, perintahkan seluruh pengawal untuk menangkap Tirta."

__ADS_1


"Tirta juga bersama adiknya?"


"Tirta tidak punya adik bodoh."


"Ada, dia masuk bersama kami. Namanya Kristal." Mega meminta maaf kepada Jenny yang sudah mengumpat, mengutuk dan bicara sangat kasar.


Kristal dan Tirta masih diam, mendengar seluruh pembicaraan jika tidak ada yang boleh masuk ke dalam ruangan.


"Kak Jen, kunci ruangan ini juga hilang, mungkin Tirta yang mengambilnya."


"Aku akan membunuh kamu Mega." Jenny langsung menendang Mega membabi buta.


Suara ketukan pintu terdengar, Indri membuka pintu mendengarkan laporan pengawal jika kepolisian mengetahui markas mereka.


"Jenny, kejadian lima tahun yang lalu terulang kembali."


Jenny menarik nafas panjang, berusaha tenang agar tidak gegabah dalam keputusannya.


Kristal sudah merekam pembicaraan, Indri memerintahkan seluruh barang haram yang mereka jual segera diamankan, tamu juga diminta keluar melewati jalan rahasia.


Indri, Jenny dan Mega langsung berlari keluar kamar meminta penjaga mengawasi kamar agar Tirta tidak bisa masuk.


"Apa yang harus kita lakukan?"


"Cari bukti, kamar ini pasti dijaga ketat. Kita tidak bisa keluar." Kristal langsung mencari sesuatu yang bisa menguntungkan dirinya.


Tirta memanggil Kristal untuk masuk ke ruangan pribadi, Kris langsung masuk dan terkejut melihat isi di dalam kamar.


"Bunda." Kris memotret isi kamar.


"Mami, Papi. Mereka semua terlibat atas kecelakaan Bunda dan kak Han." Tirta menggelengkan kepalanya saat melihat daftar di dalam komputer.


Kristal juga sama kagetnya, jika Jenny bukan hanya membuat rumah untuk wanita malam, tapi penjualan anak dan organ tubuh ilegal.


Kristal langsung mengcopy semua isi komputer, mengambil beberapa laporan penting.


"Tirta, cepat keluar." Kris langsung bersembunyi bersama Tirta yang terdiam.


Jenny masuk ruangannya, menghapus semua data di dalam komputer bahkan memasukan virus. Beberapa berkas juga dimasukan ke dalam kotak langsung dibakar.


"Aku akan membunuh kamu Tirta, bahkan ibu kamu." Jenny menjatuhkan semua barang di atas meja.


Tirta yang mendengar langsung kaget, Kristal menahan Tirta agar tidak keluar jika hanya untuk mengantarkan nyawa.


***


follow Ig Vhiaazara

__ADS_1


__ADS_2