MUTIARA & KRISTAL

MUTIARA & KRISTAL
OBAT BERBAHAYA


__ADS_3

Hari pertama kerja yang membuat Kristal kelelahan, langsung melangkah keluar ruangan untuk mencari udara segar.


Tangan Kris ditarik kuat oleh Tirta, langsung dibawa masuk ke ruangan kerja. Kris menatap tajam menepis tangan dan mendorong kuat Tirta.


"Kurang ajar kamu ya, tidak tahu siapa aku? lancang!" Kris langsung ingin pergi.


Tangan Tirta menahan pintu, meminta waktu Kristal untuk berbicara sebentar dan mendengarkannya.


Kris langsung duduk, mengizinkan Tirta untuk bicara dan hanya memberikan waktu singkat.


Tirta menghela nafasnya, meminta penjelasan Kristal soal hubungan satu malam mereka. Apa yang terjadi mengejutkan bagi Tirta, dia tidak pernah tahu jika wanita yang dinikahi kakaknya ternyata wanita yang bermalam bersamanya.


"Kamu laki-laki, lupakan malam itu dan jalani hidup kamu. Jangan sampai Alhan menghacurkan kita berdua hanya karena hubungan satu malam yang tidak aku harapkan." Kristal menatap tajam Tirta.


Kris tidak akan menyalahkan Tirta, karena dia juga menyadari bahwa mereka berdua dalam keadaan tidak sadar dan tanpa paksaan.


Apapun yang akan terjadi kepada diri Kristal akan menjadi urusannya, sebaiknya Tirta tidak menanggapi serius dan berhenti mengganggunya.


Kepala Tirta tertunduk, menahan tangan Kris yang ingin melangkah pergi dari ruangannya.


"Kamu tahu aku lelah bersaing dengan kak Alhan."


"Menghilang, kamu bisa menghilang untuk selamanya." Kris langsung melangkah pergi tidak mempedulikan ucapan Tirta.


Pintu dibanting kuat oleh Kristal, sebenarnya ini juga sulit untuk Kris, tapi saat ini dia harus memihak Alhan.


Setelah dirinya menguasai perusahaan Daddy-nya, baru Kristal akan mengungkap identitas kembarannya juga hidup bersama terlepas dari Alhan dan siapapun termasuk Daddy-nya.


Kris melihat ponselnya, panggilan dari diriku dan cepat Kristal menjawabnya meminta Muti menunggunya.


***


Sesuai perintah Kristal, Mutiara berjalan perlahan melewati pintu belakang rumah yang tidak akan ada yang melewatinya langsung melangkah pergi.


Muti berhasil melarikan diri dari rumah, pergi menggunakan taksi untuk menuju rumah sakit yang sudah Kristal jelaskan.


Sesampainya di rumah sakit, Muti kebingungan dia ingin berjalan ke arah mana. Terlihat sekali jika dirinya sangat kampungan.


"Mutiara jangan panik, kamu Kristal tidak boleh merusak nama baiknya yang sukses menjadi wanita tercantik." Muti menunjukkan senyuman, berjalan dengan anggun langsung melangkah masuk.

__ADS_1


Langkah Mutiara berhenti, memberikan ponselnya untuk menunjukkan pesan jika dia ingin ke ruangan dokter Mila dan sudah membuat janji.


Senyuman Muti terlihat, dan langsung melangkah ke tempat yang sudah di jelaskan oleh suster.


Pintu ruangan dokter Mila diketuk dan Mutiara langsung melangkah masuk melihat seorang dokter yang sangat seksi dengan belahan dadanya yang terlihat.


"Sejak kapan kamu datang ke sini sambil mengetuk pintu? biasanya juga langsung masuk tanpa perduli aku sedang main kuda-kudaan." Suara Mila tertawa terdengar, memeluk Mutiara yang dia pikir Kristal.


"Bagaimana hasil obat-obatan yang aku kirimkan?"


Mila menyerahkan obat, juga laporan soal pemeriksa lab. Muti meminta dijelaskan lebih detailnya.


Obat yang Kristal berikan sangat berbahaya, dia bukan merusak secara langsung tetapi perlahan.


Seiring berjalannya waktu akan ada gangguan jantung, ginjal, hati bahkan sakit kepala. Perlahan akan sering muntah, akhirnya muntah darah.


Satu obat lagi diserahkan, obat yang satunya sangat bagus untuk penyembuhan.


"Kamu benar-benar ingin membunuh Alhan?"


"Tidak, aku ingin menyelamatkannya."


Mila yang sedang minum langsung tersedak, sejak kapan sosok Kristal perduli dengan orang lain.


"Bukannya sudah terlambat kamu menolong dia? kenapa tidak kamu lakukan lima tahun lalu, saat paling terpuruk bagi Alhan." Mila menatap Kristal tajam.


Mila meminta Kris tidak ikut campur, jika dia mulai merusak rencana Cherly bukan hanya Han yang dalam bahaya, tapi juga keluarga Kristal.


Senyuman Muti terlihat, tidak ada kata terlambat dalam hidupnya. Semua yang terjadi mungkin tidak bisa diulang, tapi akan Muti perbaiki.


"Aku tidak perduli soal keluarga, karena pada kenyataannya tidak ada yang tahu aku hidup di dunia ini, hanya ada satu orang yang tahu dan dia akan menjadi saksi akhir dari perjalanan aku." Muti langsung pamit dan menyemangati Mila untuk bekerja lebih keras menyelamatkan pasiennya.


Sepanjang jalan Muti memikirkan siapa orang yang tega menukar obat-obatan Alhan, hanya ada dua orang terdekat. Apri sekretarisnya dan Rayan dokter pribadinya.


Tubuh Muti ditabrak, sebuah tangan menahan dan kaget melihat istri Alhan ada di rumah sakit.


"Nona Kris, kenapa ke rumah sakit?"


"Apa gunanya rumah sakit? tidak mungkin aku ke sini ingin belanja." Muti langsung melangkah pergi.

__ADS_1


Belum jauh Mutiara melangkah, langsung berbalik badan menghentikan dokter Rayan. Langsung mendekatinya sambil tersenyum.


"Kenapa kamu menukar resep obat Tuan Alhan?"


Rayan terlihat kaget, dia tidak mengerti ucapan Kristal sama sekali. Muti menunjukkan buktinya membuat Rayan lebih terkejut lagi.


Meminta Kristal ke ruangannya, Rayan menunjukkan obat-obatan yang dia resepnya khusus untuk Alhan.


"Aku tidak mungkin ingin menyakiti Alhan, jika aku ingin seharusnya dari dulu aku melakukannya." Rayan membaca hasil laporan soal bahaya obat.


Inilah alasan Rayan meminta Alhan untuk periksa ke rumah sakit, Rayan sudah curiga dalam beberapa bulan sejak mendekati perebutan kekuasaan.


"Kondisi Han terus menurun ternyata karena ini, seharusnya dia jauh lebih baik. Aku harus menghubungi Alhan."


"Tidak, jangan sampai dia tahu. Orang yang ingin mencelakai Han ada di sekitarnya mungkin sangat dekat. Berikan obat baru, dan aku akan menyingkirkan obat lama." Muti memukul meja langsung melangkah ingin pergi.


Rayan menahan Kristal, mengucapkan terima kasih karena sudah perduli dengan Han, seandainya dari awal Kris peduli mungkin Han tidak mungkin sejahat sekarang.


Mutiara tidak mengerti maksud ucapan Rayan, juga Mila. Sedekat apa hubungan Kristal dan Alhan sampai semua orang menyalahkan Kris.


Di parkiran Kristal sudah menunggu, Mutiara langsung masuk mobil. Kris memukul setir mobil ternyata dugaan Muti benar soal obat.


Mutiara hanya diam, Kris menatap aneh dan merasa sedikit takut jika Muti sudah diam.


"Ada apa? apa ada masalah?"


"Ada hubungan apa kamu dan Han? hubungan baik yang kamu khianati." Muti menatap saudara kembarnya yang menghela nafasnya.


Kris memang mengenal Alhan sejak muda, dia sosok kakak yang Kris andalkan. Lima tahun yang lalu ada salah paham antara keduanya sehingga tidak saling menyapa.


"Jujur sama aku Kristal? Han sangat kasar sama kamu. Saat pertama aku datang dia langsung melayangkan pukulan, jika baik tidak mungkin tega." Muti meminta Kristal menghentikan mobil.


Kristal menahan Mutiara, mereka harus kembali dan Kristal akan menjelaskan semuanya tanpa ada yang ditutupi, tapi Mutiara harus berjanji tidak marah kepadanya.


Muti menganggukkan kepalanya, memegang ucapan Kris.


***


follow Ig Vhiaazara

__ADS_1


Jangan lupa like coment Dan tambah favorit


vote hadiahnya ya ditunggu


__ADS_2